Bupati Adirozal Kembali Didemo, Mana Kenyataan KLB-Berkeadilan?

  • Whatsapp

KERINCI,GEGERONLINE.CO.IDMahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi Kamis, 17 Nopember 2022 kembali melakukan Aksi demo Bupati Kerinci DR H Adirozal, MSi. Mereka ingin bertemu langsung Adirozal, namun lagi-lagi gagal, alasannya Bupati kunjungan kerja ke Kabupaten Langkat. Kata Selhanuddin Asisten 1 Bidang Pemerintahan. Benarkah…?

Soalnya, jika benar ke Langkat (Kunker), tidak harus kantor/ gerbang utama Kantor Bupati Kerinci dikunci rapat, diduga dilakukan para oknum yang takut bertemu para pendemo.

Bacaan Lainnya

Demo PMII, lebih kurang 50 orang itu, hanya mau bertemu Bupati Kerinci, Adirozal alias Ngah Adi. Intinya mereka mempertanyakan Pembangunan Kerinci Lebih dan Berkeadilan, yang dijanjikan sejak tahun 2014 silam sampai 2022 belum terbukti.

Mereka menuntut pembangunan Kerinci Lebih Baik Berkeadilan mana realisasinya?. Dan mereka menginginkan adanya keberanian dan keterbukaan Bupati Adirozal soal visi dan misinya Pembangunan Kerinci Lebih Baik Berkeadilan (KLB-Berkeadilan).
Pembangunan Kerinci Lebih Baik, telah digaungkan Adirozal sejak tahun 2014 silam.
Pembangunan KLB. Pada periode pertama menjabat Bupati Kerinci. Dan pada Pilkada 2018 silam ia kembali terpilih melalui sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), sama dengan periode pertama. Pada periode kedua 2019-2024 ia meyakinkan masyarakat Kerinci dengan visi dan misinya Pembangunan Kerinci KLB Berkeadilan, kini digugat pertanggungjawabannya oleh masyarakat Kerinci.

Ironisnya setiap demo digelar masyarakat Kerinci, PMII, HMI, dan sejumlah ormas dan ormas kepemudaan, Bupati Kerinci dinyatakan tidak ditempat oleh oknum aparat bawahannya, ‘’Darifus, Shelhanuddin dan lainnya’’ kesan menghindarnya semakin jelas, untuk tidak bertemu sangat kental.
Karena demo dilakukan sudah berulang kali, Adirozal terus dinyatakan tidak berada ditempat, dengan berbagai alasan, dan dinyatakan Dinas luar.

Demo yang berlangsung dari pagi Kamis, sekitar pukul 13:00 s/d pukul 16:00 WIB, Bupati Adirozal tidak nampak batang hidungnya, sama dengan demo-demo sebelumnya.

Namun demikian PMII, berjanji akan melanjutkan demo yang lebih besar lagi, dan tidak tertutup akan diikuti secara meluas oleh masyarakat Kerinci, yang merasakan hasil Pembangunan yang dijanjikan lewat KLB Berkeadilan, lebih banyak cerita diatas kertas dan pencitraan ketimbang hasil yang sesungguhnya.

Tim Jurnalist BEO.co.id, yang memantau kemajuan pembangunan Kerinci dimasa periode, katanya DR H Adirozal, MSi, selaku Bupati Kerinci ‘’tidak sesuai dengan kenyataan secara fisik dilapangan. Sejumlah link jalan Kabupaten Kerinci, sejak tahun 2014 silam hingga hari ini 2022, KLB Berkeadilan hanya pajangan di simpang-simpang jalan, dan di kantor-kantor Pemkab Kerinci. Secara fisik dilapangan bak kubangan Kerbau, hancur dan berantakan.

Contohnya Link Jalan Kabupaten Kerinci Renah Pemetik dan sekitarnya. Pungut Hilir, Pungut Mudik, Sungai Kuning, Lubuk Tabun, Pasir Jaya berlumpur apa lagi pada musim hujan tiba.

Selain Renah pemetik, Siulak Deras Sungai Batu Gantih, Simpang Tutup, Suko Pangkat . Dalam kondisi tidak layak (hancur). Juga wilayah Kerinci Hulu (mudik). Dan Simpang Tutup-Tanjung Genting ke Sungai Gelampeh sudah menahun dalam keadaan rusak parah baru direhab tahun ini, (TA 2022,red).

Selain kerusakan jalan Kabupaten Kerinci, pada bagian hulu (Kerinci mudik), kerusakan juga terjadi di 6 Kecamatan Kerinci Hilir, antara lain dari Danau Kerinci-Kebun Baru, Pondok Kopi Pulau Sangkar dan Bukit Kerman sekitarnya.

Dan jalan Kabupaten dan Jalan ke Ladang ada dalam skala prioritas Visi dan Misinya Bupati Kerinci, dengan 10 program unggulannya, Jalan, Kesehatan, 1000 bea siswa Kerinci Cerdas, 10.000,- peluang kerja. Khusus tenaga kerja, kian miris meningkatkan masyarakat Kerinci mencari kerja ke luar negeri ke Negara Jiran tetangga Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura, bahkan ada yang ke Thailand.

Dan prioritas Kesehatan, masyarakat Kerinci masih berobat ke Sumatera Barat, (Kota Padang dan Bukit Tinggi), karena pelayanan di Kerinci tidak memuaskan dan minimnya dokter Spesialis dan pengadaan obat serta pengadaan peralatan medis. Dua RSU Kerinci yang dibangun satu di Desa Ujung Ladang, (Kerinci Mudik) dan Satu di Bukit Kerman Kerinci Hilir, keduanya belum berfungsi normal dan masih banyak secara fisik harus diperbaiki.

Dari pengamatan Tim Jurnalist Beo.co.id dan Gegeronline.co.id, tiga dari 10 program unggulan itu, Jalan Kabupaten dan jalan Keladang, Kesehatan dan Tenaga Kerja, nyaris Gagal Total.

Seharusnya Bupati Kerinci Adirozal yang digadang-gadangkan mantan Wakil Walikota Padang Panjang itu dinilai berhasil membangun negeri ditanah Minang ternyata tak mampu membangun kampung sendiri.

Ngah Hentikan Sandiwaramu :

Dalam demo PMII kesekian kalinya, mereka ingin bertemu langsung Bupati Adirozal, guna membedah Visi dan Misi yang dijanjikan itu, kenapa tidak berjalan sebagaimana mestinya? Nah,…apa yang salah….Bupati Kerinci selalu dinyatakan Dinas Luar (DL) oleh bawahannya, ‘’Darifus dan Shelhanuddin’’ Cs.

Dalam ekspose di media tertentu Kerinci dinyatakan berhasil, bahkan mendapat penghargaan 8 kali berturut-turut sebagai penerima Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam membelanjakan APBD dari Badan Pemeriksaan Keuang (BPK) Perwakilan Provinsi Jambi, tapi bertolak belakang dengan kenyataan yang ada dilapangan.

Menurut salah satu mantan Tim Suksenya, sangat dikenal dengan panggilan Man CC di Siulak Deras, beberapa waktu lampau pernah ditulis BEO.co.id, mengatakan ‘’Bupati Kita Kerinci, DR Adirozal M.Si, tak ada yang dapat dibanggakan pembangunan yang betul-betul signifikan (berhasil)? tandasnya dikutif kembali.

Kenyataan Pahit: Cerita diatas kertas bisa dibangun sedemikian rupa dan dipublist media tertentu, namun pahit melihat kenyataan dilapangan, kata Man CC.

Sosok yang dibanggakan: Memasuki tahun politik 2023 dan menuju Pilkada serentak termasuk Kerinci. Adirozal sebelumnya sosok yang dibanggakan, tokoh pembaharu Kerinci masa kini, sejak tahun 2014 silam menggantikan H. Murasman, dan menjabat dua periode, salah satu tokoh yang dibangga-banggakan masyarakat Kerinci, khususnya dari kewilayahan Adat ‘’Tigo Luhah Tanah Sikudung’’ (Siulak), ternyata ‘’tak lebih isapan jempol belaka’’ ini sangat berpengaruh pada ketokohan lain di Tanah Sikudung, (Siulak).

Maka kedepannya, masyarakat Kerinci baik dari Kerinci Hulu, enam Kecamatan, Kerinci tengah empat ecamatan dan Kerinci Hilir enam kecamatan, harus cerdas memilih bakal calon (balon) Bupatinya (Pemimpin) yang bisa dan kuat / mampu membangun Kerinci.

Maka masyarakat Kerinci harus Cerdas dan melihat latar belakang jejak perjalanan (karier) seorang pemimpin baik dia dari unsur pemerintahan, swasta, akedemisi, militer , Polri, Dewan, dan Aktivis Hukum.

Jika masyarakat Kerinci, hanya mau memilih asal ada uang, (Kipeng) nya dalam bahasa Kerinci, rasakan 8lah dua periode pembangunan Kerinci bergerak dibawah kendali ‘’Bupati terbaik Adirozal,’’ rasakan nikmatnya.

Dan yang dikhawatirkan lebih jauh (luas), dalam publikasinya dinyatakan baik dan berhasil, tapi bertolak belakang dengan fakta dilapangan. Karena, masyarakat juga turut menciptakan ‘’politik praktis, politik uang dan politik kekeluargaan’’ seharusnya masyarakat Kerinci tak perlu terlalu berlebihan kecewa lewat dijalan berkubang-kubang, karena yang memenangkan DR H Adirozal, MSi, adalah mayoritas masyarakat Kerinci.

Maka kedepannya perlu dan penting membangun kesadaran bersama secara cerdas, tidak terus memikirkan, ‘’kipeng-kipeng’’ dan tergugah dengan janji-janji manis, kenyataannya ‘’pahit’’ berjalan dilumpur, berobat ke Sumatera Barat dan Kota Jambi, Pengangguran meningkat dan berpencar mencari kerja keluar negeri.

Demikian juga beasiswa Kerinci Cerdas, pada MTQ ke 51 tingkat Propinsi Jambi, Kabupaten Kerinci urutan ke 11 dari 11 peserta Kabupaten dan Kota se-propinsi Jambi. Kendati Adirozal membantah adanya ketidak jujuran dalam pelaksanaannya?.
Kita memerlukan pemimpin Kerinci yang kuat, jujur, cerdas, mampu membangun Kerinci yang bersih dari praktik KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme).

Nepotisme yang terjadi saat ini, mayoritas pejabat di Pemkab Kerinci berasal dari ‘’tigo luhah tanah sikudung’’ dengan kata lain pendukung utama Adirozal saat balon dan mencalon ditahun 2017 dan 2018 silam.
Jadi pembangunan Kerinci Lebih Baik yang digugat PMII Kerinci, dan mahasiswa Kerinci yang peduli dan masyarakatnya, wajar dipertanyakan keberhasilannya.

Dan ditambah dengan kata Berkeadilan, sudah seimbang kah pembangunan di Kabupaten Kerinci, mudik (hulu), tengah dan hilir? Hanya masyarakat Kerinci yang lebih tahu, karena mereka sebagai pemanfaat langsung dari hasil pembangunan. (***).

Laporan: Tim Beo.co.id dan gegeronline.co.id Kerinci

Editor/ Penulis & Penanggungjawab: Gafar Uyub Depati Intan.

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *