Syaid: Kejati Jambi Segera Panggil dan Proses Walikota Sungai Penuh

Ket Foto: Aliansi Mahasiswa Kerinci-Sungai Jambi (AMKJ). (Dok)

JAMBI,GEGERONLINE.CO.ID-Ditengah pengusutan kasus Tunjangan Rumah Dinas pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2017-2021 yang dmerugikan keuangan negara sebesar Rp 4,9 Milyar dengan tiga terdakwa yakni Adli eks Sekwan Kerinci, Beni selaku PPTK dan Loli pihak Ketiga dari KJPP.

kini mencuat Kasus Sewa Rumah Dinas Walikota dan Sekda Kota Sungai Penuh yang sedang dilakukan Penyelidikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, namun kasus tersebut dinilai mulai redup.

Bacaan Lainnya

Berbagai upaya dalam pengusutan kasus sewa rumah dinas Walikota dan Sekda Sungai Penuh ini juga sempat disuarakan oleh kalangan mahasiswa yang berada di Jambi.

Mulai dari menggalang aksi didepan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Jambi pada tanggal 22 Mei 2023 silam. Hingga kini  belum menemui titik terang atau kejelasan dalam pengusutan kasus tersebut.

Merasa tidak puas dengan hasil tersebut. Aliansi Mahasiswa Kerinci Sungai Penuh Jambi datangi Kejati Jambi pada Kamis (08/06/2023) guna mempertanyakan kelanjutan kasus Rumdis Walikota dan Sekda Kota Sungai Penuh.

“Kami mendatangi Kejati Jambi mempertanyakan soal kejelasan kasus sewa rumah dinas Walikota dan Sekda Kota Sungai Penuh,” ujar Habib kepada awak media, Sabtu (10/06/23).

Dari pertemuan tersebut, dirinya menjelaskan ada kejenggalan dari penjelasan pihak Kejati Jambi, terkesan lempar bola.

“Kedatangan kami seakan tidak dihargai, pak Lexy enggan bertemu dengan kami, dengan alasan ia tidak berada di kantor. Kami di arahkan ke media center Kejati untuk menemui Humas Marvin P,” ujar habib.

“Pada pertemuan kami dengan pak Marvin, Ia (Marvin red) Hanya mnyampaikan. Pihaknya tidak bisa memberikan kabar pasti sebelum adanya penetapan tersangka,” terang syaid menyambung penjelasan Habib.

Lebih jauh, “Yang Seharusnya pihak Kejati tau terkait perkembangan kasus ini sampai tahap mana saja, tetapi pihak kejati seolah-olah tidak tahu terkait perkembagan dari kasus ini, terkesan lempar bola dan enggan memberikan penjelasan yang pasti seolah-olah ada yang ditutupi. Seakan-akan Walikota dan Sekda kebal terhadap hukum,” tukas Syaid.

Dinilai tidak transparan Kejati Jambi dalam Pengusutan Khasus tersebut, beberapa Aktifis mahasiswa ini meminta agar Kejati Jambi segera memanggil dan memproses Walikota Ahmadi Zubir dan Alpian Sekda Kota Sungai Penuh dalam waktu dekat.

“Kami meminta dalam waktu dekat ini pihak Kejati menyurati Kejari Sungai Penuh untuk memanggil dan memeriksa Walikota dan Sekda. Agar tidak ada kesalahpahaman dan keresahan yang timbul dari masyarakat dan mahasiswa yang merasa risih dari kasus ini,”papar Syaid.

Tak hanya itu pihaknya juga menyampaikan, akan ada aksi lanjutan jika tidak adanya titik terang dalam pengusutan kasus ini di dalam beberapa hari kedepan.

“Apabila kasus ini tidak ada transparansinya dalam beberapa hari kedepan ini, kami pastikan akan ada aksi lanjutan. Kami berharap kepada masyarakat, pemuda, dan mahasiswa ikut serta dalam menyuarakan dan mengawal kasus ini” tutup Dani. (DD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *