Dibayar 100 Persen, Proyek SPAM Rp 4,8 M di Kerinci Amburadul

  • Whatsapp

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID – Kasus proyek Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi tahun anggaran 2021 sebanyak 10 lokasi kegiatan dengan nilai kontrak Rp.4,8 miliar sudah dibayar 100 % kendati hasil pekerjaan, ‘’acak-acakan alias amburadul’’ pipa dalam keadaan telanjang (terbuka) tanpa pengaman. Hanya di Kerinci lah pembangunan SPAM boleh terbuka. Dan dinyatakan selesai ada yang airnya tidak naik sebagian seperti di Desa Sungai Betung Mudik, RT 5 Dusun 3, namun tetap dianggap baik dan dibayar 100 persen.

Permainan kotor itu, patut diduga adanya perbuatan (tindakkan) berkolaborasi antara oknum Kontraktor dengan Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, dibawah Kadis Maya Novevfri Handayani, ST. Dan penanggungjawab teknis Hendri Donel, ST. MT selaku pejabat pelaksanaan teknis kegiatan (PPTK) dan Ida Iryani, ST. MT selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Keduanya, dengan latar belakang basic pendidikan teknik sipil, seharusnya tak perlu diragukan lagi kemampuannya melaksanakan pengawasan secara teknis?. Kata sumber kompeten layak dipercaya kepada BEO.co.id, 4 Fabruari 2022.

Bacaan Lainnya

Dugaan berkolaborasinya Dinas PUPR dengan Kontraktor SPAM rusak nama baik dan citra Bupati Kerinci, DR H Adirozl, MSi, jelas sumber. Buktinya dugaan pengerjaan fisik, banyak yang amburadul, (asal-asalan) alias jadi (asal terpasang), tidak memperhatikan azas manfaat untuk waktu tertentu, sesuai rencana umur bangunan.

Jika bangunan Pipa terpasang terbuka tanpa pengamanan, patut diduga terjadi pengurangan volume pekerjaan. Pekerjaan seperti itu diterima oleh PPTK (Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan), Hendri Donel, ST.MT, untuk SPAM T.A. Kerinci 2021, sebanyak 10 paket. Sebagai lampiran pencairan dana kontrak 100 %.

Alfikri, 33 tahun dari Dusun Baru Siulak Panjang, Kecamatan Siulak pernah menghubungi redaksi media ini beberapa waktu lalu, mengatakan, ‘’saya asli dari Siulak Panjang, keponakan dari dokter Nasrul Qadir, dan punya pekerjaan SPAM di Desa Sungai Betung Mudik, dan Giri Mulio, Kayu Aro, selalu diberitakan dan sangat dirugikan, dan yang tidak beres, sudah saya kerjakan kembali, sehingga cabik kantong dan mengeluarkan dana banyak lagi untuk memperbaikinya’’ jelas Alfikri.

Dari pemantuan Tim BEO.co.id, Sandra Boy Chaniago, Mariono dan Muhammad Marhaen Dj, hasil chek and richek mereka kelapangan tidak diketahui siapa pemilik pekerjaan (pemodal), bisa saja terjadi pihak yang mengerjakan ada hubungan kekeluargaan, namun kita tak bisa menepis, data laporan yang disampaikan pada redaksi, hanya batas temuan lapangan, keterangan pihak (masyarakat) pemakai air. Dan kondisi riil fisik proyek dilapangan. Sebagai pertimbangan untuk dipublist, layak atau tidak diberitakan, jelas Muhammad Marhaen, pada redaksi media ini.

Kini kasus SPAM Kerinci T.A. 2021 yang menghabiskan dana Rp.4,8 miliar itu telah dibawa Hearing oleh Komisi 3 DPRD Kerinci, 31 Januarai 2022 (Senin), kesimpulan sementara pihak Komisi 3, akan turun kelokasi 11 Februari 2022 satu minggu kedepannya. Komisi 3, akan melihat dengan kasat mata (dengan mata telanjang).

Soalnya berdasarkan hasil chek and richek Tim BEO.co.id, 15 Desember 2021, 14 Januari 2022, 18 Januari 2022, 19 Januari 2022 dan 26 Januari 2022, kondisi riil fisik, ‘’amburadul’’ patut diduga bernuasa korupsi, dengan cara menghilangkan (mengurangi) volume fisik, sebagaimana telah dijelaskan disejumlah berita sebelumnya.

Kadis PUPR Kerinci, Maya Nofebri Handayani, ST dalam Hearing mengakui dan menjelaskan pembayaran 100 % sesuai dengan kontrak, dengan kata lain sudah dilunasi, dikutif kembali.

Kini, kita tunggu kinerja Komisi III DPRD Kerinci yang janjinya akan turun melakukan chek and richek kelapangan, seriuskah atau tidak? Namun, niat dan kerja keras Komisi 3 yang di ketuai Irwandri Kader muda dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Besutan Jenderal Prabowo Subianto, ini membuktikannya?.

Tidak Benar Wartawan Memborong: Adanya rumor berkembang, dalam pengerjaan SPAM dalam 10 paket diantaranya dikerjakan oleh oknum Wartawan, itu tidak benar. Awak media ini, menelusuri data riil secara tertulis, belum ditemukan dokumen-dokumen yang menyebutkan adanya oknum Wartawan yang memborong SPAM.

Dari keterangan yang dihimpun awak media ini, terlepas soal siapa yang mengerjakannya, yang penting kemampuan menyelesaikan sesuai petunjuk teknis dari PPTK, dan penerapan Rencana Anggaran Biaya (RAB), berfungsi bermanfaat bagi kepentingan masyarakat setempat. Azas manfaat, sebagai tujuan akhir pembangunan. (+ _ )

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *