SPAM Teknologi yang Ramah Lingkungan Mewujudkan Pengadaan Air Minum Masyarakat

Oleh: Gafar Uyub Depati Intan

Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM), sebuah teknologi yang ramah lingkungan, hemat energy dan airnya bersumber dari kekayaan alam kita Indonesia, dari Ciptaan tuhan yang maha kuasa (Allah SWT), gratis tidak dibeli. Pengadaan air minum yang bersih (layak minum), bebas dari zat yang membahayakan saat digunakan masyarakat, yang selama ini krisis air.

Bacaan Lainnya

Pembangunan secara fisik SPAM, selain ramah lingkungan, harus mampu memberikan azas manfaat kepada masyarakat luas (kemaslahan orang banyak), sebagai tujuan akhir pembangunan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih, (layak minum).

Maka pengadaan SPAM, dikhususkan bagi masyarakat yang selama ini kesulitan air bersih, terutama di pedesaan yang sulit dijangkau oleh perusahaan daerah air minum (PDAM) secara langsung atau melalui ranting (cabang-cabang) dari PDAM itu sendiri. Maka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat diperlukan SPAM. Tidak banyak menggunakan energy, hemat dan efesien.

Maka pembangunan sarana dan prasarananya harus hemat dan kokoh berfungsi normal dan mendatangkan air dan benar-benar sampai kerumah penduduk (berfungsi) dengan baik setelah selesai dikerjakan (serah terimakan) pada masyarakat.

SPAM, tidak boleh gagal mengadakan air yang cukup, untuk sebuah Desa atau beberapa Desa yang membutuhkannya. Karena sebelum dibangun untuk memastikan kecukupan air untuk sebuah kelompok (Desa) dan atau untuk beberapa Desa. Harus dipastikan dulu dengan hasil survey yang valid dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepastian Debiet air yang cukup, bersih (layak minum), harus dilakukan secara cermat dan menghadirkan tenaga ahli dibidangnya. Dan tidak bisa main tunjuk lokasi (bernuasa politis), kelayakkan hasil survey harus terjamin kesediaan airnya, untuk kurun waktu tertentu bisa sepuluh tahun, lima belas tahun, dua puluh lima tahun dan seterusnya.

Dan jangan sampai SPAM, berumur pendek dibawah lima tahun. Dan letak bangunan utamanya (bangunan induk), sumber airnya harus benar-benar terjamin kecukupan airnya untuk sebuah Desa atau beberapa Desa yang direncanakan dibangun SPAM.

Dan letak lokasi bangunan utama (penyadap awal), harus dihitung dengan denah (elevasi) yang akan dialirkan air melalui Pipa terpasang betul-betul airnya bisa mengalir dengan baik. Dengan kata lain, air secara alami akan mengalir ketempat yang lebih rendah.

Jika perhitungan denah (tempat) yang akan dialiri lebih tinggi, maka tekanan (daya hantar), tidak akan mampu menghantarkan air secara normal, tak heran sering ditemukan adanya pipa yang meledak, rusak dan pecah atau tanggal dari sambungannya.

Program SPAM, sangat ditunggu masyarakat terutama Kelompok, dan masyarakat desa yang kesulitan air minum (bersih) selama ini. Apa lagi SPAM diprogramkan untuk seluruh Indonesia, Sabang sampai Marauke, maka penanganan SPAM, mulai dari Survey awal penentuan airnya cukup atau tidak, harus dipastikan.

Dan lokasinya, juga harus dipastikan tidak berada dalam atau diatas tanah bermasalah. Dengan kata lain topografinya daerahnya baik, bila dibangun SPAM, benar-benar dapat mencapai tujuan akhir pembangunan SPAM sama dengan bangunan lainnya memberikan azas manfaat.

Dan saat Survey dilakukan, selain memastikan kecukupan debiet air yang akan dialirkan, guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Penting dilakukan penyuluhan secara terpadu, memberikan penjelasan (pengertian) pada masyarakat bahwa Pipa yang akan dipasang melewati pekarangan atau tanah masyarakat supaya difahami masyarakat dan tanpa ganti rugi.

Dan jangan sekali-kali pada saat pelaksanaan pembangunan (pengerjaan secara fisik), banyak masyarakat menolak pemasangan pipa ditanahnya. Dan akan menimbulkan masalah baru?. Dalam pembangunan kita harus mengutamakan kepentingan yang lebih besar (bersifat umum), berfungsi dan bermanfaat.

Dan tidak sekali mengejar taget pengucuran dana yang besar, tapi tidak mampu menjawab tantangan, akan kebutuhan air minum bagi masyarakat.

Pengawas Independen : Dalam pelaksanaan pengerjaan fisik, guna

memaksimalkan secara teknis dan kokoh diperlukan pengawas yang independen, mampu dan jujur melaksanakan tugas pengasan sesuai petunjuk teknis pembuatan SPAM.

Pengawas Independen yang dimaksudkan bukan dari masyarakat umum, tetap yang ditunjuk oleh dinas dan instansi terkait dan atau OPD (Organisasi Perangkat Daerah), yang mengelola fisik dan keuangan dari Dinas PUPR setempat. Independen dimakasudkan dalam melaksanakan tugasnya, berani menerapkan petunjuk yang benar sesuai teknis. Tanpa di intevensi oleh pihak manapun, termasuk atasan langsung.

Karena pengawas SPAM, sudah bersifat keahlian dibidangnya, dengan kata lain sebelum ditunjuk sebagai pengawas pelaksaan pengerjaan fisik, minimal telah mengikuti pendidikan (Pelatihan) tentang pengadaan air minum, jika perlu bersertifikat kemampuan sesuai dengan jenjang pendidikannya.

Jadi tidak ada alasan lagi, begitu bangunan SPAM selesai dikerjakan dan diserahkan pada masyarakat dalam pengoperasiannya, kokoh, berfungsi dan bermanfaat bagi masyarakat.(***)

Penulis : Pemimpin Redaksi BEO, dan Gegeronline.co.id, Ketua Dewan Pimpinan Daerah KOMITE WARTAWAN REFORMASI INDONESIA (DPD-KWRI) Provinsi Bengkulu, Pengamat Kemiskinan, Sosial dan Kemanusiaan. Asli Putra Asal Kerinci. Tinggal di Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *