Jalan & Jembatan ke Ladang Lumpuh Total, Kegiatan Ekonomi Masyarakat Sungai Batu Gantih Macet

  • Whatsapp
Ket Poto: Untuk melewati Sungai pada Jembatan yang patah itu, masyarakat terpaksa menggotong bersama-sama kendaraan roda dua, pulang dari kebun (keladang) dalam keadaan berbahaya. (Foto-dok Masyarakat), diambil Minggu 12/9/ 2021.

Laporan : Jurnalist Jalanan

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID- Jalan dan Jembatan ke Ladang Kematang Sungai Gedang, Desa Sungai Batu Gantih, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci Prov. Jambi Lumpuh total, akibat dari patah dan hancur total karena dimakan usia, yang dibangun masyarakat setempat secara Swadaya, dimasa H. Murasman, menjabat Bupati Kerinci 13 tahun silam.

Bacaan Lainnya

Walaupun Bupati Kerinci sekarang dijabat DR. H. Adirozal, MSi dengan Wakilnya Ir. Ami Taher, yang memprogramkan Pembangunan Kerinci Lebih Baik Berkeadilan (KLB-BERKEADILAN). Dan memprioritaskan Jalan ke Ladang berkualitas, dalam 10 program unggulannya, ternyata Jembatan dan Jalan ke Ladang dan Jembatan Sungai Gedang, tak tersentuh pembangunan.

Jalan & Jembatan Keladang Ke PEMATANG SUNGAI GEDANG, belum dibangun Pemkab Kerinci. Padahal masyarakat Desa Sungai Batu Gantih, adalah pendukung panatik Adirozal, sejak periode pertama mencalon dan menjadi Bupati Kabupaten Kerinci 2014-2019 silam.

Sampai kini periode kedua 2019-2024, ternyata program unggulan Jalan ke Ladang Berkualitas, berada di urutan ke tiga dalam program untuk meyakinkan masyarakat Kerinci, belum terlaksana secara nyata dan fakta dilapangan.

Dalam laporan Jurnalist Jalanan dari Desa Sungai Batu Gantih, yang dikirimkan langsung kepada redaksi Gegeronline.co.id, Minggu 12 September 2021, menjelaskan penderitaan masyarakat di Desa tersebut, yang terdiri dari dua Desa Sungai Batu Gantih Desa Induk dan Sungai Batu Gantih Hilir pemekaran sejak 8 tahun silam.

Sungai Batu Gantih memang tergolong besar dan berpenduduk lumayan banyak jumlahnya dan terdiri dari tiga Dusun “Renah Sekato, Lembah Karya dan Dusun Baru” pada umumnya banyak yang berladang ke Pematang Sungai Gedang. Secara umum mereka bercocok tanam Kayu Manis (Kulit Manis) dalam Bahasa Kerinci atau Cassiavera.

Dari keterangan masyarakat petani daerah itu, masyarakat Kerinci 75% adalah masyarakat yang hidup dari ketergantungannya dari Pertanian, mereka rata-rata bercocok tanam Kopi, Kayu Manis, dan tanaman sayuran-sayuran pokok jangka pendek seperti Cabe’ Kentang dan lainnya.

Mereka sangat mengeluhkan jalan keluar masuk kelokasi lahan mereka untuk mengeluarkan hasil pertanian tidak dapat dilakukan, kini dalam keadaan lumpuh total. Dan mengancam kegiatan dan penghasilan dari sector Pertanian yang menjadi andalan mereka selama ini.

Hasil liputan dan wawancara kami, (Jurnalist Jalanan) kepada salah satu pengguna jalan Pematang Sungai Gedang sebutlah namanya Sagiman alias pak Wel, pak Yusni, pak Toma bersama’ rekan sesama petani sepulang dari kebun minggu’ tanggal 12 September sekira pukul 16.00 WIB terpaksa bergotong royong mengangkat motor rekannya bergantian kerena tak dapat menyeberangi sungai yang arusnya cukup deras dan kapasitas airnya yang besar.

Sagiman menjelaskan kami sudah lama tak bisa lewat diatas jembatan itu sambil menunjuk kesamping jembatan yang terbuat dari kayu dan sudah patah keluhnya.
Dahulu jembatan ini kami buat dari swadaya masyarakat, dan jalan Pertanian ini juga di buat saat pemerintahan Bupati Murasman. Jalan ini sangat membantu kami untuk pulang pergi keladang, paparnya.

Sagimam, bersama rekan-rekannya sesama Petani sangat berharap pemerintah Desa, Dinas Pertanian, tolong bantu kami buat jembatan sekiranya masih terbuat dari kayu cukuplah buat membantu kami mudah lewati Sungai Pematang Gedang, untuk pulang pergi (PP) ke ladang, dimana Sungai ini airnya cukup besar.

Saat ditanya apakah ada angogta DPRD Kerinci di Dapilnya mereka menjawab di wilayah Gunung Kerinci 5 orang anggota DPRD, tapi tak pernah peduli dan membantu kami. Mungkin dengan keadaan yang sudah parah seperti ini, Angota DPRD mau /bersedia dan terketuk hatinya membantu kami, harap mereka.

Mereka berharap agar peristiwa ini, bisa dipubblist di media online, agar pesan kami sampai lebih cepat pada Pak Bupati Kerinci, Adirozal. Agar jalan kami ke Ladang, masuk dalam Program Jalan ke Ladang Berkualitas, tidak lagi seperti saat ini hancur dan berantakan.

Kami sangat berharap kawan-kawan Wartawan peduli dengan berita-berita seperti ini, kan di Kerinci sudah sangat banyak Wartawan. Bahkan dari Desa Sungai Batu Gantih, ada Wartawan. Namun, sayang belum ada yang menanyakan kehancuran Jalan dan Jembatan Jalan ke Ladang. Maka kami kirimkan ke WA Pemimpin Redaksi, media Gegeronline, kalau-kalau masih peduli, ujar mereka berharap. (***)

Laporan : Jurnalist Jalan (Masyarakat Peduli)
Ditulis/ Editor : Gafar Uyub Depati Intan

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *