Pejabat IAIN Kerinci Diduga Sering Ke LN Tanpa Izin Atasan

Muhamad Rasidin Ketua LP2M IAIN Kerinci. (Dok)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Muhamad Rasidin Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi diduga sering berpergian ke luar Negeri tanpa izin  Rektor IAIN. Akibatnya ia jarang masuk kantor sehingga tugasnya selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) terabaikan.

Informasi yang diperoleh Gegeronline di kampus IAIN Kerinci, Muhamad Rasidin diduga sering tidak masuk kantor dan lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan bisnisnya dalam rangka membawa jamaah umroh ke Mekkah.

Bacaan Lainnya

Sementara pekerjaannya sebagai pejabat di IAIN Kerinci terabaikan. Padahal diketahui seorang pejabat yang berpergian keluar Negeri harus mendapat izin dari atasan (Rektor IAIN) yang diusulkan terlebih dahulu kepada  Sekretaris Setneg di Jakarta.

Muhamad Rasidin saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya, Kamis (26/01/2023) mengatakan, “Terserah aja lah mau nulis apa” ujarnya singkat.

Saat ditanya, dalam rangka apa berpergian ke luar Negeri, Muhamad Rasidin enggan menjawab dan terkesan seperti orang linglung.

Rektor IAIN Kerinci Dr. Asa’ari, M.ag saat dikonfirmasi Gegeronline Via WhatsApp, Kamis (19/01/2023) mengatakan, itu urusan internal dan apa urusan saudara untuk mengorek dan mengekspos masalah ini, kata Asa’ri dengan nada sombong dan arogan.

“Saat ini kan masih dalam tahap pembinaan,” sebut Asa’ari.

Hendri salah satu aktivis Kabupaten Kerinci kepada gegeronline Senin (30/01/2023) menyebutkan, selaku pejabat di IAIN Kerinci Muhamad Rasidin jika berpergian ke Luar Negeri seharusnya mendapatkan izin dari atasan dan Sekretaris Setneg RI di Jakarta, sebut Hendri.

“Jika tidak ada izin, kemudian nyelonong saja ke luar Negeri itu patut diduga melanggar aturan ASN, tentu ada sanksinya”

Terkait hal tersebut kami minta kepada Rektor IAIN agar memberi tindakan tegas kepada bawahannya Muhamad Rasidin.

“Jika  terbukti jarang ngantor dan sering berpergian ke luar Negeri tanpa seizin atasan dan Setneg RI di Jakarta, seharusnya Rektor IAIN Kerinci mengambil tindakan tegas, bukan malah membiarkan,” tegas Hendri. (DP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *