ULP Sungai Penuh Belum Mampu Pulihkan Kepercayaan Rekanan, Sisa Dana Tender Minim

  • Whatsapp

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID– Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Kota Sungai Penuh hingga kini masih belum mampu memulihkan kepercayaan rekanan untuk mengikuti tender atau lelang proyek.

Ini diketahui, minat rekanan untuk bersaing dalam mengikuti tender proyek fisik dan pengadaan masih minim. Berdasarkan penelusuran wartawan di website SPSE Kota Sungai Penuh mayoritas tender hanya diikuti oleh 1 perusahaan dan hanya beberapa proyek dikuti oleh tiga perusahaan.

Bacaan Lainnya

Ada tiga perusahaan yang ikut serta, Pokja ULP Kota Sungai Penuh memenangkan perusahaan dengan penawaran tertinggi. Tentunya, tender yang berfungsi menghemat keuangan Negara tidak berjalan sebagai mana mestinya.

Seperti, pada Dinas Pekerjaan Umum untuk tender jalan Asrama Polisi – Kumun Debai dengan nilai Rp. 6,5 Milyar, yang memenangkan perusahaan dengan penawaran tertinggi. Selisih harga keduanya cukup signifikan mencapai Rp. 200 juta. Alasan Pokja mengalahkannya karena SKT perusahaan tersebut digunakan oleh perusahaan lain. Apakah perusahaan yang dimenangkan saat ini memang sudah memenuhi syarat ? Hanya Pokja dan Kepala ULP Kota Sungai Penuh dan APIP dari inspektorat yang tahu ?

Demikian juga pada tender untuk proyek bangunan dan pengadaan pada Dinas Pendidikan dan Kesehatan. Pada Dinas tersebut mayoritas hanya satu perusahaan yang menawar pekerjaan dengan bantingan ada dibawah 1 persen dari nilai proyek 1 Milyar lebih.

Khusus di Kota Sungai Penuh, jika dibanding kan dengan pelaksanaan tender dengan sistim manual, Negara lebih diuntungkan.

Dengan kualitas fisik dan pengadaan dengan sistim manual sama dan sisa dana tender dapat menambah pekerjaan sama atau dananya digunakan untuk kepentingan lainnya.

Dahulu, sewaktu masih sistim manual dan awal dari sistim elektonik digunakan, sisa dana hasil tender mencapai milyaran rupiah.

“Tender sekarang ini berbeda jauh. Ikut tender tanpa dikondisikan terlebih dahulu sama saja bunuh diri. Tidak akan menang, walaupun menurut kita syaratnya sudah cukup. Ada saja salahnya kalau barangnya tidak readi,” ujar sumber yang merupakan rekanan.

Dia mengaku bahwa, persaingan yang sehat dalam tender APBD Kota Sungai Penuh jauh dari harapan, sehingga banyak rekanan yang urung memasukkan penawaran.

“Biaya ikut tender itu besar dan mencapai jutaan. Kecuali pelaksanaannya sportif, seperti manual dulu, kita bisa melihat langsung penawaran rekanan lain itu lain ceritanya. Kalau sekarang hanya Pokja saja yang bisa lihat,” terangnya

Ketua LSM Geger Zoni Irawan juga menyorot minimnya rekanan untuk memasukkan penawaran proyek APBD Kota Sungai Penuh tahun 2022. Dia juga mengakui bahwa, ULP gagal menyakinkan rekanan bahwa tender yang mereka gelar bersih dan sportif.

Bahkan, dirinya mengaku ada kejanggalan – kejanggalan dalam pelaksanaannya tender itu sendiri.

“Memang ada dugaan kejanggalan. Dan kita akan terus telusuri,” ujarnya. (Tim)

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *