Proyek TPS-3R Rp 6 Milyar di Sungai Penuh Terindikasi Korupsi, Kejati Jambi Diminta Turun

Ket Foto: Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir (Kiri), Kadis Lingkungan Hidup Kota Sungai Penuh Wahyu Rahman Dedy (Kanan) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Renah Pandan Tinggi (RPT) yang Berlokasi di Desa Sungai Ning Kota Sungai Penuh. (Dok)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Berharap Kajati Jambi untuk turun tangan mengusut kasus Dugaan Korupsi proyek pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS-3R) yang berlokasi di 16 Desa dalam wilayah Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi tahun anggaran 2022 yang telah dilaporkan LSM ke Kejaksaan Negeri Sungai Penuh.

“Harapan LSM Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci agar Kajati Jambi untuk turun tangan mengusut kasus dugaan korupsi pada proyek TPS-3R yang berlokasi di 16 Desa, anggarannya lebih Rp. 6 Milyar yang penanganannya dinilai lamban” ujar Himawan LSM Gema Gugatan Rakyat.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, berdasarkan dari kondisi fisik bangunan senilai Rp. 200 juta diduga terjadi Mark – Up, ini diperkuat adanya indikasi bahwa Rencana Anggaran Biaya (RAB) dibuat setelah bangunan fisik selesai dibangun.

“Masyarakat awam bisa menilai, masa bangunan 6 x 8 meter hanya berdiri tiang besi H dipasang jaring – jaring wiremes nilai bangunannya Rp. 200 juta,”

“Pengadaan mesin pembakar sampah yang terbuat dari besi, seperti cerobong harganya hingga Rp. 50 juta. Dibuat saja disini, paling habis Rp. 15 juta,” ujarnya

“Jika dihitung untuk pembangunan fisik, pengadaan tanah dan pengadaan peralatan yang baru dibeli sekarang di 16 Desa itu berjumlah lebih Rp. 6 Milyar,” ujarnya

Kemudian, untuk pengadaan tanah diduga juga tanpa melalui prosedur pembebasan tanah, yaitu melalui KJPP dan bangunannya didirikan diatas tanah belum bersertifikat.

Adapun dugaan korupsi dalam pelaksanaan pembangunan TPS3R melalui Anggaran Dana Desa (ADD) yaitu:

1. Perencanaan dan pekerjaan yang mendadak/tanpa perencanaan.

2. Dugaan Tidak sejalan atau kesesuaian antara RKPDes dan APBDes 2022 yang dibahas di Desa dengan pelaksanaan ADD tahun 2022

3. Dugaan Mark-Up Pembelian Tanah tanpa melalui KJPP dan Tanah untuk pembangunan fisik TPS-3R tanpa sertifikat.

4. Dugaan pembelian mesin pembakar sampah sebesar Rp. 50 juta dananya berasal dari Dana Desa (pusat) bidang ketahanan pangan.

5. Dugaan pelaksananya pekerjaan melalui program padat karya. Pelaksana pekerjaan diduga dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Sungai Penuh, untuk anggarannya diduga ditumpangi melalui ADD.

7. Dugaan Mark-Up pembangunan fisik TPS-3R. Dimana diduga tanpa adanya Rencana Anggaran Biaya (RAB). RAB proyek fisik bangunan TPS-3R dilakukan setelah pekerjaan selesai. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *