Terungkap Fakta Baru Dalam Sidang Kasus Korupsi Rumdis DPRD Kerinci

Ket Foto: Jondri Ali Sekwan DPRD Kabupaten Kerinci saat Menjalani Pemeriksaan Sebagai Saksi Kasus Rumdis Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten di Pengadilan Tipikor Jambi, Selasa (9/5/2023). (Dok)

JAMBI,GEGERONLINE.CO.ID- Sidang lanjutan tiga terdakwa kasus korupsi tunjangan rumah dinas pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci tahun 2017 – 2021 yang merugikan Negara Rp 4,9 Miliar kembali digelar, Selasa (23/05/2023) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi.

Kali ini sidang menghadirkan lima orang saksi yang diperiksa secara terpisah dengan metode dua sesi sidang. Sesi pertama dengan dua saksi yakni, Safril sebagai Pejabat Pengadaan Rumah Dinas DPRD Kerinci 2017 dan Alon sebagai pejabat PPHP tahun 2017.

Bacaan Lainnya

Sesi kedua menghadirkan Sulaiman Salam sebagai Pejabat PPHP 2021, Dodi Yulius sebagai pejabat pengadaan pada sekretariat Dewan Kerinci 2021 dan Nur Ali Nugroho selaku pemilik KJPP Agus Ali dan Firdaus.

Pantauan awak media di ruangan sidang, terdapat fakta persidangan yang mengungkapkan bahwa setiap dokumen- dokumen pengadaan baik tahun 2017 sampai dengan 2021 itu sudah disiapkan terlebih dahulu oleh Beni selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiataan (PPTK), dalam proses penunjukan langsung.

Selain itu, sebelum diadakan kegiatan, para pejabat-pejabat terkait dipanggil terlebih dahulu oleh Sekwan (Adli, red) untuk menjelaskan mengenai teknis pelaksanaan kegiatan.

Ketika dikonfirmasi usai persidangan, Kasi Pidsus Kejari Sungai Penuh Alex Hutahuruk, dalam persidangan, fakta hukum yang ditemukan diantaranya adalah pemalsuan tandatangan.

“Tadi, saksi Nur Ali Nugroho menyatakan bahwa kegiatan tahun 2021, tanda tangannya dipalsukan semua, sehingga dia tidak mengetahui dan tidak pernah melaksanakan kegiatan pengadaan tersebut,” beber dia.

Fakta hukum dipersidangan, lanjut Alex, nantinya akan menjadi bukti dan landasan untuk pendalaman kedepan.

“Fakta hukum yang kita dapat ini menjadi bukti-bukti untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.

Mengenai kemungkinan penambahan tersangka, Alex menyebutkan akan melihat proses dipersidangan.

“Kita dengarkan dulu keterangan saksi dipersidangan, kalau seandainya ditemukan fakta hukum dan bisa menjadi alat bukti, tentunya bakal ada,” pungkas Alek. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *