Pengadaan Seragam Dinas di Puskesmas Kumun Debai Terindikasi Korupsi 

  • Whatsapp

SUNGAIPPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Pengadaan seragam dinas untuk 80 orang Pegawai Puskesmas Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh tahun anggaran 2022 diduga terindikasi korupsi yang diduga diakukan oleh Harianto Kepala Puskesmas (Kapus) Kecamatan Kumun Debai.

Berdasarkan informasi yang didapatkan di lapangan pengadaan seragam dinas di Puskesmas Kumun Debai Kota Sungai Penuh diduga ada aroma korupsi.

Bacaan Lainnya

Hal ini dapat dilihat dari harga seragam dinas Rp 250 ribu per seragam, sedangkan dalam DPA harganya Rp 560 ribu per seragam. Artinya diduga ada Mar up harga sebesar Rp. 250 ribu per seragam dinas.

Selain itu diduga ada pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 1 Persen dari Jumlah anggaran yang telah dicairkan yang juga diduga kuat dilalukan Harianto.

Salah satu sumber kepada media gegeronline, Rabu (7/9/2022) mengatakan, kuat dugaan ada aroma korupsi pada pengadaan baju seragam dinas di Puskesmas Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh, ujar sumber yang minta namanya dirahasiakan.

“Informasi yang kita dapatkan dilapangan harga seragam dinas Rp. 250 ribu per seragam, sedangkan harga didalam DPA Rp. 560 ribu per seragam dinas. Kuat dugaan ada indikasi korupsi pada pengadaan baju seragam tersebut,” jelas sumber.

Ia menambahkan, bukan hanya itu saja, Harianto diduga melakukan pemotongan dana TPP sebesar 1 persen dari jumlah anggaran yang telah dicairkan, tandas sumber.

Kepala Puskesmas Kumun Debai Harianto saat dikonfirmasi melalui nomor What Shapp (WA) tidak menjawab, meskipun pesan masuk telah dibaca. Hingga berita ini dipublis belum ada jawaban resmi dari Kapus Kumun Debai. (Tim)

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *