8 Bulan Dilaporkan, Kasus Proyek MTQ Rp 2 M di Sungai Penuh Mandek

Ket Foto: Koesnadi Ketua LSM-Reaksi (Atas) dan Surat Laporan Pembangunan area Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-51 Provinsi Jambi yang Diselenggarakan di Kota Sungai Penuh Tahun 2022 dengan Nilai Kontrak Sebesar Rp 2.042.899.500,00 yang Dikerjakan CV Mydia Putra diduga Mandek. (Foto BZ)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Kasus dugaan korupsi belanja jasa pembangunan area Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-51 Provinsi Jambi yang diselenggarakan di Kota Sungai Penuh tahun 2022 dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.042.899.500,00 yang dikerjakan CV Mydia Putra diduga Mandek di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh.

Kasus ini dilaporkan LSM-REAKSI ke Kejaksaan Tinggi Jambi pada 12 Desember 2022 lalu, Selanjutnya pihak Kejati Jambi melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Sungai Penuh. Namun sayangnya hingga kini kasus yang telah dilaporkan tersebut tidak jelas status hukumnya, apakah berlanjut atau dihentikan demi hukum?.

Bacaan Lainnya

Koesnadi salah satu pelapor kepada Gegeronline.co.id Kamis (17/08/2023) menuturkan, bahwa kasus dugaan korupsi belanja jasa pembangunan MTQ ke-51 Provinsi Jambi yang diselenggarakan di Kota Sungai Penuh senilai Rp 2 Milyar lebih yang dilaksanakan oleh CV Mydia Putra secara resmi telah kami laporkan kepada Kejati Jambi. Dalam pengusutannya Kejati Jambi melimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, tutur Koesnadi.

“Iya, benar kasus dugaan korupsi belanja jasa MTQ Provinsi Jambi ke-51 Di Kota Sungai Penuh yang menemani dana Rp 2 M lebih telah kita resmi kita laporkan ke Kejati Jambi. Dan Kejati Jambi melimpahkan penanganannya ke Kejari Sungai Penuh, ” jelasnya.

Berdasarkan hasil investigasi Dan analisa LSM-REAKSI pelaksanaan pekerjaan jasa MTQ tahun 2022 diduga terjadi Mark up bahkan ada juga item pekerjaan yang tidak dilaksanakan sama sekali (Piktif). Akibatnya diduga terjadi kerugian keuangan Negara mencapai Rp 1 Milyar, tambah Koesnadi.

Kuat dugaan Dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan tidak sepenuhnya dilaksanakan oleh CV Mydia Putra. Hal ini dapat dilihat dari item pekerjaan pemasangan AC yang seharusnya dipasang di arena utama yang semestinya 40 ribu watt, tetapi pihak kontraktor pelaksanaan diduga memasang AC 15 ribu watt, Begitu juga dengan item pekerjaan Sound System, tambahnya.

Terkait dengan kasus yang telah kami laporkan itu, untuk kami minta kepada pihak Kejaksaan Negeri Sungai Penuh agar segera mengusut tuntas, Demi tegaknya supremasi hukum di Kota Sungai Penuh ini, mengingat kasus ini sudah 8 bulan dilaporkan, namun belum ada kejelasan dan kepastian hukumnya, tandas Koesnadi dengan nada geram.(DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *