Gunakan Galian C Ilegal, Proyek Bandara Kerinci Rp. 31 M Didemo

  • Whatsapp
Poto : para pendemo saat menggelar aksi di halaman Kejaksaan Tinggi Jambi, Kamis (17/3/22).

JAMBI,GEGERONLINE.CO.ID – Aksi unjuk rasa sejumlah massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat Pergerakan Aktivis Sejati (LSM Petisi) Sakti di Kejati Jambi, Kamis (17/3/2022) terkait dugaan adanya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) pada pelaksanaan proyek pembangunan penyiapan lahan sisi darat tahap I Bandara Depati Parbo Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi tahun anggaran 2020-2021 yang dikerjakan oleh PT. Ros Karya Mulya dan CV. Kihendra Pratama yang yelah menghabiskan dana sebesar Rp. 31 Milyar lebih.

Diketahui Kegiatan tersebut pada tahun anggaran 2020 dikerjakan oleh PT. Ros Karya Mulya dengan nilai kontrak sebesar Rp.16.727.691.560. Kemudian pada tahun anggaran 2021 dilanjutkan oleh CV. Kihendra Pratama dengan nilai kontrak Rp. 14.726.000.000.

Bacaan Lainnya

Adapun tuntutan pendemo meminta kepada Kejati Jambi untuk memeriksa Farel Parepar Kepala Bandara Depati Parbo Kerinci, Direktur CV. kihendra Pratama, Direktur PT. ros Karta Mulya, dan Kadis ESDM Provinsi Jambi.

Selain itu pendemo juga minta pihak berwenang untuk mengaudit hasil timbunan yang telah dilakukan dan segera mengembalikan kerugian negara untuk pajak dan PAD. karena pihak rekanan diduga menggunakan material timbunan yang diduga tidak memiliki izin galian C.

Deliman Kordinator aksi dalam orasinya menyampaikan “Pembangunan penyiapan lahan sisi darat tahap I ini diduga kuat tidak memiliki izin galian C, patut diduga sudah merugikan keuangan Negara karena tidak mengikuti uji kelayakan dan tidak masuk setoran Pajak ke kas Daerah,” ujarnya dalam orasi.

“Pihak Kejati Jambi sudah seharusnya melakukan penindakkan karena sudah lama kegiatan tersebut dilakukan dan segera melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku yakni pihak rekanan yang mengerjakan,” tegasnya.

“Kami mendesak agar Kejati Jambi untuk memeriksa Kepala Bandara Depati Parbo dan rekanan atas dugaan penggunaan material timbunan ilegal yang diduga tidak memiliki izin, pihak hukum khususnya Kejati Jambi jangan main-main dengan dampak besar yang terjadi, selain merugikan Negara, ketahanan fisiknya juga tidak bisa dipertanggung jawabkan,” tutupnya.

Sementara itu, Kejati Jambi melalui Kasi Pinkum menyambut baik aksi terkait dugaan KKN lingkup Bandara Depati Parbo Kabupaten Kerinci dan akan menindak lanjuti atas laporan LSM Petisi Sakti.

“Terima kasih banyak atas kedatangan rekan LSM Petisi Sakti atas kepedulian terhadap pembangunan di Kabupaten Kerinci, dan hari ini laporannya kita terima dan segera kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Hingga berita ini dipublis, pelaksana kegiatan tersebut belum berhasil dikonfirmasi. (red)

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *