Dugaan “Permainan Kotor & Pencurian Volume SPAM” di Kerinci Mulai Terungkap

  • Whatsapp

Laporan : M. Marhaen, Sandra Boy Chaniago & Mariono

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Pembangunan Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi tahun 2021, Dinas PUPR C/q Bidang Cipta Karya (CK), sebanyak 10 paket menghabiskan anggaran DAK (Dana Alokasi Khusus) APBN, miliaran rupiah, namun kondisi riil fisik dilapangan amburadul?.

Bacaan Lainnya

Diduga keras, “ada permainan kotor dan pencurian volum secara fisik” ini patut diduga sejak awal Desember 2021 tim BEO.co.id telah menelusuri ke sejumlah lokasi, mengakhiri tahun anggaran 2021, terakhir di cek, 15 Desember 2021, terdapat 9 lokasi pipa terpasang terbuka (tidak tertutup), beratus-ratus meter panjang, dan sebagian tanpa dialiri air?.

Ironis memang Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM), justru tanpa air mengalir kerumah penduduk dengan pipa telanjang (tidak ditutup), seharusnya Bupati Kerinci DR. H. Adirozal, MSi, tahu masalahnya, tidak hanya batas menerima laporan selesai 100 Persen, tanpa pernah Sidak (Inspeksi mendadak), kelapangan yang berlokasi antara lain di Desa Sungai Betung Mudik, Kecamatan Gunung Kerinci dengan Pagu Rp. 375.000,000,- dengan HPS (Harga Pasar Setempat) Rp.374. 000, 999,- Kontraktor CV. Talago Indah, BERALAMAT dI Desa Talago Indah, Kecamatan Siulak, Kerinci.

Khusus pekerjaan SPAM Desa Sungai Betung Mudik, Airnya kecil, sebagian air tidak mengalir kerumah penduduk (tanpa air), sebagaimana penjelasan warga setempat kepada Tim Jurnalist BEO.co.id, 18 Januari 2022. Dan masyarakat yang belum dapat air, sama dengan selama ini. SPAM yang dibangun ini belum memberikan azas manfaat sebagai tujuan akhir pembangunan, (bermanfaat) untuk kesejahteraan masyarakat. Dan tidak sebaliknya?.

Apa lagi ini dana dari anggaran pendapatan dan belanja Negara sumber DAK (Dana Alokasi Khusus), artinya bersumber dari uang rakyat Indonesia, dari pembayaran pajak, perizinan dan sebagainya.

Dan harap difahami, bukan hanya batas pengucuran dana dari pemerintah pusat (APBN), untuk membantu masyarakat didaerah pengadaan air minum layak minum dan kebutuhan pencucian barang berupa pakaian, alat dapur (masak) dan keperluan lainnya, dengan dibangunnya SPAM seharusnya mampu memberikan pelayanan pada masyarakat khusus di pedesaan, karena sambungan dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), Kerinci belum sampai ke pedesaan?.

Dan belum punya banyak ranting, masyarakat sangat butuh air yang merupakan bagian dari proses jalan kehidupan sehari-hari, tanpa air masyarakat tidak akan bisa hidup (bertahan hidup) tanpa minum?. Kendati lokasi SPAM Sungai Betung Mudik, dinyatakan selesai (diterima), kondisi riil fisik dilapangan, pipa ada juga yang terpasang telanjang (tanpa pengamanan).

Jika cepat terjadinya kerusakan, ini jelas akibat pipa tanpa pengamanan, (terbuka) alias telanjang. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Hendri Donel, ST.MT, sebelum berita ini naik Pubblist sudah berulangkali dihubungi Wartawan kami dari Perwakilan Kerinci & Kota Sungai Penuh, (Sandara Boy Chaniago), dua WA yang digunakannya, “tidak aktif?”

Sampai laporan ini diturunkan, belum diperoleh secara teknis keterangan darinya, boleh atau tidak pipa dipasang oleh pihak Kontraktor dalam keadaan telanjang (tanpa pengamanan). Dan atau sebaliknya, khusus di Kerinci SPAM boleh terbuka, lain dengan daerah lainnya seperti di Provinsi Bengkulu, yang dilaporkan Wartawan BEO.co.id, harus dalam keadaan tertutup, tidak terbuka seperti terjadi di sejumlah lokasi di Kerinci.

Dan kondisi terparah juga terjadi di Desa Giri Mulyo Kecamatan Kayu Aro Barat, dengan nilai kontrak sebebesar Rp.499. 999-799, 23,-), dikerjakan CV TALAGO INDAH, alamat Desa Talago Indah Kecamatan Siulak Kerinci. Berarti perusahaan yang satu ini mengerjakan dua lokasi, Sungai Betung Mudik dan Giri Mulyo dengan nilai lebih kurang Rp. 800 Juta, satu perusahaan.

Sumber mengungkapkan, ada dugaan perusahaan ini punya hubungan baik dengan Dinas PUPR dan Bupati Kerinci. Benarkah…? Terlepas semua hubungan baik itu, yang penting seharusnya mampu menunjukkan kinerja baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kerinci, khusus di dua Desa tersebut. Ini justru, amburadul, pipa terbuka sepanjang lebih kurang 2 kilo meter.

Dapat kita bayangkan, sepanjang lebih kurang 2000 meter itu, jika terjadi cepat kerusakannya (tidak sesuai rencana umur bangunan), berarti sulit dikatakan mendukung program Bupati Kerinci, dengan visi dan misi pembangunan Kerinci lebik baik berkeadilan (KLB-Berkeadilan). Kondisi pekerjaan patut diduga “amburadul” ini, akan dapat mengurangi dan menghilangkan kepercayaan pemerintah pusat, karena sumber dana dari APBN.

Karena SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) untuk masyarakat khusus Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2021, tidak memberikan azas manfaat maksimal, dan belum lagi jika dilihat kebelakang dan tahun-tahun sebelumnya banyak SPAM dan Penyediaan Air Minum berbasis masyarakat, menjadi “tugu kematian tanpa makna alias mubazir, namun selalu lolos dari jeratan Hukum?. Awak media ini akan berusaha mengungkapkan secara jujur demi kepentingan yang lebih besar, tanpa kebencian.

Berikutnya SPAM jaringan perpipaan Desa Koto Baru Kecamatan Kayu Aro, Kerinci pagu dana Rp. 450.000,000,- dengan nilai HPS (Kontrak) Rp.449. 994.043, 99,- dikerjakan CV. LANANG CITY, yang beralamat Jalan Raya Simpang Tigo Koto Lanang kondisi riil dilapangan sampai 18 Januari 2022, (Selasa) tidak ditanam (tertutup) aman, dibiarkan terletak diatas tanah.

Ketiga paket tersebut, hasil finish penawarannya sangat kecil menguntungkan Negara, bahkan penawaran pemenang mendekati nilai pagu proyek, Ironisnya lagi dalam pelaksanaannya, tidak sesuai standar teknis SPAM yang baik, berfungsi dan aman.

Hasil pekerjaan secara fisik sangat memperihatinkan, diduga “tetap dicairkan 100 %, inilah yang memunculkan pertanyaan, ada dibalik semua itu?” Jika tak ada dugaan permainan kotor, pencairan dana harus sesuai dengan pencapaian hasil pengerjaan fisik secara murni, bukan rekayasa kotor untuk menghabis anggaran tanpa, bisa mensejahterakan masyarakat untuk memudahkan mendapatkan air minum yang layak dan bersih, guna memenuhi kebutuhan hidup ratusan ribuan warga masyarakat setempat.

Dari pantauan langsung Wartawan media ini kesejumlah lokasi SPAM tahun anggaran 2021, jika tidak diperbaiki sesuai teknis akan merugikan “keuangan Negara ratusan juta rupiah.” Dan untuk dimaklumi, pengadaan SPAM dan peningkatannya guna mewujudkan perolehan air yang cukup bagi warga masyarakat yang sudah lama menjalani kesulitan, bagi pemenuhan kebutuhan air bersih kebutuhan hidup mereka.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Safrida Iriyani, ST. MT, dikonfirmasikan tertulis Via Whatsapp, sehubungan disejumlah lokasi pemasangan Pipa telanjang (terbuka) tanpa pengaman?. Kami meminta penjelasan PPK. Apakah pernah melihat secara langsung kondisi riil fisik dilapangan sebelum tanggal,15 Desember 2021?

Pertanyaan berikutnya, apakah pernah kelapangan melihat kondisi riil secara fisik SPAM sesudah tanggal, 25 Desember 2021 sampai saat ini, (18 Januari 2022), atau sekitar kurun waktu 24 hari kerja?

Dan pertanyaan terakhir, apakah sudah dibayar 100 % ?. Ketiga pertanyaan tersebut tidak pernah dijawab, hingga berita ini diturunkan. Guna keseimbangan informasi (balancy).

Padahal banyak persoalan penting seputar penggunaan keuangan Negara yang nilainya miliaran rupiah, bersumber dari dana DAK APBN 2021 untuk pembangunan SPAM dan Peningkatannya guna mensejahterakan masyarakat sebagai pemanfaat jasa pembangunan, teknis dan non teknis, agar memberikan azas manfaat sebagai tujuan akhir pembangunan, dilokasi masing-masing, perlu penjelasan PPK dan PPTK, keduanya memilih diam?.

Kasus dugaan penyimpangan SPAM di Kabupaten Kerinci 2021, jauh sebelumnya sudah dikirimkan pertanyaan tertulis dilengkapi foto lapangan (kondisi riil), per-15 Desember 2021, disampaikan kepada Kadis PUPR, Kerinci, (Maya Novefri Handayani, ST dan Bupati DR. H. Adirozal, M.Si, sama sekali tidak dijawab, dan terkesan aparatur pemerintah dilingkungan Pemkab Kerinci, “sangat tertutup” bila konfirmasi dilakukan Wartawan bernada Kontrol terhadap jalannya pelaksanaan pembangunan di Kerinci.

Jadi pembangunan Kerinci Berkeadilan (KLB Berkeadilan), Visi dan Misi Bupati Kerinci tidak berjalan sesuai harapan masyarakat dan janji sakral Adirozal pada rakyat Kerinci, saat mencalon dan ditetapkan sebagai program lima tahun dalam visi dan misinya, 2019 – 2024 mendatang. (*).

Laporan : Tim BEO.co.id, (BiDiK07 ELANG OPOSISI).
Editor/ Penulis & penanggungjawab : Gafar Uyub Depati Intan.

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *