Proyek Drainase di Kota Sungai Penuh TA 2022 “Beraroma Korupsi”

  • Whatsapp

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID – Dugaan ‘aroma korupsi’ warnai proyek pembangunan drainase yang sedang dalam proses pengerjaan oleh Dinas PUPR Kota Sungai Penuh tahun anggaran 2022.

Pasangan drainase terlihat tidak lurus dan bengkok – bengkok mengular dengan sambungannya merenggang dan tidak rapi. Sehingga air yang mengalir merembes keluar saluran drainase yang sudah terpasang.

Bacaan Lainnya

Informasinya, pemasangan yang dilakukan tidak menggunakan alat berat jenis Crane akan tetapi menggunakan excavator. Padahal, dalam analisasi yang tercantum didalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB) tercantum harga untuk sewa alat berat jenis Crane setiap jamnya.

“Tidak ada kami lihat alat berat jenis Crane saat pemasangan drainase ini. Kami lihat pemasangan ditarik menggunakan alat berat eksavator dan bukan crane,” tutur warga Desa Koto Renah yang menunjuk papan merek pekerjaan draenase yang dilaksanakan di Simpang Lima Kota Sungai Penuh.

“Pasangan gorong – gorong yang terpasang ini merenggang dan mengular. Lantai kerja sebagai alas gorong – gorong ini tipis sekali. Bisa dilihat, hanya beralas kerikil,” ujar warga lagi yang menjelaskan proyek tersebut yang dikerjakan oleh CV. Cahaya Indah Bersama dengan nilai kontrak sebesar Rp. 1, 25 Milyar

Menurut warga, semestinya drainase pracetak ini bisa terpasang lurus dan tidak mengular.

“Kalau dilihat bentuk gorong gorong ini, semestinya bisa lurus dan setiap sambungan bisa tertutup rapat. Tapi, bisa dilihat sendiri, pasangannya renggang dan mengular. Air dengan mudah merembes keluar dari drainase ini,” kata warga

Demikian juga untuk pemasangan drainase pracetak di jalan Arif Rahman Hakim yang dikerjakan oleh CV. Gusti Sapta dengan nilai Rp. 675 juta yang menurut pelaksananya pemilik proyek adalah mantan Kadis Diknas Kota Sungai Penuh Pagaruyung Harahap dan pemilik perusahaan adalah Men.

“Yang punya proyek ini pak Pagaruyung dan yang punya perusahaan Pak Men Kumun,” kata mandor kepada wartawan.

Dilokasi, terlihat pekerja sedang melakukan penimbunan pekerjaan dengan bekas robohan pagar milik warga yang terbuat dari bata merah. Disamping ditimbun dengan kerikil.

“Saat pemasangan drainase ini pakai alat berat eksavator dan bukan alat berat jenis Crane,” kata warga

Sementara itu, sejumlah penggiat anti korupsi Kota Sungai Penuh menyayangkan pekerjaan drainase yang diduga dikerjakan asal jadi. Mereka menyayangkan, semestinya kontraktor menghadirkan alat berat jenis Crane untuk melakukan pemasangan drainase tersebut, karena alat tersebut masuk dalam penawaran dari perusahaan.

“Ini kita duga salah satu bentuk dari korupsi dengan meniadakan menghadirkan alat berat jenis Crane dalam pemasangan draenase. Kita yakini didalam penawaran itu perusahaan ada memasukkan sewa alat berat Crane per jamnya sudah tercantum disana,” ujar para penggiat anti korupsi saat berdiskusi disejumlah proyek yang sedang dikerjakan OPD Kota Sungai Penuh tahun anggaran 2022.

“Kita mendesak pihak PUPR untuk membongkar kembali pekerjaan drainase ini dan mendesak PU supaya rekanan untuk meluruskan kembali drainase yang sudah terpasang mengular tersebut,” tegas mereka di pasar Beringin Jaya Sungai Penuh. (Tim)

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *