Berqurban Untuk Mengingat Allah SWT Serta Membangun Kebersamaan

 Oleh: Gafar Uyub Depati Intan 

Berqurban tanpa batas untuk mengingat Allah SWT, atas rahmat yang diberikan, terutama bagi orang yang sudah mampu dan ikhlas, untuk berbagai sesama umat tanpa membedakan status sosialnya.

Bacaan Lainnya

Pada hakikatnya, semua ibadah untuk mendekatkan diri dan mengingat Allah SWT merupakan pengorbanan. Begitu juga ibadah Qurban yang mengorbankan sesuatu untuk disembelih sebagai media mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan maha segalanya. Tulis sejumlah media/pendapat para ahli/guru dalam Islam, ditulis sumber ATC News dikutif kembali.

Ibadah kurban merupakan ibadah yang paling menarik. Hal tersebut karena di waktu tertentu manusia diperintahkan memberikan pengorbanan sebuah sembelihan yang didapatkan dengan cara yang halal untuk dibagikan ke masyarakat. Hari rayanya disebut dengan Idul Adha.

Ternyata, ibadah lain pun membutuhkan pengorbanan. Menurut Ustaz Faris BQ, penyebutan Idul Adha bisa dengan dua macam, yakni Idulqurban dan udhiyyah. Kurban berarti mendekat, ingin naik pangkat dan mendekat kepada Allah SWT. Sedangkan udhiyyah artinya pengorbanan.

“Dalam diri manusia harus mempunyai ruh attudhiyyah (ruh pengorbanan).

Artinya, seluruh ibadah pada hakikatnya adalah cara seorang hamba ingin dekat kepada Allah SWT. Seseorang yang ingin meng-upgrade kehidupannya tergantung pada usahanya mendekatkan diri kepada Allah,” kata Ustaz Faris BQ dalam Webinar Peradaban Qurban yang diadakan Aksi Cepat Tanggap, Kamis (11/6/2021).

Qurban juga menggunakan kata udhiyyah, berarti pengorbanan, karena asal katanya adalah attudhiyyah. Seluruh ibadah dalam Islam hakikatnya untuk pengorbanan sesuatu kepada Allah SWT. Juga dalam ibadah ada pengorbanan yang harus kita lakukan.

“Misal kita bangun malam salat tahajud, itu mengorbankan rasa kantuk untuk Allah SWT. Kita berinfak atau menyerahkan hewan kurban, berarti ada sesuatu yang dikorbankan untuk Allah dan setiap manusia melakukan hal itu,” kata Ustaz Faris.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 32 yang artinya “Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhan mu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).”

Dalam ayat tersebut, lanjut Ustaz Faris, pertama, kurban telah disyariatkan untuk semua umat manusia, tak terkecuali umat Nabi Muhammad SAW. Kedua, kurban sebagai media untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Jadi kesimpulannya, kurban adalah ibadah yang tanpa batas. Semua ibadah hakikatnya berkorban termasuk berkurban. Bahkan kurban telah dilakukan sejak Nabi Adam dan akan dilakukan semua umat hingga akhir zaman. Lalu digunakan sebagai media mengingat Allah. Media ibadah itu tidak hanya salat, kurban juga bisa. Inilah arti kurban sebagai ibadah yang tanpa batas,” jelasnya.

Penulis juga merangkum dari Tiem Media Gegeronline & Beo.co.id, dari Kabupaten Rejang Lebong. Dan Kabupaten/ Kota dan Propinsi di Bengkulu, ini menunjukkan betapa Islam itu memberi kita semua petunjuk untuk berbagai dan membangun rasa kebersamaan, tanpa melihat status sosialnya.

Berikut petikan dari Rejang Lebong, Hari Raya Qurban, Menanamkan Semangat Barbagi Di Rejang Lebong, sebagaimana dilaporkan dua journalist Eka Putra Jaya & Pejka Raki Intan Jaya

Semangat Idul Adha 1443 H, 10 Juli 2022 M, yang juga di kenal Hari Raya Qurban, adalah Momentum menghidupkan kembali dan menanamkan semangat Barbagi, Mendermakan sebagian Nikmat yang di miliki bagi yang Mampu.

Pantauan Tim Wartawan Media Geger online & Beo.co.id beberapa tempat, Seperti Pemontongan Herwan Qurban yang berada di Gang Kenangan Kelurahan Jalan Baru dari Kelompok, Perantau Tanah Datar Sekitarnya (Pertadas) dengan Ketua Panitia Qurban, Dr Hendra Hermi, yang juga Dosen di STAIN Rejang Lebong, dengan di bantu puluhan Orang Panitia, Menyembelih 9 Ekor Sapi.

Untuk dibagikan kepada Masyarakat sekitar yang b

erjumlah 800 Kupon. demikan juga yang dilakukan di Masjid Mutaqin Jalan Baru, dengan ditangani, Lili Hanafi sebagai Ketua RW 04 kelurahan Jalan Baru, dengan jumlah Hewan Qurban terdiri dari 3 Ekor Sapi dan 9 Ekor Kambing, untuk dibagikan kepada 500 penerima, ujarnya.

Duyeng sapaan Akrab untuk Ketua Panitia Qurban di Masjid Mutaqin tsb. di lingkungan Pasar Tengah, tepatnya di Musholah Nurul Iman kelompok Minang Sulit Air Sepakat ( SAS )

Yang diKetuai H, Aprizal D, juga melaksanakan Pemotongan Qurban 8 Ekor Sapi dan 3Ekor Kambing, namun dua Ekor Kambing di Berikan ke Desa Lubuk Kembang untuk di Potong di Pemakaman Desa, dimana didesa itu tersebut ada Anggota Kelompok SAS, Kelompok SAS terdiri dari 50KK (kepala keluarga) yang hampir semua nya Peserta Qurban, ujar Ustad Aprizal kepada Wartawan Geger Online, menutup Pembicaraan nya.

Dari RT  09 Lingkungan III Kelurahan Air Putih Baru, Curup Selatan, pemotongan hewan Qurban 1 ekor Sapi, 1 ekor Kambing, dibagikan kepada 180 termasuk panitia. Dibagikan merata tanpa melihat status sosialnya, kata Ketua Panitia Derri Efendi, MA.SPd, MM kepada tim Beo dan Gegeronline.

Dan pendistribusiannya berlangsung pukul 12.00 WIB sampai selesai, dilaksakanakan 10 orang panitia, jelas Derri. Dari pengamatan redaksi media ini, hampir seluruh desa di Kabupaten Rejang Lebong, berlangsung pemotongan hewan Qurban, untuk berbagi sesama sebagai wujud rasa kebersamaan, tanpa membedakan suku, ras, agama dan antar golongan.

Berkah untuk semuanya, tanpa membedakan status social, membangun rasa kebersamaan untuk semuanya. (***)

Penulis : Pemimpin Redaksi Media BEO.co.id dan Gegeronline.co.id Group, Ketua DPD-KWRI Propinsi Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *