Galian C yang di Police Line Beroperasi Kembali, Polres Diam Tanpa Klarifikasi

  • Whatsapp
Ket poto: Lokasi galian C Ilegal milik Nurmali alias Pak Tiwi di Siulak Deras Kabupaten Kerinci. (Foto BZ)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Kelanjutan kasus 5 tambang (galian C) illegal yang beberapa waktu lalu di Police Line, sepertinya pupus sudah. Pasalnya, police line sebagai larangan beroperasi, kini sudah dibuka dan aktivitas pertambangan kembali beroperasi.

Padahal sebelumnya, pengusutan kasus tersebut didatangi langsung tim Bareskrim Mabes Polri, dan beberapa waktu kemudian langsung di Police line.

Bacaan Lainnya

Sikap tegas Polisi tersebut disambut baik masyarakat Kerinci, mengingat dampak buruk galian C yang ditimbulkan sangat meresahkan masyarakat, selain itu juga masih terdapat puluhan galian C illegal yang beroperasi di Kerinci.

Namun sejak Senin (22/6/2021) kemarin, masyarakat kecewa. Police line di lima lokasi galian C justru dibuka dan operasional galian C kembali beraktivitas. Tak jelas apa alasan sehingga tambang illegal tersebut bisa kembali beroperasi, padahal statusnya masih dalam penyelidikan Bareskrim melalui Polres Kerinci.

“Ya, sejak kemaren aktivitas lima galian C sudah beroperasi lagi. Aneh juga ya, kan beberapa waktu lalu di Police line,” ungkap warga.

Terkait kasus tersebut, dalam penanganannya pihak Polres juga sempat menyatakan bahwa kasus tersebut berlanjut dan akan dilakukan penetapan tersangka. Namun, kenyataan hari ini, bukannya penetapan tersangka tapi justru lokasi galian C kembali dibuka.

Kapolres Kerinci, AKBP Agung Wahyu Nugroho, dikonfirmasi wartawan terkait kembalinya beraktivitas lokasi galian C, enggan menjawab pesan singkat via WhatsApp. Begitupun Kasat Reskrim, juga tidak memberi jawaban dan klarifikasi terkait hal tersebut.

Untuk diketahui, ada lima galian C yang dilakukan Police line. Lima lokasi tersebut berada di Kecamatan Gunung Kerinci yaitu, milik Roli, Doni, Angga, Hardi dan Nurmali alias Pak Tiwi.

Menurut Kasat Reskrim beberapa waktu lalu, setelah dipasangi Police line pihaknya terlebih dahulu akan menggelar perkara. “Satu atau dua minggu lagi sudah ditetapkan tersangka,” ungkapnya. (Tim)

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *