Bupati Adirozal Diperiksa Penyidik Terkait Kasus Dugaan Korupsi 4,9 M

Ket Foto: Adirozal Bupati Kerinci saat Keluar dari Ruang Penyidik Kejaksaan Negeri Sungai Penuh. (Foto Dede)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Bupati Kerinci Adirozal telah selesai menjalani pemeriksaan di kantor Kejaksaan Negeri Sungaipenuh, sekitar pukul 13.40 WIB. Selasa (21/2/2023). Pemeriksaan terhadap Bupati Kerinci aktif itu dilakukan sejak pukul 10.30 WIB atau sekitar tiga jam.

Informasi yang diperoleh, orang nomor satu di Bumi Sakti Alam Kerinci tersebut diperiksa oleh tiga orang penyidik Pidana Khusus.

Bacaan Lainnya

“Bupati diperiksa tiga orang penyidik. Kasi Pidsus dan dua orang penyidik pidsus lainnya,” ujar sumber dari Kejari Sungai Penuh.

Apakah materinya pemeriksaan terkait dengan peraturan Bupati yang menetapkan besaran tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci sebelum dilakukan KJPP ? Dirinya mengaku tidak mengetahuinya.

Adirozal usai diperiksa Kejaksaan Negeri Sungai Penuh mengungkapkan kepada media bahwa dirinya didalam kantor Kejaksaan lama ngobrol dengan Kajari Sungai Penuh.

“Lama ngota dengan pak Kajari,” kata Adirozal saat ingin menaiki kendaraanya yang telah terparkir didepan halaman kantor Kejaksaan Negeri Sungai Penuh.

10 menit kemudian, Kajari Sungai Penuh Antonius Despinola, SH, MH tiba ke kantor Kejaksaan Negeri Sungai Penuh dengan menaiki kendaraan Dinas BH 4 D dari luar. Sempat disapa oleh kalangan wartawan bertujuan untuk meminta keterangan, Sempat menoleh ke wartawan, Antonius langsung masuk kedalam kantor.

“Dari jam 11 siang tadi pak Kajari keluar, dan baru datang sekarang,” ujar para awak media yang meliput di kantor Kejaksaan.

Penyidik Kejaksaan Negeri Sungai Penuh telah melakukan pemeriksaan maraton terhadap pimpinan, anggota, Eks pimpinan dan Eks anggota DPRD Kerinci terkait kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan pimpinan DPRD Kerinci.

Sementara itu, Kejaksaan Negeri Sungai Penuh juga memeriksa secara maraton bagian hukum Setda Kabupaten Kerinci. Eks Kabag Hukum Zulfran dan bawahannya juga menjalani pemeriksaan.

Dalam kasus tunjangan rumah dinas pimpinan dan anggota DPRD Kerinci ini, Kejari telah menetapkan tiga orang tersangka, masing-masing Eks Sekwan Adli, PPTK Beni dan KJPP Loli, dalam kasus tersebut total kerugian negara sebesar Rp. 4,9 Milyar.

Tunjangan perumahan DPRD Kerinci sudah berlangsung selama dua periode DPRD, yaitu periode 2014-2019 dan 2019-2024. Baik eks anggota DPRD Kerinci periode 2014-2019 sudah dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Sungai Penuh.

Andi Sugandi, SH, kepada wartawan, Selasa (21/02/2023) membenarkan, bahwa Bupati Kerinci Adirozal, diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Sungai Penuh sebagai saksi terkait tiga tersangka kasus dugaan korupsi tunjangan rumah dinas pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci tahun 2017-2021.

“Iya, Bupati Adirozal diperiksa sebagai saksi dari tiga tersangka tersebut yang telah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB sungai Penuh,” tegas Kasi Intel.

Dalam pemeriksaan itu, penyidik mengajukan sekitar 15 pertanyaan kepada Adirozal terkait kasus dugaan korupsi tunjangan rumah dinas pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci.

Selain Bupati Adirozal, lanjutnya, penyidik juga akan memanggil mantan Sekda Kerinci.

“Sedianya kita (sekarang) juga akan memanggil mantan Sekda Kerinci. Karena yang bersangkutan sedang melaksanakan ibadah Umroh ditanah Suci,” tutup Andi Kasi intel Kejaksaan Negeri Sungai Penuh. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *