Pengerjaan Drainase di Kota Sungai Penuh Resahkan Warga

  • Whatsapp

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID – Kegiatan Pembangunan Proyek Sistem Drainase Perkantoran (Pekerjaan Pembangunan Box Cluvert) di Simpang Lima, Kecamatan Pesisir Bukit Kota Sungai Penuh resahkan warga sehingga menuai protes dari warga setempat.

Pasalnya, pengerjaan proyek tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas warga sekitar yang menyebabkan lalu lintas macet dan air menggenangi ruas jalan.

Bacaan Lainnya

Hal ini membuat warga geram, dan salah seorang anggota BPD Desa setempat angkat bicara yang telah melihat langsung lokasi proyek bersama sejumlah warga, warga merasa prihatin dengan adanya gundukan tanah dari galian proyek tersebut yang menyebabkan badan jalan semakin sempit, macet dan mengotori jalan.

“Ini sangat memprihatinkan sekali, seharusnya tanah galian ini lebih mepet bukan malah makan jalan dan air yang menggenangi sehingga menimbulkan jalan kotor,” kata anggota BPDJum’at (03/09).

“Sangat disayangkan pembangunan drainase di Simpang Lima. Tampa kajain dampak lingkungan oleh pihak Pemkot Sungai Penuh. Penangana banjir di Simpang Lima dinilai akan menambah parahnya banjir di lingkungan RT 01 dan RT 07 Desa Koto Renah, Sebab pelepasan drainase Simpang Lima yang baru di bangun di buang melaui saluran selokan di wilayah RT 01.
Sementara selokan yang ada tidak mampu menampung debet air yang akan menimbulkan limbah bagi warga, pasalnya limbah tersebuh dialiri ke selokan arah rumah warga,” ungkapnya.

Sementara itu, Pak Rehan Kepala Dusun (Kadus) Desa Setempat mengaku bahwa pihaknya belum diajak berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek terkait keluhan warganya tersebut.

“Ini yang kami sesalkan karena ketika ada keluhan warga kami yang harus susah payah dan kami bingung untuk memberikan jawaban,” keluh Pak Rehan

Aktivis Senior Kota Sungai Penuh Afrizalmen yang mendampingi warga untuk menyampaikan keluhan kepada pihak pelaksana proyek tersebut menerangkan, bahwa pekerjaan proyek tersebut seharusnya tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan warga sekitar.

“Kami berharap pihak pelaksana ini segera membangun koordinasi dengan lingkungan setempat agar persoalan yang muncul bisa diselesaikan bersama,” harap Afrizalmen.

Untuk diketahui, proyek drainase tersebut menggunakan dana APBD Kota Sungai Penuh tahun anggaran 2022 yang dikerjakan oleh CV. Cahaya Indah Bersama. Sayangnya pada papan nama informasi Proyek tidak dimuat kapan mulainya pengerjaan, berapa hari dan tidak tertulis nomor Kontrak.

Lanjut Afrizalmen Menanggapi hal tersebut, Untuk proyek boxclovert diduga pihak PUPR Kota Sungai Penuh kurang perencanaan, dan informasinya anggota BPD dan Kadus berserta tokoh masyarakat pernah menyetop pekerjaan tersebut karena pihak kontraktor pelaksana tidak mediasi dulu dengan Masyarakat setempat.

Selain itu warga menuntut agar Pengerokan selokan di wilayah RT 01 dapat mengakui air dengan lancar dan begitu juga pembuatan loneng sepanjang bantaran aliran air RT 01. tutur Afrizalmen, Jumat (3/09)

“Harapan masyarakat Desa Koto Renah menginginkan kajian ulang pembangunan drainase Simpang Lima agar tidak meghambat pembangunan yag dilakukan Pemerintah Kota bisa nemberikan solusi mengatasi bajir di wilayah Koto Renah saat musim hujan.

Saat ini masyarakat menilai Pemkot menyelesaikan permasalahan banjir di Simpang Lima, Jangan sampai menimbulkan dampak banjir yang lebih besar bagi masyarakat setempat, tandas Even (03/04)

Sementara itu pihak kontraktor pelaksana, maupun pihak Dinas PUPR setempat belum ada yang menemui warga setempat untuk dmediasi dengan warga hingga berita ini dipublis. (*)

Penulis: Afrizalmen
Editor: Dewi Wilonna
  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *