Adirozal Dinilai Gagal, Bupati Kerinci Kedepan Tidak Harus Dari Siulak

  • Whatsapp

KERINCI,GEGERONLINE.CO.IDPemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak seluruh Indonesia akan berlangsung 27 Nopember 2024, masyarakat Kerinci harus cerdas menggunakan hak politiknya Bupati Kerinci kedepan tidak harus dari ‘’Tigo Luhah Tanah Sekudung, Siulak yang digembar-gemborkan akan terus berlanjut menguasai Kerinci secara politis kedepannya. Kata Syamsu Arifin, salah satu tokoh politik yang dikenal dari semua lapisan masyarakat Kerinci.

Kendati sejak bulan Juni 2022 lalu isu/ rumor politik menjagokan kembali para tokoh-tokoh hebat katanya dari tigo luhah tanah sekudung, Siulak (Kerinci Mudik) hebat seperti ‘’Fadli Sudria, Julizarman, Monadi, Edminuddin, Yuldi Herman (Bujang Hitam)’’ dan sejumlah nama lainnya.

Bacaan Lainnya

Karena Negara kita menganut sistem Demokrasi boleh saja mencalonkan diri sepanjang memenuhi syarat. Namun hak kekuasaan ada ditangan rakyat Kerinci. Makanya masyarakat Kerinci, harus berfikir cerdas menggunakan hak politiknya, tegas Syamsu Arifin, tokoh politis vocal dari Siulak, Tigo Luhah Tanah Sekudung.

Menurut Syamsu, sejak tahun 2009-2014 (H. Murasman) dan 2014-2019 dan 2019-2024, (H. Adirozal), dua putra Kerinci katanya terbaik asal tigo luhah tanah sekudung (Siulak) memimpin Kerinci, telah dirasakan hasil manis dan pahitnya sampai saat ini.

Keduanya sampai tahun anggaran 2022, kini dua periode ditangan Adirozal, ‘’gagal menyelesaikan kelengkapan sarana dan prasarana fisik komplek perkantoran Pemkab Kerinci di Bukit Tengah, berarti sudah lima belas tahun, tidak tuntas tegasnya.

Jika masyarakat Kerinci Tengah dan hilir serta hulu tidak bangkit bersatu memilih yang terbaik untuk memimpin Kerinci, 2025-2030 kita akan kembali tenggelam lima tahun kedepannya. Saya, ‘’sangat khawatir, jangan sampai Kerinci bak katak dalam tempurung, menilai dirinyalah yang terbaik dan bagus ’’ atas kekhawatiran itulah kita harus bangun Kerinci baru yang bermartabat, bergerak maju (dinamis).

Dan perlu diketahui putra-putra terbaik Siulak, harus diakui ‘’jago berpolitik, pandai membual/ membangun dan meyakinkan masyarakat’’ contohnya Adirozal,menjabat di dua periode pertama 2014-2019 pantunnya membangun Kerinci Lebih Baik (KLB), lalu pada tahun 2018 dan 2019 meningkatkan KLB Berkeadilan, (Kerinci Lebih Baik-Berkeadilan) sampai tahun 2024.

Kini sudah bulan Nopember menjelang akhir, seluruh kelengkapan kantor Pemkab Kerinci tidak mampu diselesaikan duet Bupati Adirozal asal Siulak dan Wakil Bupati Ami Taher asal Semurup. Coba kedepannya kita berganti baju, Hilir, Tengah dan Mudik.

Bukti nyata didepan mata kepala kita sendiri 10 program unggulan Adirozal, yang dipaparkan dihadapan masyarakat, Jambi, dan wakil Pemerintah Pusat dan didepan DPRD Kerinci di Jambi setelah dilantik dengan janji akan dipenuhi dan direalisasikan KLB-Berkeadilan, ternyata ‘’gagal dipenuhinya dan belum dirasakan maksimal hasilnya oleh masyarakat Kerinci’’ sampai akhir 2022 tahun ini.

Sedangkan sisa masa tugasnya lebih kurang tinggal satu tahun lagi, tak mungkin mampu direalisasikan secara fakta dan nyata, terkecuali turunnya keajaiban dari yang maha kuasa?. Papar Syamsu Arifin, mantan politisi PDI Perjuangan ini, memaparkan pada Jurnalist BEO.co.id.

Menghangatnya suhu pliitik di Kabupaten Kerinci menjelang Pilkada Nopember 2024 mendatang, dari awal tahun ini, tidak cukup digaungkan diwarung-warung Kopi, Kedai, dan rumah makan, harus direalisasikan lewat tangan masyarakat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam berbangsa dan bernegara.

Buktinya, 10 program unggulan Bupati Kerinci Adirozal yang dijanjikan berapi-api dalam orasinya, ternyata mirip ‘’bak tong kosong, nyaring memang bunyinya’’ ternyata hanya bunyi bukan bukti, tandas Syamsu.

Syamsu Arifin, yang juga bergelar Depati Intan Muaro Masumai menegaskan 23 Nopember 2022 (Rabu), 10 program unggulan Adirozal, antara lain pembangunan Jalan ke ladang, Jalan Kabupaten, dan infrastruktur lainnya, mana hasil maksimalnya, kita masih berkubang dan menempuh jalan berlumpur.

Bidang Kesehatan masyarakat Kerinci, masih sangat banyak memilih berobat ke Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang dan Bukit Tinggi, Kota Jambi, dengan mengeluarkan biaya tinggi, karena dua RSU yang dibangun di Desa Ujung Ladang Kecamatan Gunung Kerinci dan satu di Kecamatan Bukit Kerman, keduanya belum bisa difungsikan 100 persen, ditambah lagi dokter spesialis tidak cukup di Kerinci.

Tiga 1000 Besiswa Kerinci Cerdas dan penghapal Alqur,an pada MTQ tingkat Propinsi Jambi di Kota Sungai Penuh dengan 11 peserta kabupaten dan kota Kerinci berada di nomor 11 alias nomor buncit, dan ini bukan rahasia umum lagi.

Berikutnya janji Adirozal, memekarkan Kerinci Hilir jadi Kabupaten Depinitif, ternyata mana hasilnya, alias gagal total?

Ditegskan Syamsu Arifin, kita masyarakat Kerinci harus membangun Kerinci baru, dengan calon pemimpinnya dari Kerinci Hilir, Tengah dan jika tidak ada baru mudik.

Karena mudik sudah tiga kali putra terbaiknya memimpin Kerinci, hanya dimasa Bupati Muhammad Awal, Nazar Effendi dan Hazmi Muchtar Kerinci agak baik paparnya.

Maka masyarakat Kerinci sudah seharusnya berfikir lebih cerdas dari sebelumnya, dengan meminjam istilah ‘’jika pancuran satu bergiliran mandi dan menggunakannya mengingat kita menganut sistem demokrasi.

Yang kita butuhkan bukan pemimpin bergelar professor, doctoral dan embel-embel gelar lainnya, yang diperlukan Bupati/ Kepala daerah (Pemimpin) yang mampu membangun Kerinci kedepan, mampu mengatasi kesulitan masyarakatnya, dari tiada menjadi ada, terus ditingkatkan dan menjadi sejahtera, aman dan nyaman, ujarnya.

Ketika ditanyakan padanya, siapa tokoh Kerinci yang layak dicalonkan, menurut saya Tapyani Kasim dan Liswar, tokoh yang sederhana, tidak sombong dan angkuh, dengan kata lain Nampak bersahaja, dua tokoh ini ‘’kita yakin akan mampu membawa perubahan membangun dan membawa perubahan, menuju Kerinci baru.

Maka saya mendukung sosok dua tokoh yang sederhana itu, untuk maju pada Pilkada di Kerinci 2024 mendatang dan tidak sekali-kali bermaksud mengabaikan tokoh lainnya.

Dan kita berharap siapapun orangnya yang ditakdirkan tuhan menjadi pemimpin Kerinci kedepan, selain mampu membangun Kerinci secara fisik dan mampu pula meningkatkan pendidikkan dibidang Agama, damai, aman dan nyaman dalam kehidupan sehari-hari bagi warga Kerinci, tandasnya.

Dan tak kalah pentingnya, mampu membangun komunikasi dengan masyarakat kalangan bawah, menengah dan atas dan menyatukan kekuatan untuk membangun Kerinci.

Selain itu kita wajib menolak praktik Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN), seperti saat ini nepotisme pengangkatan pejabat daerah Kerinci, mayoritas dari tigo luhah tanah sekudung.

Ini tindakan yang tidak bijak dan tidak arif, memang hak proregatif ditangan Bupati/ Kepala Daerah menentukan pembantunya, tapi perlu pertimbangan lebih jauh (luas) dan mendalam dan pejabat yang ditunjuk (diangkat) menjadi pembantu Bupati, benar-benar mampu mendukung dan merealisasikan visi dan misi Bupati Kerinci.

Maka, saya yakin kesederhanaan sosok Tapyani dan Liswar mampu memayungi semua pihak, dalam memajukan pembangunan Kerinci kedepan, ‘’Kerinci hanya satu, Kerinci yang maju’’ masyarakatnya Cerdas, damai dan berdampingan satu sama lainnya.

Kita minta program pembangunan Kerinci, tidak muluk-muluk, cukup tiga. Pertama setiap warga Kerinci bisa makan tiga kali sehari dengan lauk pauk yang bergizi.

Dua berpendidikkan (agar cerdas) sebagai generasi penerus dan calon pemimpin masa depan. Dan ketiga Sehat, artinya sarana dan prasarana Kesehatannya harus baik dan biaya terjangkau, harus ada di Kerinci dan lengkap dengan dokter spesialisnya.

Dengan kata lain bagi setiap warga Kerinci, makannya cukup tiga kali sehari, berpendidikan dan sehat. Kerinci yang kuat, ‘’makan cukup, cerdas dan sehat’’ jadi tidak muluk-muluk jika tiga ini terpenuhi, baru kita bisa membangun ‘’KERINCI LEBIH BAIK BERKEADILAN’’

Jika makan tidak cukup, buta hurup (bodoh lagi), dan sakit-sakitan, maka KLB Berkeadilan jauh panggang dari api, papar Syamsu Arifin mengingatkan para calon pemimpin Kerinci kedepan. (***)

Editor/ Penulis dan Penanggungjawab : Gafar Uyub Depti Intan

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *