Terkait Kasus Rumdis, Boy Edwar dan 10 Saksi Akan Dihadirkan di Pengadilan Tipikor Jambi

Ket Poto : Terdakwa Adli saat mengikuti Persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi beberapa waktu lalu. (dok)

JAMBI,GEGERONLINE.CO.ID-Sidang lanjutan kasus korupsi tunjangan rumah dinas pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci tahun 2017-2021 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kembali ditunda pada pekan depan.

Boy Edwar Cs Pimpinan DPRD Kabupaten Kerinci akan memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Jambi. Politisi Partai Golkar ini akan bersaksi terkait kasus tunjangan rumah dinas pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci pada tahun 2017-2021.

Bacaan Lainnya

Sidang pada Senin kemarin di gelar secara online dan offline, yang mana sebagian tersangka, Penasehat Hukum dan JPU mengikuti sidang secara Online, sebagiannya secara offline atau dihadirkan di ruang persidangan.

Sidang Tipikor ini juga dinyatakan ditunda oleh pimpinan sidang, pasalnya, untuk Hakim Ketua tidak hadir pada sidang tersebut. Dalam hal tersebut persidangan diambil alih oleh Hakim anggota 1 untuk melanjutkan jalannya persidangan.

Menggantikan hakim Ketua dalam memimpin jalannya persidangan, Hakim anggota 1 memutuskan sidang ditunda dan dilanjutkan pada minggu depan, yakni tanggal 25 -26 Juli 2023.

“Untuk sidang hari ini kita tunda, sidang akan kita lanjutkan minggu depan,” tutur Hakim Anggota 1, Mewakili Hakim Ketua jalannya persidangan.

“Untuk persidangan di minggu depan atau seterusnya, kita akan mengadakan sebanyak 2 kali sidang dalam 1 minggu yakni Senin dan Selasa, namun secara offline,” paparnya, sembari menutup persidangan.

Pada sidang pekan depan tanggal 25-26 Juli 2023 sebanyak 11 saksi akan dihadirkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi.

Masing-masing saksi ini adalah Suharman, Ir. Boy Edwar, Arwinyanto, SE, Fitra Jaya, SE, Adi Purnomo, Zasmiati, Harry Satria S, Subur Budiman, ST., H. Martias S.Pd, Jondriadi dan Jendril. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *