Visi Misi Bupati Adirozal “Bohongi Masyarakat” Kerinci

Catatan Terabaikan : Gafar Uyub Depati Intan

Visi dan Misi DR.H. Adirozal, MSi Bupati Kerinci dua periode 2014-2019 dan 2019-2024 yang terisa masa jabatannya lebih kurang dua tahun, dengan 10 program unggulannya, terancam ‘’gagal’’ total.  

Bacaan Lainnya

Dimana janji politik yang disampaikan pasangan duet Adirozal – Ami Taher, (Bupati dan wakil Bupati Kerinci) sekarang, membangun KERINCI LEBIH BAIK BERKEADILAN (KLB-BERKEADILAN), tak lebih hanya sekedar pencitraan dengan janji-janji muluk belaka.  

Nyaris tak ada yang bisa dibanggakan, kata Man CC salah satu tokoh masyarakat Kerinci Hulu (Siulak Deras), mantan tim Inti Adirozal tahun 2014-2015 silam saat mencalon di periode pertama Bupati Kerinci. Jelas Man CC, beberapa waktu lalu pada redaksi Beo.co.id, di Kerinci. 

Buktinya sejumlah link jalan dalam daerah Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi, bak kubangan kerbau, hancur berantakan.  

Kondisi itu terjadi sejak periode pertama sampai saat ini. Padahal Adirozal, sangat dielu-elukan sebagai putra Kerinci terbaik, berasal dari ‘’tigo luhah tanah sikudung, Siulak’’ menggantikan H. Murasman 2014 silam. 

Kenyataan yang terjadi dilapangan, bertolak belakang dengan sejumlah penghargaan yang diterimanya termasuk delapan kali berturut-turut sebagai penerima WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), dalam pembelanjaan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Kerinci, hasil pemeriksaan ‘’Badan Pemeriksaan Keuangan’’ (BPK) RI Perwakilan Provinsi Jambi. 

Seharusnya sebagai WTP terbaik selama 8 kali berturut-turut, secara fisik dilapangan bisa dibanggakan. Penghargaan WTP, bukan berarti tanpa masalah dilapangan ‘’(tanpa korupsi)’’ dengan kondisi riil infrastruktur, sarana dan prasarana, yang masuk dalam prioritas 10 program unggulannya.  

Dari catatan yang terabaikan, diperoleh sejumlah data riil Link jalan, bak kubangan dan membentuk danau-danau kecil (bagaikan Tebat/ kolam Ikan). Padahal Kecamatan Gunung Kerinci yang berjumlah sekitar 15 Desa masyarakatnya secara mayoritas pendukung Adirozal, dengan pendukung fanatiknya masyarakat Desa Sungai Batu gantih Hilir dan Sungai Batu Gantih. 

Kini masyarakat 11 Desa dimudik, sebutan lain dari Kerinci bagian hulu itu, sangat kecewa dengan Bupati Adirozal, yang mereka bangga-banggakan selama ini. Apa lagi masyarakat Simpang Tutup, dimana Adirozal dimasa kecilnya pernah tinggal disana. 

Dari data terhimpun dilapangan, kerusakkan link jalan yang hancur dari Desa Simpang Tutup-Suko Pangkat, Kecamatan Gunung Kerinci. Di Kecamatan Siulak Jalan Sungai Langkap, Jalan kelapangan Sepakbola Mukai Hilir, Kecamatan Siulak Mukai. Dan Jalan ke Mukai Tinggi, dan jalan ke Danau Tinggi. 

Di Kerinci Tengah, Jalan Belui – Koto Lanang, Kemantan-Semurup, Sungai Kuning-Pungut Mudik. Kerinci Hilir Jalan Danau ke Sandaran Agung, Kebun Baru-Gunung Raya, Jalan Selampaung – Gunung Raya – Sungai Hangat Kecamatan Bukit Kerman. 

Kecamatan Setinjau Laut – Hiang, Cupak – Pondok Kopi, Arah Muak Kecamatan. Dan khusus Bangunan RSU yang dibangun, RSU Bukit Kerman belum selesai dan RSU Ujung Ladang, Kecamatan Gunung Kerinci belum selesai, serta Islamic Centre juga belum selesai?. Dan UGD Bukit Tengah direhab Tahun Anggaran 2022 senilai Rp. 1,4 Miliar terhenti pelaksanaannya secara fisik, karena bersengketa antara pihak perusahaan dengan pemilik tanah.  

Berikutnya pemeliharaan Jalan Kabupaten, tidak berjalan sebagaimana mestinya bersamaan dengan puluhan Daerah Irigasi (D.I.) se Kabupaten Kerinci, sebagai pendukung utama produksi Pangan daerah dari Padi sawah. 

Berikutnya janji Adirozal, membuka jalan kedalam ladang (kebun) masyrakat se – Kabupaten Kerinci, ternyata belum dilakukan, juga masuk dalam program 10 unggulannya dalam KLB-Berkeadilan. 

Dan 10 paket rehab peningkatan paket perpipaam SPAM (Sistem Pengadaan Air Minum), layak minum 50 persen diantaranya tidak berfungsi mendatangkan air bersih yang cukup bagi warga dimasing-masing desa. Menghabiskan dana APBN Dana Alokasi Khusus Rp. 4, 8 miliar. Hebatnya belum satupun tersentuh aparat penegak Hukum?

Dan lebih dikhawatirkan, jika ada percepatan penonativan masa jabatan Bupati/ Kepala daerah se-Indonesia, yang pilkadanya 2018 dan 2019, akan habis masa jabatannya pada November 2023, berarti semakin pendek sisa masa jabatan Bupati/ Kepala daerah, termasuk Kabupaten Kerinci. Otomatis 10 program unggulan Adirozal-Ami Taher, akan sulit dituntaskan?. 

Bupati Kerinci DR. H. Adirozal, M.Si, dihubungi tiem Catatan yang terabaikan, belum berhasil diperoleh keterangannya. Saat dihubungi pecan lalu tidak berada ditempat. Tak heran belum ada penjelasannya. Seharus Adirozal, berani terbuka menjelaskan pada public Kerinci, apa alasan hancurnya puluhan Kilo Meter jalan ekonomi tersebut, belum mampu direhab dan ditingkatkan. 

Demikian juga hal terlambatnya penyelesaian dua Rumah Sakit yang berlokasi di Ujung Ladang dan Bukit Kerman dan ditambah satu rehab IGD Bukit Tengah, yang dihentikan pengerjaannya oleh kontraktor CV. Rafka Berkah. (***). 

Penulis dan penanggungjawab : Gafar Uyub Depati Intan, Pemimpin Redaksi Gegeronline.co.id dan BEO.co.id group, yang juga Ketua DPD-Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Prop. Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *