Kajari Diminta Panggil Bupati Adirozal Terkait Kasus Tunjangan Rumdis DPRD Kerinci

  • Whatsapp

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.IDKepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh diminta untuk melakukan pemanggilan terhadap Bupati Kerinci Adirozal terkait kasus dugaan korupsi tunjangan Rumah Dinas (Rumdis) anggota DPRD Kabupaten Kerinci.

Berdasarkan keterangan Jasa Alex Parlindungan Hutahuruk, SH, MH Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sungai Penuh ketika ditanya sejumlah wartawan dan LSM saat audiensi dengan Kejaksaan Negeri Sungai Penuh beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Dalam audiensi tersebut, wartawan dan LSM mempertanyakan kasus tunjangan Rumdis anggota DPRD Kabupaten Kerinci yang diketahui telah dicairkan berdasarkan Peraturan Bupati Kerinci nomor 20 tahun 2016 tentang tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci.

Dalam Perbup tersebut, dicantumkan pasal-pasal tentang jumlah uang yang diterima anggota dan pimpinan Dewan, anggaran biaya survey dan waktu berlakunya pencairan, hingga anggaran survey yang dianggarkan melalui APBD-P.

Anehnya, Kasi Pidsus Kejari Sungai Penuh mengaku tidak mengetahui adanya Perbup tersebut.

“Kita belum tahu (Perbup). Nanti kita pelajari terlebih dahulu, kalau memang perlu keterangan Bupati, nanti kita panggil,”  terang Jasa Alex Parlindungan Hutahuruk.

Zoni Irawan aktivis senior Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh saat dimintai tanggapannya, Kamis (17/11/2022) mengatakan, Berdasarkan keterangan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sungai Penuh saat hearing bersama Wartawan dan LSM Audensi beberapa waktu lalu di ruang kerjanya menjelaskan, bahwa kasus Tunjangan Rumah Dinas anggota DPRD Kerinci telah dilakukan Penyelidikan, bahkan kasus tersebut sudah dinaikkan ke tingkat Penyidikan, ujar Zoni.

Namun anehnya, Adirozal selaku Bupati Kerinci belum dipanggil oleh pihak Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, padahal diketahui pencairan dana Tunjangan Rumdis anggota DPRD Kerinci Berdasarkan Perbup yang diduga ditandatangani oleh Adirozal selaku Bupati Kerinci, tambah Zoni.

Terkait kasus Tunjangan Rumah Dinas tersebut dirinya minta kepada Kajari Sungai Penuh untuk melakukan pemanggilan dan Pemeriksaan terhadap Adirozal selaku Bupati Kerinci.

“Ya, seharusnya pihak Penyidik memanggil dan memeriksa Bupati Adirozal, karena diduga ada kaitannya dengan kasus yang sedang ditangani pihak Kejari Sungai Penuh,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Himawan Syarif aktivis LSM, kasus dugaan korupsi Tunjangan Rumdis anggota DPRD Kerinci seharusnya sudah terang benderang Karena sudah masuk ke tahap Penyidikan, ungkap Himawan.

Perlu diketahui, kasus Tunjangan Rumah Dinas anggota DPRD Kerinci sudah beberapa kali didemo oleh para aktivis Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh di kantor Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, tapi belum juga ada tersangka dalam kasus tersebut, kami menduga penanganan kasus ini lamban, berlarut-larut dan tertunda-tunda sehingga masyarakat belum mendapatkan Kepastan hukum, sambungnya.

Terakhir kita telah memasukkan surat pemintaan Audensi Kepada Kajari Sungai Penuh guna mempertanyakan sudah sejauh mana penanganan kasus yang dimaksud, tapi hingga kini belum ada jawaban dari pihak Kejaksaan, dan pernah kami tanyakan langsung pada Staf Kejari, Katanya surat Pemintaan Hearing sudah di disposisikan ke Kasi Intel.

“Ya, surat sudah di disposisikan Kajari ke Kasi Intel, coba tanyakan ke Kasi Intel,” tutup Himawan menirukan kata salah satu Staf Kejaksaan Negeri Sungai Penuh yang menerima surat itu.

Selain itu, Ia juga berharap agar pihak Kejaksaan Negeri Sungai Penuh memanggil dan memeriksa Bupati Adirozal terkait kasus Rumdis DPRD Kerinci Karena diduga ada kaitannya dengan Perbup, harap Himawan. (Red)

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *