Waspada, Gejala Omicron Ini Muncul Malam Hari Saat Tidur 

  • Whatsapp

JAKARTA,GEGERONLINE.CO.ID – Gejala Covid-19 varian Omicron bisa terlihat jelas dan terasa, salah satu yang muncul terjadi pada malam hari saat tidur, misalnya keringat malam. Selain itu, ada beberapa gejala lain pasien terinfeksi omicron. Mulai dari demam atau kedinginan, batuk, sesak napas atau kesulitan bernapas, sakit kepala, hingga kehilangan rasa atau penciuman.

Berikutnya ada juga yang merasakan sakit tenggorokan atau suara serak, hidung tersumbat atau berair, mual atau muntah, diare, suhu tinggi, batuk secara terus menerus, dan sakit pinggang. Gejala berikutnya adalah nafsu makan berkurang, delerium, mulas, kembung, kelumpuhan tidur, ruam kulit, Covid Tongue, Covid Toes atau Fingers, sakit dada, dan sakit perut.

Bacaan Lainnya

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO angkat bicara terkait varian BA.2 atau omicron siluman. Lembaga itu menyebutkan BA.2 jauh lebih menular dari BA.1 namun tingkat keparahan keduanya sama. Jika ada lonjakan Omicron lagi, maka akan melihat lebih banyak BA.2.

Selain itu WHO juga memperingatkan Omicron tidak ringan, meskipun mungkin lebih ringan dari Delta, dikutip dari Live Mint, Minggu (27/2/2022).

Sejumlah penelitian juga menyebutkan Omicron siluman menyebabkan infeksi yang parah seperti Delta. Namun penelitian tersebut belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Sementara itu menurut studi di Inggris, orang yang terinfeksi menunjukkan gejala yang berhubungan dengan usus. Siluman Omicron dilaporkan telah menyebar dengan cepat di negara itu.

“Kita tahu bahwa virus ini menyebar ke bagian tubuh yang berbeda. Ada kemungkinan Omicron atau varian lain menyerang usu. Dan ini tidak akan terlihat di hidung, jadi bisa terkena infeksi usus namun tidak terlihat positif,” ujar profesor studi gejala Covid ZOE, Tim Spector kepada The Sun.

Pasien mengeluhkan enam penyakit berhubungan dengan usus pada saat terinfeksi. Mulai dari mual, diare, muntah, sakit perut, mulas, dan kembung.

Aplikasi Zoe Covid sebelumnya melaporkan Diare sebagai gejala Covid. Namun memasukkan gejala tersebut sebagai bagian dari kategori ‘kurang terkenal’.

“Kami masih menyelidiki apa artinya peningkatan laporan gejala gastrointestinal seperti diare, melewatkan makan dan sakit perut, yang lazim dengan varian sebelumnya, karena peningkatan tersebut nampaknya tidak terkait dengan mereka yang positif Omicron,” jelas sebuah studi ZOE.

Sumber : CNBC Indonesia

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *