Kepala UKPBJ Merangkap Jadi PPK Stadion Mini Sungai Bungkal, Kejari Diminta Usut Juga Proses Tender

Ket Foto: Safrida Iryani, ST.MT Kepala UKBPJ Kota Sungai Penuh (Atas) dan Stadion Mini Kecamatan Sungai Bungkal (Bawah). (Dok)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Pengusutan kasus dugaan korupsi proyek stadion mini Sungai Bungkal oleh Kejari Sungai Penuh terus dipantau oleh penggiat anti korupsi.

Berdasarkan pantauan para penggiat anti korupsi Kerinci-Sungai Penuh, Kepala UKPBJ Kota Sungai Penuh juga merangkap menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Bacaan Lainnya

“Kita temukan PPK proyek Stadion Mini Sungai Bungkal itu juga menjabat sebagai Kepala UKPBJ,” ujar Direktur LSM Geger, Zoni Irawan.

Menyikapi PPK proyek tersebut yang juga merupakan kepala UKPBJ, dia berharap Kejari Sungai Penuh juga melakukan pengusutan proses tendernya.

“Kita minta dan berharap tidak hanya terkait fisik saja yang diusut. Proses tendernya juga perlu diusut tuntas,” ujarnya

Untuk diketahui, sejumlah pejabat, kontraktor dan pekerja proyek Stadion Mini Sungai Bungkal, berlokasi di Dusun Sungai Akar Desa Pelayang Raya, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh telah diperiksa penyidik Kejaksaan Sungai Penuh.

Informasi yang diperoleh, pejabat yang telah dimintai keterangan pada proyek dibawah pengelolaan Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Sungai Penuh yang mendapat sorotan luas dari masyarakat dan penggiat Anti korupsi (LSM). Diantaranya, Pengguna Anggaran (PA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), serta para pekerja yang membawa alat berat.

Gencarnya sorotan itu karena pekerjaan yang dihasilkan tidak sesuai harapan masyarakat yang telah digadang – gadangkan Pemkot selama ini. Selain pekerjaannya dinilai amburadul, diduga telah terjadi mark – up harga.

“Kalau dilihat dilokasi, sembarang saja kerjanya. Enak dan empuk proyek itu (stadion mini Sungai Bungkal). Pekerjaannya hanya memindah-mindah tanah dilokasi,”

“Dikerjakan sebagus-bagusnya, masih banyak kita dapat, karena pekerjaanya hanga menggunakan alat berat saja,” ujar sumber yang merupakan kontraktor ternama di Sungai Penuh dan Kerinci.

Sementara itu, sejumlah penggiat anti korupsi Kota Sungai Penuh saat berdiskusi membicarakan proyek yang dikerjakan oleh CV Saputro Handoko dengan nilai kontrak Rp. 779 juta itu perlu diusut tuntas.

“Banyak sekali kejanggalan dalam pekerjaan proyek stadion mini Sungai Bungkal ini. Mulai dari galian tanah, rumput yang ditanam, pemberian pupuk yang kita nilai tidak sewajarnnnya,” ujar mereka

“Karena pekerjaan proyek ini sudah terlebih dahulu diperiksa Kejari Sungai Penuh dan mendapat sorotan dari media, kita mendesak Kasi Pidsus untuk mengusutnya tuntas hingga ranah pengadilan,” terang mereka

Sementara itu, Alex P Hutahuruk, SH belum berhasil dikonfirmasikan wartawan. Ketika di tanya melalui WhatApps tidak ada jawaban. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *