Proyek PUPR Provinsi Jambi di Kerinci Rp 1,5 M Diduga Terjadi Pencurian Volume

Ket Foto: Proyek Penanganan Longsor Senilai 1,5 M Diduga Kuat Terjadi Pencurian Volume. (Foto BZ)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Proyek penanganan longsor jalan Keliling Danau Kabupaten Kerinci dari Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi yang dikerjakan CV Duta Panca Laksana dengan pagu anggaran sebesar Rp 1,5 M diduga kuat terjadi pencurian volume yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Bukan itu saja, kontraktor pelaksana tidak memasang papan nama informasi proyek di lokasi pekerjaan, sehiingga Masyakat luas tidak mengetahui apa pekerjaannya, berapa nilai kontrak, dan perusahaan mana yang mengerjakannya.

Bacaan Lainnya

Salah satu pekerja saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa proyek ini dikerjakan kontraktor dari mudik (Semurup), tetapi ia enggan menjelaskan siapa yang dimaksud kontraktor dari mudik tersebut.

Hendri aktivis Kabupaten Kerinci saat dikonfirmasi Gegeronline Sabtu (13/08/2023) menuturkan, Berdasarkan hasil investigasi dilapangan ditemukan adanya dugaan penyimpangan pada pelaksanaan proyek bronjong penahan jalan di Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi diduga dikejakan Kontrakto pelaksana asal jadi, kata Hendri.

“Iya, pekerjaan bronjong tersebut diduga milik Dinas PUPR Provinsi Jambi yang diduga terjadi pencurian volume sehingga di khawatirkan akan tidak mampu bertahan lama dan akan menimbulkan kerusakan lebih parah terhadap penahan longsor jalan. Selain itu kontraktor pelaksana tidak memasang papan nama proyek di lokasi, ini adalah indikasi pembohongan Publik,”  lanjut Hendri.

Ia menambahkan, Ada ketentuan baku yang mengatur tentang brojong kawat yang digunakan untuk penahan jalan longsor, Bronjong kawat adalah kotak yang terbuat dari anyaman kawat baja berlapis Seng yang pada penggunaannya diisi batu-batu untuk pencegah erosi yang dipasang pada tebing-tebing, tepi-tepi sungai, yang proses penganyamannya menggunakan mesin. Acuannya adalah SNI 03-0090-1987 tentang Mutu dan Cara Uji Bronjong dan Kawat Bronjong, dan syarat bahan baku mengacu pada SNI 03-6154-1999 tentang Kawat Bronjong, lanjutnya.

Terkait hal tersebut dirinya minta kepada pihak Dinas PUPR Provinsi Jambi untuk segera turun ke lokasi proyek tersebut, Jika ditemukan adanya pelanggaran kami minta agar dilakukan pembongkaran Dan diperbaiki sesuai dengan Spesifikasi Teknis dan gambar kerja, tegas Hendri. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *