Rindu Ibu Dari Tanah Rantau

  • Whatsapp

Oleh : Bujang Purajuk

Kebersamaan merupakan hal yang sangat berharga bagi kami seorang anak yang jauh diperantauan, berkumpul bersama keluarga tercinta dikampung halaman merupakan salah satu bagian hidup yang sangat penting dan berarti. Memiliki kebahagiaan tersendiri saat  berada di tengah-tengah mereka. Namun apa lah daya, semuaini keadaan yang harus memisahkan kami darikeluarga. Kesepian, kesendirian dan kerinduan adalah hal yang akrab dirasakan oleh kami anak rantau. Saat jauh dari orang tua, kami menyimpan permasalahan dan kerinduan kami sendiri tanpa harus bicara langsung pada mereka. Namun semua itu cukup dipendam sendiri dan tidak pernah kami membagi keluh kesah dan derita yang teramat berat kami rasakan ini.

Bacaan Lainnya

Bila jauh dari orang tua, kami lebih memilih menceritakan hal yang baik-baik saja. Sebab kami tidak mau permasalahan kami di tanah rantau membebani pikiran mereka. hanya kebahagiaan seorang ibu dan bapak yang kami harapkan.

“ Ibu, walaupun kita berjauhan, aku berjanji sekuat tenaga akan membahagiakan mu. Doa di setiap sujudmu selalu menyertai setiap langkahku menuju kesuksesan.

Tunggu Anakmu ini Pulang Bu”

Merantau bukanlah perkara mudah. Jauh dari orang tua adalah hal yang paling sulit di jalani. Namun, berbahagialah mereka yang sedang berada di tanah rantau, semakin jauh dari orang tua, hati mereka justru semakin dekat. sempatkanlah sedikit waktu untuk menghubungi ibu.

Sejujurnya kesedihan terberat yang ada di hati anak rantau adalah jauh dari ibunya. Namun di lubuk hatinya pula, anak rantau percaya bahwa orang yang akan dia bahagiakan selain ayah adalah ibunya. Pada saat jauh dari Ibu barulah merasakan betapa berartinya seorang Ibu. Kasih sayangnya yang selalu dirindukan. Hingga suatu saat masakan Ibu lah yang kami rindukan.Yang kami harapkan hanyalah kebahagiaan dan kesehatan ibu di kampung halaman.

Sebab ketika pulang kembali ke tanah rantau, tidak ada yang tau apakah besok masih bisa berkumpul kembali. kebersamaan bersama keluarga begitu berarti bagi kami.

Dalam diam dan kesepian kami para perantau memiliki mimpi yang sangat besar, tentu ada pengorbanan yang sangat besar. Salah satunya rindu pada  tanah kelahiran. Rindu dimana kami dibesarkan. Tapi kerinduan itu masih kalah dengan rindu terbesar kami kepada seorang wanita yang begitu berharga dan berarti yaitu ibu, sosok Malaikat Tanpa Sayap.

Saat sakit menerpa jarang kami terus terang pada orang tua. Kami tidak mau merepotkan orang tua dengan banyak berkeluh kesah. Bila ditanya mengenai kabar, kami selalu menjawab bahwa kami selalu dalam keadaan sehat. Itulah yang sebenarnya ada dihati kami anak rantau.

Hanya orang tua hebat yang merelakan anaknya pergi merantau. Orang tua tahu bahwa sangat berat melepaskan anaknya pergi ke negeri orang-orang. Tapi disitulah kehebatan orang tua, melepaskan anaknya untuk mendapatkan pengalaman yang lebih baik dibandingkan tinggal bersamanya.

I LOVE YOU AND I MISS YOU MOM

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *