Proyek Rp.3 M Sentra Dodol Disperindag Kerinci Dikerjakan CV. Kerinci Jayo Mulai Disorot 

Ket Foto: Pekerjaan Sentra Dodol Senilai 3 M Disperindag Kerinci yang Dikerjakan CV. Kerinci Jayo Mulai Disorot. (Foto BZ)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Mulai disorot sebuah pekerjaan fisik proyek yang dikerjakan oleh CV. KERINCI JAYO milik Adrami beralamat di Desa Baru Siulak Panjang itu, sudah ditemukan kejanggalan kerja yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Selain Material Pondasi diduga asalan tidak sesuai spesifikasi, ukuran besi tiang maupun komposisi semen pun turut dipertanyakan. Jangan-jangan ada besi murah alias banci yang dicurigai dalam pelaksanaannya.

Bacaan Lainnya

Pekerjaan fisik proyek ini diketahui adalah tanggungjawab Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kerinci untuk gedung sentral produksi Dodol.

Ini merupakan Kegiatan Pembangunan Revitalisasi Rumah Produksi dan Pemasaran Sentra IKM Dodol Kentang berlokasi di Desa Lubuk Nagodang, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.

Proyek fisik ini merupakan Kegiatan Belanja Modal Bangunan Gedung dengan nilai kontrak Rp. 3.010.954.233,- ( Rp. 3 M) dengan sumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Menurut informasi diperoleh Geger Online dari sumber terpercaya menyebutkan bahwa ada dugaan kejanggalan material dan kecurangan dukungan pihak perusahaan sebagai syarat tender.

“Pembuatan pondasi harus menggunakan material split produk stone crusher supaya pondasi gedung bisa lebih kuat.

Tetapi kontraktor pelaksana sepertinya tidak menggunakan material pasir dengan split semestinya,” ujar sumber.

Ditambahkan sumber lagi, Kontraktor pelaksana CV. KERINCI JAYO juga melakukan dugaan kecurangan dengan tidak mengambil material di Galian C Rizal Kadni alias Pak Torik sesuai pada surat dukungan sebelum memenangkan tender.

“Harusnya kontraktor CV Kerinci Jayo, (Adrami – Red) wajib mengambil material di pak Torik sesuai dengan persyaratan tender yang tertuang dalam surat dukungan.

“Jangan hanya bertopeng surat dukungan Galian C Rizal Kadni, tapi kenyataannya malah menggunakan material tidak bermutu dan berkualitas,” ujar sumber gegeronline.co.id, Selasa kemarin (01/08/2023).

Sementara hingga berita ini dilansir, Direktur CV.Kerinci Jayo, Adrami dan PPK Dinas Perindagkop Kerinci, belum diperoleh keterangannya terkait penggunaan material yang disinyalir tidak sesuai dengan Spesifikasi pekerjaan proyek tersebut. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *