Minta Kapus Kumun Debai Dicopot, Masyarakat Akan Demo

Ket Foto: Kepala Puskesmas Kumun Debai Ardianto. (Dok)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Masyarakat Kecamatan Kumun Debai akam melakukan unjuk rasa di kantor Walikota Sungai Penuh guna meminta Walikota Ahmadi Zubir untuk mencopot Ardianto dari Kepala Puskesmas (Kapus) Kumun Debai.

Hal ini diungkapkan Harmin, DPT salah satu tokoh masyarakat Kumun Debai kepada media ini, Rabu (12/04/2023), mengungkapkan, jika Walikota Sungai Penuh belum juga mencopot Ardianto selaku Kepala Puskesmas Kumun Debai masyarakat berencana akan melakukan aksi demo di halaman kantor Walikota Sungai Penuh, ujar Harmin.

Bacaan Lainnya

“Iya, kita berencana akan melakukan aksi demo di halaman kantor Walikota Sungai Penuh setelah Hari Raya” ujar Harmin”.

Ia menambahkan, Demo tersebut terkait dengan kasus dugaan korupsi yang diduga kuat dilakukan oleh Ardianto selaku Kepala Puskesmas Kumun Debai, tambahnya.

Dalam demo yang direncanakan Masyarakat Kumun Debai mendesak Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir untuk mencopot Ardianto selaku Kepala Puskesmas Kumun Debai karena dinilai tidak layak lagi menjadi seorang pememimpin, tegasnya.

Menurutnya, Ardianto Kepala Puskesmas Kumun Debai diduga kuat telah melakukan penyelewengan dana rutin Puskesmas serta melakukan intervensi pegawai Puskesmas untuk menandatangani SPJ yang diduga Fiktif. Akibatnya kepercayaan masyarakat menurun terhadap Adrianto.

Hal senada juga disampaikan Rusli warga Kumun menuturkan, semenjak kepemimpinan Ardianto pelayanan di Puskesmas Kumun Debai semakin buruk, dan hal ini membuat kami tidak setuju lagi dengan Ardianto selaku Kepala Puskesmas Kumun Debai, kata Rusli.

“Kami masyarakat Kumun Debai sudah tidak setuju lagi dengan Ardianto memimpin Puskesmas Kumun Debai, untuk itu kami minta agar Wako Sungai Penuh segera mencopot Ardianto sebagai Kapus,” tegas Rusli.

Berikut kasus dugaan korupsi Ardianto Kepala Puskesmas Kumun Debai:

1. SPJ Fiktif bendahara dan Kapus dengan memalsukan tanda tangan seperti DL, menurut informasi salah satu SPJ DL fiktif saat bendahara melakukan wisuda, bahwa wisuda bukan merupakan DL melainkan urusan pribadi.

2. SPJ Lokmin dimana pada tahun 2022 Lokmin hanya dilakukan tidak lebih dari 3 kali sedangkan anggaran 12 kali, Lokmin lintas sektor 4 kali dalam satu tahun tidak pernah dilaksanakan (Makan minum Lokmin bulanan 80 staf dan Lokmin lintas sektor 80 staf ditambah dari Desa dan Kecamatan).

3. Anggaran baju dinas yang anggarannya lebih kurang 49 juta setelah salah satu staf yang rumahnya tidak jauh dari toko jahit tersebut mengkomunikasikan penjahitnya yang harganya dibayar hanya 50% dari harga per stel, yang tidak sesuai dengan harganya.

4. SPJ BIMTEK yang dilaksanakan di Padang, dilaksanakan sendiri oleh Kapus, sedangkan dalam surat tertulis 4 orang sesuai dengan surat undangan.

5. Anggaran pajak ambulan yang rutin dianggarkan tiap tahunnya tidak dibayar sehingga pajak ambulan Puskesmas Kumun Debai mati.

Ardianto Kepala Puskesmas Kumun Debai saat dikonfirmasi melalui nomor Whatshapp pribadinya, Jum’at (07/04/2023) bernada tidak aktif. Hingga berita ini dipublis belum ada jawaban resmi dari Ardianto.

Kepala dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh Azwarman dikonfirmasi, Sabtu (08/04/2023) mengatakan, Sampai saat ini saya tidak ada menerima permintaan masyarakat untuk hal tersebut perihal dugaan yang dimaksudkan, ungkapnya.

“Iya, saya sebagai pimpinan telah mengkonfirmasi hal tersebut, dan saya sampaikan bila benar dugaan yang disangkakan maka beliau (Adrianto red) harus mempertanggung jawabkan dan bila tidak benar segera klarifikasi kalau beredar di media segera klarifikasi melalui media tersebut,” tegas Azwarman. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *