Dua Bupati Lebong “Gagal Tangani Banjir”

  • Whatsapp

Lebong, GegerOnline.co.id-Dua Bupati Kepala Daerah Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu dinilai gagal dalam menangani persoalan banjir yang sering terjadi di Kabupaten Lebong. Padahal Sudah tiga periode jabatan Bupati sejak berdirinya Kabupaten Lebong yakni pertama kepemimpinan Bupati Dalhadi Umar periode (2005-2010) dilanjut dua periode oleh Rosjonsyah (2010-2021), namun keduanya dinilai belum mampu mengatasi banjir dan memberikan solusi bagi masyarakatnya.

Bacaan Lainnya

Dari data yang dihimpun di sejumlah daerah dalam wilayah bumi Swarang Patang Stumang yang kerap dilanda banjir diantaranya, Desa Lemeu, Bentangur (Tangua) Kecamatan Uram Jaya, Talang Ulu, Kampung Muara Aman dan Nangai Amen Kecamatan Lebong Utara, Payak Embik dan Suka Marga Kecamatan Amen, Kelurahan Tanjung Agung Kecamatan Pelabai.

Diungkap salah satu warga Lemeu, Irawan, kesalkan banjir menahun di Desa Lemeu Kecamatan Uram Jaya, menurutnya banjir Desa Lemeu adalah masalah besar yang dihadapi masyarakat Lemeu. Sampai saat ini belum ada kejelasan apa solusi dari Pemerintah Kabupaten Lebong.

“Buktinya sampai saat ini Lemeu tetap mengalami banjir,”(19/06/2020).

Juma’ah membenarkan keterangan Irawan, bahwa ini adalah kenyataan, apalagi ketika hujan deras biasanya sumber air itu datang dari dua sungai yaitu sungai Uram dan sungai Ketahun.
“Sampai hari ini seperti itu kenyataannya, pemerintah belum mampu mengatasi banjir dibeberapa titik khususnya desa Lemeu,” lugas Juma’ah nada kecewa.

Berdasarkan penelusuran bersama Kasi pelayanan Desa Lemeu, Dayat menerangkan terdapat 3 titik sumber luapan banjir yang masuk wilayah Desa Lemeu.

“Satu belakang balai Desa Lemeu, kedua Dusun 2 pasar tradisional (pekan Jumat dan Taman Pemakaman Umum yang genangi banjir,” terang Dayat secara ringkasan sambil menunjuk lokasi kepada media ini, (04/06/2020).

“Saya baru menjadi Kepala Desa (Kades), saya percaya Pemerintah Kabupaten Lebong tentu bekerja dengan baik,” ujar Sumardi Abing secara gamlang yang notabene daerah yang paling parah dilanda banjir setiap intensitas hujan tinggi, (4/6/2020) belum lama ini kediamannya.

Kades Tangua, Burhan Dahri saat wawancarai wartawan Gegeronline.co.id dan Bidik07elangoposisi.com, terkait masalah banjir yang melanda wilayahnya mengatakan, kami meminta Pemerintah daerah menganggarkan anggaran tanggap darurat tidak hanya mengarahkan sungai Air Kotok, tapi alokasi untuk sungai Uram.

“Alokasi juga untuk daerah sungai Uram, seperti normalisasi dan bangunan tanggap darurat, baik itu dari APBD maupun APBD Provinsi,” tegas Burhan, Sabtu (20/6/2020).

Masih menurutnya, perlu ditanyakan juga dana pemeliharaan jalan karena sudah mencakup saluran luapan air sungai Uram, membuat wilayah Tangua ketika tingginya intensitas hujan menggenangi halaman rumah warga.

“Perlu adanya perencanaan matang untuk drainase di Desa Tangua yang terintegrasi ke saluran akhir dan normalisasi saluran yang baik, adanya pembuangan air Uram dalam wilayah desa upaya untuk meminimalisir banjir,” tambah Burhan yang pernah mengusulkan menggunakan Dana Desa, kendati tidak mendapatkan rekomendasi dari Pemkab Lebong.

Dijelaskan, mantan Kades Lemeu, Rapani mengatakan, pemkab Lebong melalui OPD dinas BPBD dan Dinas Sosial setiap musibah datang masyarakat mendapat bantuan pemerintah.

“Bentuk bantuan itu makan instan dan beras dan melibat anggota TNI serta kepolisian langsung turun kelapangan dan juga pembangunan bronjong tiga titik dari PUPR Lebong,” jelas Rapani mantan Kades Lemeu menjabat 2012 sampai 2018.

Sudah hampir 17 tahun Pemkab Lebong dan dua Bupati belum mampu mengatasi persoalan banjir di wilayah bumi Swarang Patang Stumang, dan ini merupakan kegagalan Bupati, ungkap Aan Adedo Ketua Koalisi Pembela Rakyat (Kopral) Kabupaten Lebong.

Perwarta : Harlis SP

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *