Selain SK Bermasalah, Dana KONI Rp 3.1 M Mengalir ke Pejabat dan ASN Kerinci

Ket Foto: Radium Haris Adik Bupati Kerinci Adirozal (Kiri) dan Ketua KONI Kabupaten Kerinci Deki Almitas (Kanan). (Dok)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Selain Surat Keputusan (SK) Pengurus KONI Kabupaten Kerinci yang dinilai bermasalah, Dana Rp 3,1 M juga diduga kuat mengalir ke kantong oknum pejabat dan ASN. Hal ini menuai sorotan miring di tengah masyarakat.

Pasalnya, dalam SK pengurus KONI Kabupaten Kerinci mayoritas di isi oleh oknum ASN dan Pejabat Publik sepertinya diduga sengaja mengangkangi Peraturan dan Undang-undang.

Bacaan Lainnya

Tak tertampik lagi, selain mengangkangi UU Keolahragaan, Organisasi KONI mestinya bersifat mandiri dan tidak boleh terikat dengan jabatan struktural maupun pejabat publik.

Parahnya, KONI Kabupaten Kerinci selain tidak mengindahkan aturan berlaku, terdapat ASN rangkap jabatan dan tercatat sebagai penerima gaji ganda.

Tidak tertutup kemungkinan, bila bersumber dari dana hibah yang berindikasi pelanggaran serta penyalahgunaan anggaran dapat saja terjerat pidana.

Terbukti, ada bocoran aliran dana hibah sebesar Rp. 3.150.000.000, (Rp 3,1 M) diduga mengalir ke Pejabat lingkup Pemkab Kerinci yakni, Adirozal (Bupati Kerinci) Rp. 2.000.000, per bulan, Ami Taher (Wakil Bupati Kerinci) Rp.1.500.000, – dan  Zainal Efendi Sekda Kerinci Rp. 1.000.000,-

Selanjutnya, Radium Halis selaku Kepala Dinas Pertanian, merangkap sebagai Wakil Ketua KONI sekaligus Ketua Cabor Tenis Lapangan menerima Rp. 1.000.000 perbulan.

Lalu Zufran Kaban Inspektorat Wakil Ketua KONI merangkap sebagai Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Angkat Besi menerima Rp. 1.000.000 per bulan.

Osrayandi Kepala Dinas Perkebunan Wakil Ketua KONI merangkap Ketua Cabor Dayung Rp. 1.000.000, –

Ketua KONI Provinsi Jambi Budi Setiawan yang juga Ketua Golkar Kota Jambi tidak membantah SK tersebut.

Bahkan melalui wakilnya Habib kepada media ini mengaku tidak mengetahui adanya rangkap jabatan di tubuh KONI Kerinci yang begitu parah.

“Biarlah KONI Kerinci yg bertanggungjawab atas SK pengurus, karena usulannya dari mereka (KONI Kerinci),” tandas Habib mengelak dari tudingan konspirasi.

Sementara Deki Almitas selaku Ketua KONI Kabupaten Kerinci menampik ada gaji atau pun sejenis honorer tiap pengurus.

“Bukan ada gaji yang kita harapkan sebagai pengurus KONI, bahkan uang kita yang keluar untuk menutupi kekurangan,”ujar Deki mengelak. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *