Kembali Berulah, Kades Ladeh Salahgunakan Dana Bumdes

  • Whatsapp

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Kepala Desa Ladeh Candra Setiawan kembali bikin ulah lagi, pasalnya realisasi anggaran penyertaan tambahan modal untuk Bumdes dinilai tidak tepat sasaran, akibatnya masyarakat banyak mengeluh.

Menurut salah satu warga setempat dana BUMDes Ladeh diduga disalahgunakan Kades Candra Setiawan karena dalam penggunaan dana tersebut tidak sesuai dengan prosedur pengelolaan yang ditetapkan, apalagi pengurus BUMDes juga tidak jelas, bahkan sejumlah warga justru tidak mengetahui siapa pengurus BUMDes Ladeh, jika memang ada pengurus seharusnya Kades menyerahkan anggaran tersebut ke pengurus BUMDes agar realisasinya bisa tepat sasaran sesuai yang direncanakan, selanjutnya pelaksana operasional wajib melaporkan pertanggungjawaban pengurusan dan pengelolaan BUMDes kepada Kepala Desa secara berkala.

Bacaan Lainnya

Penyertaan modal dari Pemerintah Desa dalam bentuk pembiayaan dan kekayaan Desa yang diserahkan untuk dikelola sebagai bagian dari usaha BUMDes untuk dikembangkan agar bisa meningkatkan pendapatan asli Desa, ungkap warga.

Sejauh ini, lanjutnya keberadaan BUMDes tidak begitu memberikan dampak baik bagi masyarakat Desa Ladeh, karena dana BUMDes diduga diberikan dalam bentuk bantuan yang disalurkan oleh Kepala Desa Ladeh kepada warga tertentu yang ditunjuk oleh Pemerintah Desa.

“Anehnya, BUMDes diberikan kepada warga dalam bentuk bantuan, kriteria warga yang menerima bantuan dari BUMDes juga tidak jelas. Apakah warga miskin atau warga kriteria bagaimana yang berhak menerima. Justru yang menerima bantuan itu warga yang terbilang mampu,” terangnya.

“Kita minta pihak Inspektorat bisa turun, mengecek langsung BUMDes Ladeh. Untuk memastikan keberadaan dan alokasi BUMDes tersebut. Selain itu BUMDes tidak jelas unit usaha yang dikembangkan, sudah empat tahun pernyataan modal dan tidak memberikan manfaat kepada masyarakat,” terangnya.

Ditambahkannya, selain BUMDes realisasi Dana Desa Ladeh juga dinilai tidak transparan dalam pelaksanaannya. tidak ada transparansi dalam pengelolaan Dana Desa, hal ini dapat dilihat dari tidak dipasangnya info grafik di Desa Ladeh, akibatnya masyarakat setempat tidak dapat mengetahui berapa Dana Desa dan diperuntukkan kemana?

“Permasalahan kinerja Kepala Desa Ladeh sudah sering dikeluhkan, bahkan tidak pernah melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) setiap pembahasan RKPD sehingga warga tidak jelas kemana peruntukkan Dana Desa kita juga meminta kepada tim Kecamatan lebih jeli dalam mengevaluasi RKPDes Agar tidak terjadi gejolak di masyarakat,” jelas warga yang minta namanya dirahasiakan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kerinci, Syahril Hayadi saat dikonfirmasi Kamis 17/03/22 via WhatsApp terkait pernyataan modal Bumdes yang dibagikan sebagai bantuan kepada masyarakat menjelaskan tidak ada aturan modal BUMDes dibagikan kepada masyarakat. Jelasnya dengan singkat.

Sementara itu Kades Ladeh Candra Setiawan beberapa kali dihubungi via telepon dan WhatsApp tidak bisa dihubungi karena sudah memblokir nomor telepon dan WhatsApp awak media. (Tim)

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *