Pemenang Tender Proyek Rp 8,2 M di Kerinci Diduga Kangkangi Aturan

Ilustrasi LPSE Kabupaten Kerinci

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Mencuat dugaan kecurangan dan pemenang tender di ULP Pokja telah berani mengangkangi Perpres nomor 12 tahun 2021, dengan indikasi KKN dan diskriminasi terhadap peserta tender.

Sebab, perlakuan pihak panitia tender terhadap pekerjaan pembangunan Gedung Kantor DPRD Kerinci dengan pagu senilai Rp.8,2 Miliar, harga penawaran dimenangkan CV. ADYAN JAYA MANDIRI dengan nilai terkoreksi 8,1 Miliar.

Bacaan Lainnya

Padahal diketahui CV Adyan Jaya Mandiri sudah oper kapasitas dengan ketentuan SKP yakni, 5 paket setiap tahun malah saat ini menjadi 6 paket.

Tercatat CV Adyan Jaya Mandiri berhasil memiliki paket pekerjaan lebih 5 paket yaitu, 1). Pembangunan Ruang Laboratorium komputer ( SD Negeri 98 Rantau Indah, Kecamatan Dendang. 2). Rehabilitasi ruang kelas bertingkat ( Kerusakan Minimal Sedang Beserta Perabotnya SD Negeri 103/III Koto Tuo.

3). Pembangunan Ruang Laboratorium Komputer beserta perabot SDN 005/III Hiang Tinggi. 4). Pembangunan Paving Block SDN 164/III Perikan Tengah Kecamatan Gunung Raya.

5). Pembangunan Ruang Guru Beserta Perabotnya, SDN 046/XI Koto Tengah (DAK). 6). Pembangunan Gedung Kantor DPRD Kerinci di Dinas PUPR Kerinci dengan nilai Rp. 8,2 Miliar.

Menurut keterangan sumber, Minggu (13/8/2023) sekitar pukul 11:30 WIB, menyebutkan bahwa perlakuan pihak panitia di Pokja ULP sudah mengangkangi aturan Peraturan Presiden (Perpres) dan dapat diseret ke Polisi atau ranah hukum.

“Seperti Peraturan Kepala LKPP nomor 12 tahun 2021, Persyaratan kualifikasi teknis untuk pekerjaan konstruksi antara lain memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket (SKP), dengan ketentuan : – Untuk Usaha Kecil, nilai Kemampuan Paket (KP) ditentukan sebanyak 5 (lima) paket pekerjaan.

“Kita sangat menyakini nilai penawaran dari CV ADYAN JAYA MANDIRI ada indikasi bocoran dari pihak ULP Pokja Pemkab Kerinci dibawah naungan Almi Yandri, memenangkan perusahaan yang sudah oper kapasitas atau melebihi sisa kemampuan paket (SKP) tahun 2023,” ujar pemilik CV Barokah Putra Jaya Mandiri.

Ditambahkannya, Selain oper kapasitas, terjadi juga selisih harga mencapai Rp 380.126.000, (Rp.380 juta) dari penawaran pemenang tender dengan perusahaan yang dikalahkan.

“Padahal sama-sama diketahui untuk Usaha Kecil, nilai Kemampuan Paket (KP) ditentukan sebanyak 5 (lima) paket pekerjaan tidak boleh lebih.

Selain itu, kita sangat menyakini harga satuan atau jumlah harga banyak yang sama dengan harga perkiraan sendiri atau OE.

Pihak Pokja ULP Pemkab Kerinci kuat dugaan berkonspirasi dengan pihak perusahaan CV AJM dengan bocoran Owner Estimate (OE), yakni perkiraan harga pengadaan barang atau jasa yang dianalisa secara profesional dan di sahkan oleh eksekutif yang memiliki otoritas.

Namun hingga berita ini dipublikasikan pihak Pokja ULP yang bertanggungjawab soal penentu kemenangan tender belum diperoleh keterangannya. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *