’Bak Terkubur Di Lubuk Tabun, Dua Periode Bupati Adirozal, Jadi Penonton yang baik?’’

  • Whatsapp

DAPUR OPOSISI GEGERONLINE

Oleh : Gafar Uyub Depati Intan

Bacaan Lainnya

Masyarakat Desa Lubuk Tabun dan sekitarnya meliputi masyarakat dari Desa Pungut Hilir, Pungut Tengah, Pungut Mudik, Sungai Kuning dan Lubuk Tabun, Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

’’Mereka mayoritas petani itu bak terkubur saat melewati link jalan antar Desa itu (jalan Kabupaten-Kerinci), berlangsung sudah bertahun-tahun lamanya?.

Akibat yang patal masyarakat dari Desa Lubuk Tabun dan sekitarnya sangat kesulitan membawa hasil bumi mereka seperti Kayu Manis (Cassiavera), Kopi, Padi (Beras), Kentang, Cabe, dan sejumlah jenis Sayur-sayuran lainnya. Dan temasuk Sembilan kebutuhan dasar kepentingan masyarkat.

Tak heran gerakan ekonomi untuk mencapai pasar umum, ke Kota Sungai Penuh dan Siulak sangat lamban. Seharusnya Bupati (pemimpin) memahami dan mencari solusi bagi masyarakat, di lima Desa tersebut.

Setidaknya dimasa, dua periode jabatan DR.H Adirozal, MSi, menjabat Bupati Kerinci 2014 – 2019 & 2019 – 2024, melewati jalan hancur total (bak kubangan), ironisnya Bupati Adirozal, ‘’Jadi penonton yang baik, sampai saat ini, 2022’’ masyarakat mempertanyakan mana janji kampanye mu tempo hari? Membangun Kerinci Lebih Baik Berkeadilan (KLB – Berkeadilan).

‘’Membangun jalan Desa (jalan ke ladang) dan jalan Kabupaten, yang dirasakan masyarakat disejumlah Desa tak lebih ‘’janji-janji muluk/ janji politis, hanya sebatas pencitraan’’ dampak kegagalan ini, membias kemana-kemana, menuju pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024 mendatang.

Dan jalan Desa/ Kabupaten masuk dalam skala prioritas 10 (sepuluh) program unggulan Bupati Adirozal, ternyata omong kosong, ‘’( Ngatokan bae ), kato kami mudik (hulu) Tigo luhah tanah Sekudung (Siulak), Kerinci.

Jalan yang hancur dan luluh lantak, juga terjadi pada link jalan lainnya, dari Kelurahan Siulak Deras ke Sungai Batu Gantih.

Dan Simpang Tutup, Tanjung Genting-Sungai Gelampeh. Berikutnya Desa Simpang Tutup ke Suko Pangkat. Terasa amat ironis bagi masyarakat setempat, mereka secara mayoritas pendukung Adirozal dalam Pilkada Kerinci dari periode pertama 2014 silam.

Link-link jalan Kabupaten Kerinci lainnya yang babak belur antara lain Jalan dalam Kecamatan Keliling Danau, Bukit Kerman Kerinci Hilir dan Jalan Belui – Koto Lanang Kecamatan Depati Tujuh. Masyarakat Kerinci, sebagian besar ‘’Sangat Kecewa’’ dengan Kinerja Bupati Adirozal, yang nota benenya disebut-sebut mantan Wakil Walikota terbaik di Padang Panjang, Sumatera Barat Sembilan tahun silam.

Ternyata ketika membangun kampung sendiri, Adirozal tak mampu berbuat maksimal, dalam dua periode jalan Desa/ Kabupaten masih banyak yang kondisinya bak kubangan kerbau sesuai fakta fisik dilapangan.

Bupati/ Kepala Daerah Kabupaten Kerinci, DR. H. Adirozal, MSi, sampai tulisan Dapur Oposisi Gegeronline diturunkan belum diperoleh keterangannya. Jika sempat membaca tulisan ini, bisa memberikan penjelasan apa adanya, akan dimuat agar khalayak ramai (Masyarakat Kerinci), tahu masalah dan kendala yang sebenarnya. (***).

Penulis dan Penanggungjawab : Gafar Uyub Depati Intan, Ketua Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Bengkulu, Pempred Gegeronline / BEO.co.id Group dan Pengamat Masalah Sosial Kemanusia/ Kemiskinan Kota dan Pedesaan. Tinggal di Kota Bengkulu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *