Bayi di Kerinci Meninggal Diduga Akibat Malpraktek Oknum Bidan Desa

  • Whatsapp
Poto : Bayi yang meninggal dunia di Desa Batang Merangin Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi yang diduga akibat dari Malpraktek oknum Bidan Desa. (poto Mmk).

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID
Seorang Bidan Desa di Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi diduga melakukan mal praktek yang mengakibatkan salah seorang bayi berjenis kelamin laki-laki meninggal dunia saat 3 jam setelah dilahirkan.

Bayi laki-laki yang meninggal tersebut merupakan anak dari pasangan Alek dan Asri, peristiwa itu terjadi pada Kamis (12/08/2021) lalu saat Asri (17) menjalani proses persalinan di rumah Bidan berinisial TPM yang dibantu Bidan M di Dusun Batang Merangin Kecamatan Batang Merangin.

Bacaan Lainnya

Subekti kakek korban saat dimintai tanggapannya di kediamannya, Senin (23/5/2022) kepada media Geger Online membenarkan kajadian tersebut dan sangat menyayangkan kejadian yang mengakibatkan kematian cucunya yang sangat dinantikan oleh keluarga.

Ia menambahkan, cucu saya meninggal dunia saat umur 3 jam setelah dilahirkan berat badannya 4 Kg yang menunjukkan bahwa bayi kelihatan sehat dan baik-baik saja. Hingga kini pihak keluarga sangat terpukul dan merasa kehilangan sosok bayi yang baru beberapa jam bisa bertemu, tambahnya.

“Saat lahir bayi berjenis kelamin laki-laki yang belum diberikan nama, meninggal dunia dengan kondisi sehat dan berat badan 4 Kg, persalinan dibantu oleh bidan Desa berinisial TPM dan M. Diketahui yang bidan M masih ada hubungan keluarga dengan bidan TPM,” terang Subekti.

Sumino Kepala Desa Batang Merangin dikonfirmas media Gegeronlineco,co.id yang didampingi LSM GERAK dan LSM FAKTA ( 23/5/2022 ) mengatakan, saya mendengar kabar ada warga saya yang melahirkan, menurut informasi bayi yang dilahirkan itu meninggal. Pada saat bayi lahir terlihat sehat dan baik-baik saja tetapi beberapa jam kemudian bayi tersebut meninggal dunia saat ditangani oleh Bidan Desa berisialTPM dan dibantu oleh Bidan M.

Sumino menambahkan, setahu saya bidan TPM sudah diberhentikan dari Puskesmas Muaro Imat pada Juni 2021, sedangkan bidan M saya tidak kenal karena bukan warga saya. Menurut informasi dari warga bidan M ikut serta membantu bidan TPM pada saat melakukan proses persalinan, tambahnya.

“Saya menduga bidan TPM tidak mempunyai surat izin dari dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci untuk buka praktek di rumahnya,” tegas Sumino (Mmk)

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *