Proyek Inlet Danau Kerinci Rp 12,6 M Diduga Hamburkan Uang Negara

  • Whatsapp

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID– Pengerjaan proyek pembangunan Inlet Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi yang bersumber dari dana DIPA APBN SNVT pelaksanaan Jaringan sumber Air WS. Batang Hari Tahun anggaran 2022 yang dikerjakan PT Bangun Yodya Persada senilai Rp.12,6 Miliar selain dinilai mubazir diduga menghamburkan uang Negara.

Deliman LSM Gapelnas kepada awak media mengatakan, Betapa tidak, seyogyanya dalam pembangunan sebuah proyek pentingnya melakukan Survei Investigasi Desain (SID) sebelum proses penyusunan desain bangunan untuk mendapatkan data-data, informasi, kondisi, ataupun situasi awal lokasi pembangunan pekerjaan konstruksi yang sebenarnya, ungkap Deliman.

Bacaan Lainnya

“Ya, guna SID untuk mengetahui kondisi lokasi (luas, batas-batas, dan topografi), kondisi tanah (keras/lunak), keadaan air tanah, peruntukkan lahan, rincian pembangunan lahan, data maupun informasi tersebut nantinya akan digunakan untuk menentukan desain atau rancangan serta gambar bangunan, lanjut Deliman.

Berdadasarkan Pantauan LSM Gapelnas di lapangan terlihat pengerukan sungai yang dilakukan pelaksana proyek cukup dangkal. Sehingga air tampak tak mengalir, begitu juga dengan ketinggian timbunan yang dilaksanakan sekitar 2 meter sehingga akan mudah terjadi banjir. Sedangkan tujuan pembangunan inlet danau Kerinci agar tidak terjadi banjir.

“Pantauan kami, pengerjaan Inlet di Danau Kerinci diduga tidak tepat sasaran dan terkesan penghamburan uang Negara. Dari yang sudah dikerjaan tinggi timbunan baru 2 meter. Seharusnya minimal 5 meter baru bisa cegah banjir, jadi ini kesannya tak bermanfaat nantinya.Begitu juga pengerukan yang dilakukan masih dangkal,” ujar salah satu masyarakat Kabupaten Kerinci.

Selain itu, pengerjaan proyek Inlet Danau Kerinci berada diatas tanah ulayat Desa Koto Tuo Ujung Pasir dan Desa Semerap.

5 hektare area tanah ulayat dipakai dalam pengerjaan proyek Inlet Danau Kerinci. Sehingga banyak yang keberatan tanah ulayat tersebut ditimbun untuk kepentingan proyek. Sementara beberapa diantaranya sudah ditimbun terutama kawasan mulai masuk pohon Cangkat.

“Beberapa batang pohon Cangkat sudah ditebang. Padahal dulu disini sempat akan di bagun vila di zaman delapan puluhan yg dinikmati masyarakat setempat. merupakan pulau dulu, untuk wisatawan,” kata salah seorang warga Kerinci.

Andre konsultan proyek Inlet Danau Kerinci mengatakan, proyek sudah berjalan selama 5 bulan, sementara untuk realisasinya baru 13 persen. Rendahnya progres pekerjaan kendala cuaca dan pembebasan lahan, ujarnya. Dandi

“Ya, timbunan dan pengerukan belum sampai 5 meter, tetapi akan ditambah nantinya,” pungkasnya (Tim)

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *