M. Soib: Longsornya Jalan Merangin-Kerinci Penting Mendapat Perhatian Gubernur Jambi Kedepannya

  • Whatsapp

KOTACURUP,GEGERONLINE.CO.ID- M. Soib, 60 tahun warga Kelurahan Air Putih Lama, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, asli asal Desa Koto Keras, Kota Sungai Penuh mengatakan “saya baru saja pulang dari kampung halaman, melihat keluarga disana. Saat pulang kembali ke Kota Curup, sempat terhambat lewat di Birun, Kabupaten Merangin akibat longsor parah dan menutup badan jalan hingga melumpuhkan transportasi Kabupaten Merangin – Kerinci, dan sangat mengganggu percepatan arus perekonomian masyarakat, katanya kepada Gegeronline.co.id, di Kota Curup 2 Agustus 2021.

Kita harapkan ada perhatian khusus terhadap Jalan antar Provinsi, Kabupaten dan Kota dalam wilayah Provinsi Jambi oleh Gubernur Jambi A Haris, saat ini, untuk masa bakti lima tahun kedepan ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dimana menurut informasi longsor yang terjadi sekira pukul 23.00 WIB pada Selasa malam (31/08/2021). Telah melumpuhkan hubungan antar Kabupaten/ Kota dan Provinsi dan sangat mengganggu percepatan gerakan ekonomi masyarakat, antar daerah kata M Soib, Serka (Purn) TNI-AD, pada Perwakilan Redaksi Gegeronline di Kota Curup.

Dan kejadian belakangan ini, sudah dua kali longsor berat. Dan yang pertama sempat menelan korban sebuah Truck berisi Semen, terjun ke jurang karena tetap melewati bekas longsoran itu, ujarnya.

Untung cepatnya gerakan aparat setempat dari Sungai Manau bersama masyarakat melakukan pengamanan dengan mengatur kendaraan yang lewat, agar berhati-hati dan tidak menerobos tanah longsor itu.

Sama kita ketahui lanjut M Soib, kini tengah berlangsungnya musim hujan yang cukup tinggi, maka perlu kehati-hatian bagi setiap warga saat melewati daerah rawan longsor dan membahayakan, paparnya.

Untuk diketahui, daerah Muara Imat telah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), menggunakan air Sungai Merangin berhulu di Danau Kerinci dan ribuan anak sungai kecil dari perbukitan Kerinci mengalir ke Batang Merao, terus ke Danau Kerinci dan mengalir deras ke Batang Merangin.

Bayangkan besarnya debiet air yang akan ditampung dan masuk ke PLTA Muara Imat, dan jalurnya dialirkan kebawah tanah, menembus perbukitan.

Longsor yang terjadi di dua tempat berdekatan di Birun itu, disinyalir adanya gerakan air dari perbukitan, menggerus perbukitan dan menimbulkan longsor, ujarnya.

Dan tidak tertutup kemungkinan adanya gerakan air dibawah tanah, sehingga membuat goncangan-goncangan ditambah lagi gerakan air permukaan dari kemiringan perbukitan, jelasnya.

Maka kita berharap pada Pak Gubernur Jambi, untuk kedepannya harus ada perhatian ke daerah rawan longsor, mengingat jalan dari Merangin sampai Kerinci ada sekitar 70 km rawan longsor dan berada diposisi bibir sungai Batang Marangin itu.

Kondisi rawan jalan longsor itu, tidak saja semata diperhatikan oleh Gubernur Jambi, melain harus koordinasi dengan Balai Bina Marga Provinsi Jambi, karena ini jalan Nasional, jadi tanggungjawab bersama, paparnya.

Dilain sisi pentingnya jalan Nasional Merangin – Kerinci, ini satu-satunya jalan dari Bangko ke Kota Sungai Penuh dan Kerinci. Sama kita ketahui Kerinci sebagai daerah penghasil sayur mayur terbesar saat ini, seperti Kentang (Kubik) dan koll serta tanaman keras lainnya sudah banyak yang dibawa ke Kota Jambi dan selama ini hanya ke Kota Padang, Sumatera Barat.

Jalan Kota Sungai Penuh – ke Kota Bangko dan terus ke Sarongun dan Kota Jambi menjadi sangat strategis, untuk menghubungkan keluar daerah dari Kerinci, tidak hanya mengandalkan Kota Padang. Sehingga dunia perdagangan antar Kota, Kabupaten dan Provinsi terjadi persaingan sehat antar daerah.

Dengan harapan terjadi transaksi yang bersaing sehat dan menguntungkan masyarakat tani dan para pedagang antar Provinsi tandas pensiunan TNI-AD ini, pada Gegeronline.co.id.

Penulis/ Editor : Gafar Uyub Depati Intan.

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *