Tiga Terdakwa Kasus Rumdis Pimpinan dan Anggota DPRD Kerinci Disidangkan

Ket Foto: Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi. (Dok)

JAMBI,GEGERONLINE.CO.ID-Kasus dugaan Korupsi tunjangan rumah dinas pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2017-2021 mulai digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Selasa (02/05/2023).

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Budi Candra Permana, SH.,MH dengan anggota Hiasinta Fransisca Manalu, SH, Alfrety Marojajan Butar-Butar, SH., sebagai Panitera: H. Aristo Mubarak, SH.,MH

Bacaan Lainnya

Adapun tga terdakwa yang disidangkan adalah mantan Sekretaria Dewan ( Sekwan) Adli Sebagai Pegguna Anggaran (PA), Benny Ismartha selaku Pejabat Pelaksanan Teknis Kegiatan (PPTK) dan Loly Karentina pihak ketiga dari KJPP. “kata Kejari Sungai Penuh Antonius Despinola.SH.MH, melalui Kasi Intel kejari Andi Sugani. SH.

Kejari menjelaskan, bahwa sidang perdana terhadap ketiga terdakwa dengan agenda mendengarkan pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan  Negeri Sungai Penuh.

“Ketiga tersangka Kasus Dugaan Korupsi tersebut diduga melanggar Peraturan Perundang-undangan dilakukan oleh para terdakwa yang mengakibatkan kerugian keuangan Negara kurang lebih kurang Rp 5,2 Miliar,” ujar Kejari.

Atas Perbuatan para terdakwa, diduga telah memenuhi unsur tindak pidana korupsi, Pasal yang disangkakan pada masing-masing terdakwa adalah : Primair Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor .31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-undang Nomor .31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 18 Undang-undang Nomor .31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP; Subsidiair : Pasal 3 Undang-undang Nomor .31 Tahun 1999.

‘’Bila terbukti mereka  melakukan tindakan pelaggaran yang disangkakan terhadap terdakwa pada pasal 2  dapat dijatuhi hukuman minimal 4 tahun  dan maksimal 20 tahun, sedangkan untuk denda setengah dari nilai  kerugian Negara serta harus mengembalikan penggati kerugian sebesar nilai kerugian Negara” jelasnya.

Sidang lanjutan direncanakan, Selasa (09/04/2023) dengan agenda pemeriksaan saksi untuk perkara terdakwa Adli dan Benny Ismartha serta mendengarkan eksepsi dari terdakwa Loly Karentina, tutup Kejari. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *