Sumber: Pencairan Tunjangan Rumdis DPRD Kerinci Rp 4,9 M Berdasarkan Perbup

Ket Foto: (Kiri) Bupati Kerinci Adirozal dan (Kanan) Peraturan Bupati Kerinci (PERBUB). (Dok)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Kejaksaan Negeri Sungai Penuh telah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci periode 2014-2019, 2019-2024, dengan total kerugian negara sebesar Rp.4,9 milyar.

Masing-masing pembayaran tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kerinci sebesar Rp. 4,5 Milyar tidak sesuai dengan undang – undang. Sedangkan Rp. 400 juta diduga digelapkan pada masa peralihan DPRD lama ke DPRD yang baru.

Bacaan Lainnya

Ketiga tersangka itu masing eks Sekwan (AD), PPTK (BN) dan KJPP (LO).

Teranyar, Senin pekan ini, sejumlah anggota dan Eks anggota DPRD periode 2014-2019, 2019-2024 ramai – ramai mengembalikan uang tunjangan Rumdis yang telah dibayar tersebut.

Sumber eks anggota DPRD Kerinci dua periode mengungkapkan, kasus dugaan korupsi tunjangan rumah dinas pimpinan dan anggota DPRD Kerinci tersebut, tidak bisa lepas dari peraturan Bupati Kerinci. Sebab, untuk proses dan besaran pencairannya mengacu kepada Perbup tersebut, ungkap sumber.

“Kalau tidak karena Perbup, uang untuk tunjangan itu tidak bisa dicairkan. Perbup inilah kuncinya setiap pencairan keuangan Dewan tersebut,” jelasnya

Dia memberi contoh bahwa gara – gara Perbup, eks Bupati Kerinci Alm. H. Fauzi Siin menjadi terpidana kasus korupsi pinjaman daerah sebesar Rp. 7,5 Milyar.

“Saya ingat pada waktu itu, pak SKB selaku PA tidak bisa mencairkan pinjaman dari BNI dan Bank Jambi. Kedua Bank itu minta adanya Perbup. Karena perbup itulah yang bisa mencairkan uang,” ujarnya

“Sama seperti tunjangan perumahan ini bisa dicairkan dan diterima oleh Dewan ya karena Perbup” ujarnya

Untuk mengusut hingga tuntas kasus tersebut, kata dia, tergantung dari Kejaksaan Negeri Sungai Penuh.

“Sekarang ini semuanya tergantung dari Kejari Sungai Penuh. Kita selaku masyarakat terus memantau perkembangan demi perkembangan dalam melakukan pengusutan kasus ini,” tutupnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *