“Keluarga Bupati Adirozal” dan Eks Anggota Dewan Dilaporkan Ke Polres Kerinci 

  • Whatsapp
Ket Poto : kiri Jdl eks anggota Dewan Kabupaten Kerinci, tengah Suhendri korban/pelapor dan kanan, Mts "Keluarga Bupati Kerinci Adirozal." (dok)

Laporan : Tim Gegeronline.

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID– Permainan kotor Fee proyek (mendapatkan proyek dengan membayar Fee), kian terungkap di lingkup Pemkab Kerinci, setelah penangkapan Urma Diawan, (22/12/2021) lalu, “UR” panggilan populernya, juga tim sukses Bupati Kerinci, Adirozal, juga ada hubungan keluarga.

Bacaan Lainnya

Kini muncul kasus baru lagi, “oknum mantan anggota dewan Kerinci berinisial Jdl dan Mts keluarga Bupati Kerinci Adirozal berinisial Mts” diduga terlibat permainan Fee proyek sebagaimana dilaporkan dalam berita sebelumnya di Gegeronline.co.id & Beo.co.id Group, keterlibatan kotor permainan Fee proyek mengarah pada keluarga Adirozal, ada benarnya.

Berikut petikan penting laporan Wartawan Gegeronline dari Kerinci, Jambi. Dari data dan keterangan yang diperoleh dari

Suhendri salah seorang kontraktor telah membayar Fee proyek ke oknum “Jdl” mantan anggota DPRD Kabupaten Kerinci, dan “Mts” (swasta) yang dijanjikan proyek, ternyata keduanya ingkar janji (wanprestasi), maka diadukan korban ke Polres Kerinci, guna diambil tindakan hukum.

Dari kotornya permainan Fee proyek di lingkungan Pemkab Kerinci dengan Bupatinya DR.H. Adirozal MSi, dan oknum para pelakunya ada hubungan kekeluargaan, diharapkan masyarakat adanya konsekuensi moral dari aparat penegak hukum, guna memperlakukan hukum sama pada setiap orang, artinya tidak tebang pilih, kendati “Mts” keluarga pejabat penting di Kabupaten Kerinci, (saat) ini.

Dan apa yang dijanjikan, “Jdl & Mts” berupa pekerjaan proyek sama sekali tidak ada, diduga keduanya melakukan serangkaian “Penipuan”

Suhendri, tidak menerima proyek yang dijanjikan, dan dia merasa sudah ditipu. Kondisi sakit dan pahit ini membuat Suhendri tidak tinggal diam, dan terakhir mengambil langkah Hukum.

Dalam keadaan sakit dan sangat dirugikan, Ia (Suhendri,red) mendatangi Polres kerinci melaporkan Jdl mantan anggota DPRD Kabupaten Kerinci dan Mts, pada Selasa (11/01/2022).

Suhendri, kepada Wartawan Gegeronline.co.id mengatakan, “benar, saya sudah melaporkan Jendril dan Muhtison ke Polres Kerinci, dimana saya merasa tertipu telah membayar Fee puluhan juta rupiah untuk mendapat paket proyek yang sudah dijanjikan, itu ternyata bohong, ujarnya.

Namun sudah lebih satu tahun proyek yang dijanjikan tak kunjung saya dapatkan, urainya. Sementara saya sudah membayar Fee proyek ratusan juta,” ujar Suhendri.

Selanjutnya Suhendri mengatakan” awal mulanya saya mau memberikan Fee proyek, saat itu Jendril mendatangi saya dan mengatakan kalau dirinya orang dekat Bupati Kerinci Adirozal, mau memberikan saya proyek dengan catatan harus membayar Fee, dia meyakinkan saya, proyek yang dijanjikan itu ada, tidak bohong.

Saya pun tergiur dan menyerahkan uang untuk Fee proyek guna mendapatkan paket proyek yang di janjikan Jendril pun mengenalkan saya dengan Muhtison, dengan janji yang sama berharap bisa mengerjakan dua paket proyek saya pun membayar Fee proyek ke Muhtison.

Saya pun bersabar menunggu akan mendapat proyek, namun kesabaran saya habis proyek yang dijanjikan tak kunjung saya terima sampai saat ini.

Sehingga saya harus melaporkan ke Polres Kerinci dengan Bukti-bukti kwitansi yang sudah ditanda tangani. ” ujar Suhendri.

Selanjutnya Suhendri mengatakan. saya sudah mencoba menghubungi Jendril dan Muhtison untuk menyelesaikan permasalahan ini secara Baik-baik agar mengembalikan uang yang sudah saya berikan sebagai Fee proyek. Namun Jendril dan Muhtison, sudah tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang yang sudah saya berikan untuk Fee proyek tersebut. Mau tidak mau persoalan ini saya lanjutkan ke ranah hukum, ujarnya.

Lebih lanjut suhendri menambahkan, atas laporan saya terhadap Jendril dan Muhtison yang sudah menerima Fee dan menjanjikan proyek yang tidak pernah saya dapatkan ke Polres Kerinci, saya berharap pihak penyidik untuk serius dalam mengusut laporan saya yang sudah ditipu oleh keduanya.

Saya terus menggiring kasus ini, diusut sampai tuntas. Saya tidak terima, tindakan keduanya sudah melakukan penipuan terhadap

saya, dengan nilai ratusan juta rupiah untuk membayar Fee proyek ke Jendril dan Muhtison, dengan janji proyek yang tidak saya pernah terima, sampai saat ini.

Jhl & Mts, dihubungi secara terpisah, untuk mendapatkan keterangannya, sejauh mana kebenaran pengakuan Suhendri, atas pemberian uang ratusan juta rupiah, untuk membayar Fee proyek, dan disetorkan kepada siapa uang tersebut..???

Keduanya, belum berhasil dimintai keterangannya, dan telah diusahakan tim media ini ke Siulak Mukai, dan tempat lainnya di Siulak. Guna keseimbangan Informasi, (balaincy) keduanya menghilang?. (***)/BZ).

Editor/ Penulis & Penanggungjawab : Gafar Uyub Depati Intan.

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *