Kejari Diminta Usut Tuntas Kasus Proyek Piktif Rp 1,4 M di Sungai Penuh

Ket Foto: Jembatan Piktif yang Berlokasi di Desa Koto Tengah Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh. (Foto DD)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh Antonius Despinola SH, MH diminta untuk mengusut tuntas Kasus dugaan korupsi Proyek Rehabilitasi Jembatan Desa Koto Tengah, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Sungai Penuh tahun anggaran 2022 senilai Rp 1,4 Miliar diduga kuat tidak dikerjakan sama sekali oleh CV BOMAX selaku Kontraktor pelaksana (Piktif).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang didapatkan di lapangan kasus tersebut telah dilaporkan salah satu LSM kepada pihak Kejaksaan Negeri Sungai Penuh. Namun hingga kini belum juga ada kejelasan dan kepastian hukumnya, apakah kasus tersebut berlanjut atau dihentikan?, ujar Himawan. Rabu (26/07/2023).

“Iya, kasus dugaan korupsi Jembatan Piktif tahun anggaran 2022 senilai Rp 1,4 miliar di Kota Sungai Penuh harus ditindaklanjuti dan diusut tuntas oleh Kejari Sungai Penuh, mengingat kasus ini telah lama dilaporkan oleh pihak LSM. Namun hingga saat ini Bak Hilang Ditelan Bumi,” sambungnya.

Untuk itu ia berharap kepada Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh agar serius dalam menindaklanjuti kasus tersebut Sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, tandas Himawan.

Andi Sugandi, SH Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sungai Penuh dikonfirmasi gegeronline Kamis (15/06/2023) mengatakan, lagi on proses, ujarnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Berdasarkan Surat Perjanjian Kontrak (SPK) tertanggal 22 Agustus 2022, pemenang tender pekerjaan adalah CV BOMAX beralamat di Perumahan Milan Regenci RT.08 Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Namun selama lima bulan, kontraktor pemenang tender tidak melaksanakan pekerjaan Proyek Rehabilitasi Jembatan sesuai dengan kontrak kerja sampai akhir tahun Anggaran 2022.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dilingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Kota Sungai Penuh, Kontraktor pelaksana pekerjaan proyek rehabilitas jembatan itu dikerjakan CV BOMAX, dan juga mereka membenarkan sebelum pekerjaan dimulai sudah mendapatkan uang muka sebasar 30 Persen dari nilai kontrak Rp 1,4 Miliar. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *