17 Sengketa Pilkades Kerinci Belum Berhasil Dituntaskan? 

  • Whatsapp
Dok

Laporan Khusus: Marhaen Jurnalis Beo.co.id

 

Bacaan Lainnya

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Sedikitnya tercatat 17 dari 153 Desa se Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, sejak pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kerinci, berlangsung, 06 April 2021 bersengketa dampak dari kecurangan yang diduga dilakukan para oknum Panitia, Pemalsuan Daftar Nama Pemilih Tetap (DPT), adanya pemilih menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali, syarat calon Kades diduga ada yang cacat hukum tetap disahkan panitia. Kini ke 17 desa itu menuai badai, selang-sengketa alias “carut marut” antar pendukung Kades terpilih dengan masyarakat penggugat, terus berlanjut. Kini ditangani Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kerinci, belum berhasil dituntaskan?

Ini pekerjaan rumah (PR) bagi Bupati/ Kepala Daerah Kabupaten Kerinci, DR. H. ADIROZAL, M.Si, melalui Asisten I Bidang Pemerintahan, Drs SELHANUDIN yang baru menjabat, bersama Dinas PMD Kerinci dan jajarannya.

Masyarakat Kerinci berharap ketegasan Selhanudin dan pihak terkait menyelesaikan kasus yang flik ini, secara jujur, adil dan bertanggungjawab, memberlakukan UU, Peraturan Perda, Perbup, berdasarkan data faktua (benar) yang diajukan para pihak (penggugat).

Masyarakat berharap Pekerjaan Rumah (PR) ini, dapat dituntaskan secara benar dan berkeadilan tanpa keberpihakan, pada kelompok, oknum, apa lagi yang ada hubungan kekeluargaan (nepotisme), harus dibuang jauh-jauh, dan yang dikedepankan berdasarkan fakta yang benar, bukan rekayasa.

Berdasarkan jadwal penyelesaian sengketa Pilkades serentak Kabupaten Kerinci 2021 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( PMD ) Drs. Syahril Hayadi M.Si, jadwal Kecamatan Gunung Raya jam 09.00-11.00 WIB Selasa 4 Mei 2021, Desa Masgo, Lempur Hilir yang bertempat di Dinas PMD pukul 11.00-12.00 WIB.

Dan diteruskan dengan sengketa Pilkades di Kecamatan Bukit Kerman Desa Lolo Hilir masih dihari yang sama pukul 13.00-15.00 WIB dilanjutkan sengketa Pilkades Kecamatan Batang Merangin Desa Tarutung, Pematang Lingkung.Dan diteruskan permasalahan sengketa pilkades Kecamatan Danau Kerinci pukul 15.00 WIB Desa Pendung Talang Genting hingga selesai.

Pada hari Rabu, 5 Mei 2021 pukul 09.00-12.00 WIB membahas sengketa pilkades di Kecamatan Depati VII Desa Belui, Belui Tinggi, Sekungkung, Dan Kubang Gedang.

Di hari yang sama Rabu 5 Mei 2021 jam 13.00-14.00 WIB diteruskan dengan sidang sengketa Pilkades Kecamatan Air Hangat Timur, Desa Kemantan Hilir, dan pukul 14.00-15.00 WIB berlanjut sidang sengketa Pilkades Kecamatan Siulak Mukai, Desa Sungai Langkap.

Hari ketiga sidang sengketa Pilkades, 6 mei 2021 pukul 09.00-12.00 WIB digelar sengketa Pilkades Kecamatan Gunung Kerinci Desa Simpang Tutup, Ujung Ladang, Dan Siulak Tenang.

Di hari ketiga ini berakhir sekitar pukul 15.00 WIB membahas sengketa Pilkades Kecamatan Keliling Danau Desa koto Tuo Dan Talang Lindung. Inilah 17 Desa Pilkades yang bersengketa di 16 Kecamatan Se-kabupaten Kerinci, Jambi.

Saat di konfirmasikan Jurnalist Beo.co.id, dengan para penggugat Pilkades di depan kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, beralamat Jalan Prof Dr.Sri Soedewi Maschoen Sofwan SH di Kota Sungai Penuh, salah satu penggugat menjelaskan kami hanya diberi waktu untuk menceritakan permasalahan, keberatan tentang kejanggalan, dan temuan (6/4/21) saat Pilkades berlangsung.

Dan beberapa catatan sanggahan yang telah masuk kami laporkan ke dinas instansi terkait dan kami diberi sesi tanya jawab tentang kejadian yang dianggap keberatan, namun belum bisa mendapatkan hasil putusannya hari ini mungkin ada undangan untuk kedua kalinya ujar sumber kompeten itu.

‎Ditempat terpisah Kasran, 40 tahun, salah satu penggugat sengketa Pilkades berasal dari Kecamatan Gunung Kerinci Desa Ujung Ladang mengaku sedikit lega dengan masalah yang dihadapinya karena penyelesaian ditingkat Kabupaten lebih transparan dan terbuka, jelas, mudah-mudahan lanjut Kasran ini bisa membawa solusi kebenaran yang kami cari.

Masyarakat Desa Simpang Tutup, Siulak Tenang berharap Selhanudin dapat menyelesaikan kasus sengketa ini secara murni jangan ada keberpihakanya. Berpihaklah pada kebenaran, dan tegakkanlah UU, Perbup, Perda dan peraturan mengikat lainnya.

Soalnya perolehan suara Efrizal, 180 dan Andrijal 183, selisih tiga angka (3), diduga diperoleh secara melanggar hukum oleh tim pemenang dengan melibatkan oknum panitia, mulai dari penetapan DPT, dan dugaan Kecurangan lainnya.

Selhanudin, adalah putra terbaik Kecamatan Gunung Kerinci, (saat ini, red) kariernya melejit dua tahun terakhir ini sejak Adirozal, menjabat Bupati Kerinci dua periode, 2014-2019 – 2019-2024.

Masyarakat Gunung Kerinci akan mendukung tugas berat Selhanudin selaku Asisten I untuk menyelesaikan kasus ini, secara jujur dan berkeadilan. Jangan ada keberpihakan.

Kasus Pilkades Kerinci di 17 desa berliku panjang dengan berbagai bentuk kecurangan, harus diselesaikan Bupati/ Kepala daerah Kabupaten Kerinci DR. H. Adirozal, MSi, bersama Asisten I Bidang Pemerintahan Selhanudin.

“Meminjam istilah pepatah dengan petitih adat alam Kerinci, Rajo Adil Rajo di Sembah, Rajo Zolim Rajo dilawan” Sama dengan raja adil raja disembah, Raja Zolim raja dilawan” jadi orang Kerinci, secara umumnya sangat taat dan patuh baik dalam penerapan Hukum adat, apa lagi Hukum dan Negara kita yang berlaku.

Dan mereka sangat tergantung dan berpedoman dengan Hukum dan aturan yang berlaku. Pemimpin yang jujur dan berani bersikap tegas, bertindak adil, tidak perlu pencitraan akan didukung oleh masyarakatnya kapan dan dimana saja.

Maka pemimpin mereka yang berlaku Jujur dan bertindak adil, demikian pendapat Abdul Hadi dan sejumlah tokoh masyarakat Kerinci lainnya. (***)

Laporan           : Marhaen/ Tim Beo.co.id dan gegeronline.

Editor/Penulis: Gafar Uyub Depati Intan/ Sbong Kime.

 

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *