Diduga Rokok Illegal Beredar Luas di Kerinci dan Sungai Penuh, Siapa Bekingnya?

Ket Foto: Rokok Luffman yang Diduga Ilegal Marak Beredar di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. (Foto Dede)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Peredaran rokok yang diduga tanpa pita dan ilegal semakin banyak beredar secara luas di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi. Hal ini dapat dilihat dengan mudahnya masyarakat mendapatkan rokok tersebut.

Berdasarkan penelusuran wartawan Gegeronline di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci sejak Sebulan belakangan, ditemukan Rokok yang diduga illegal tanpa cukai banyak beredar di Pasar hingga ke Desa-desa.

Bacaan Lainnya

Rokok yang diduga Illegal banyak diperjual belikan di Pasar dan Desa terdiri dari jenis dan merek Luffman dan Rasta. Dalam satu bungkus rokok berisi 12 dan 20 batang, harganya sangat murah dengan bandrol Rp.11.000 rokok bermerek Rasta dan Rp. 12.000 rokok bermerek Luffman.

Akibatnya dari jual beli rokok tersebut diduga terjadi kerugian Negara karena tidak memakai pita dan membayar pajak kepada Negara.

“Pemasoknya (SB) pemain lama yang diduga membawa rokok ilegal masuk ke wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. SB sampai saat ini belum tersentuh hukum,” kata sumber media ini.

“Kita berharap Bea Cukai dan Polda Jambi untuk menindak tegas pemasok rokok illegal di Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang diduga dilakukan oknum berinisial SB, karena diduga membuat Negara rugi,” pungkasnya.

“Selama ini rokok ilegal ini banyak yang beli, harganya pun murah. Soal rasa, dijamin nikmat,” kata seorang warga kepada wartawan yang minta namanya tak ditulis.

Ia mengakui harga satu bungkus rokok tersebut dijual sangat murah yakni sebesar Rp10.000/bungkus hingga Rp12.000 per bungkus.

Salah seorang pemilik warung eceran, menyebutkan, saat ini sudah ada dua merek rokok yang beredar tanpa ada bandrol pita cukai, yakni Luffman dan Rasta

Edi mengaku banyak pelanggan membeli rokok tersebut dengan alasan harga yang murah. “Harganya cukup murah, cuma 10 ribu sebungkus. Alasan inilah yang membuat banyak perokok beralih menggunakan rokok ilegal ini. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sedang terpuruk saat ini,” beber Yal, Kamis (23/2/2023).

“Rokok ini bukannya baru beredar di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh Saya saja sudah lebih dari satu tahun menjual rokok Luffman ini. Peminatnya sudah banyak, jadi seharusnya perusahaan ini harus sudah legal dan bayar pajak,” ungkap Yal.

Lebih lanjut, Yal mengatakan rokok yang dijual tersebut dengan mudah ia dapat melalui sales yang datang langsung ke warung-warung.

“Kami membeli kadang dengan salesnya. Informasinya di beberapa toko grosir di Kerinci juga ada yang menjual rokok ini. Jadi rokok ini bisa didapat dengan mudah,” tandas Edi.

Salah satu aktivis Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh saat dimintai tanggapannya, Sabtu (25/02/2023) mengatakan, peredaran rokok yang diduga illegal bermerek Rasta dan Luffman di Kabupaten Keriinci dan Kota Sungai Penuh kian meluas karena harganya sangat murah dan terjangkau oleh masyarakat yakni Rp 10 ribu hingga 12 ribu, ungkapnya.

Ia menambahkan, luasnya peredaran rokok tersebut akibat kurangnya pengawasan dari pihak Bea Cukai dan Aparat Penegak Hukum.

“Iya, kurangnya pengawasan dari pihak Bea Cukai dan Aparat Penegak Hukum diduga menjadi penyebab rokok illegal tersebit beredar luas di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, ujarnya.

Yang menjadi pertanyaan masyarakat siapa beking dibalik bisnis rokok yang diduga illegal tersebut, sehingga bisa beredar Luas di Kabupaten Kerinci dan Kota Sunga Penuh,? tutup aktivis yang enggan disebutkan namanya. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *