Ketua KONI yang Diduga Korupsi Rp 1 M Ternyata Ketua Partai Hanura Kerinci

Ket Foto: Deki Almitas saa Berfoto Bersama Pengurus DPD Partai HANURA Provinsi Jambi dan Romul Eladi Sekretaris KONI Kabupaten Kerinci dan Juga Adik Kandung Bupati Kerinci Adirozal. (Dok)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Kasus dugaan korupsi dana hibah hibah Pemkab Kerinci ke KONI Cabang Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2023 sebesar Rp.3,1 Miliar terus bergulir di Polres Kerinci, tak heran jika ujung dari kasus ini merembet ke sejumlah nama ASN ikut terima gaji ganda. Setelah santer diberitakan nama Deki Almitas. ST pun turut terseret jadi buah bibir publik dan heboh.

Kabar terakhir, para ASN yang terlibat sebagai pengurus KONI sudah dipanggil dan dimintai keterangan oleh Tim Penyidik Polres Kerinci.

Bacaan Lainnya

Sebab, selain sebagai Ketua Umum KONI,  Deki juga terdaftar pada Daftar Calon Sementara (DCS) di Partai HANURA untuk Pencalonan Calon Legislatf (Caleg) nomor Urut 1 dari Dapil I sebagai calon Anggota DPRD Kabupaten Kerinci.

Menariknya, terhadap dugaan Korupsi Dana Hibah KONI ini, Kapolres Kerinci telah membentuk Tim Penyidik yang diketuai IPDA REZA RAHMAT, Sr.K dan AIPDA DOBER MANDIKA, S. AP.

Menindaklanjuti kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi sebesar Rp 3,1 Milyar tersebut, langsung disikapi dengan laporan LSM PETISI SAKTI ke Polres Kerinci 23 Agustus 2023 berlanjut naik ke Penyelidikan.

Hal ini diketahui dari Surat Polres Kerinci nomor : B/203/IX/ RES 3.3/2023 tanggal 04 September 2023 Perihal : Surat Perkembangan Penanganan Pengaduan Masyarakat yang telah dilayangkan dan diterima oleh pelapor.

Berdasarkan surat yang ditandatangani Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Edi Mardi Siswoyo, bahwa laporan/pengaduan LSM-PETISI SAKTI perihal : pemintaan Lid-dik pada kegiatan Pengelolaan Anggaran KONI Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2023, diduga merugikan keuangan Negara.

Tercatat sebelumnya sudah dilakukan Penyelidikan oleh Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Kerinci.

Saat ini kasus dugaan korupsi di KONI, Polres Kerinci menunjuk Ketua Tim IPDA Reza Rahmat. M, Sr.K dan AIPDA DOBER MANDIKA, S.AP, guna kepentingan pengumpulan bahan keterangan dan dokumen.

Diketahui dari laporan LSM berindikasi merugikan keuangan negara yang dilaksanakan dari Rp. 3.150.000.000,- tercatat sekitar Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) yang diduga kuat dilakukan oleh Deki Almitas selaku Ketua KONI Kabupaten Kerinci dan para pejabat lainnya.

“Iya, kita sudah menerima surat dari Polres Kerinci tertanggal 04 September 2023 perihal Pemberitahuan Perkembangan Penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2023 yang telah dilaporkan ke Polres Kerinci,” terangnya.

Untuk itu, kita berharap kepada pihak Penyidik Polres Kerinci agar dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap siapa pelaku dan yang terlibat lainnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tambahnya..

Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya juga berharap agar Penyidik memanggil dan memeriksa pengurus inti KONI sebagai saksi biar kasus ini cepat terungkap, seperti Ketua Harian KONI, Sekretaris dan Bendahara,” harap sumber.

Sebab, setelah mencuat dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI Kerinci sebesar Rp.3,1 M, Deki Almitas beserta Oknum Pengurus Inti KONI masih menampik adanya korupsi dana hibah tahun anggaran 2023, ini belum termasuk dana hibah tahun anggaran 2022 yang patut diduga juga bermasalah.

Sebelumnya, LSM Petisi Sakti tidak hanya melaporkan Deki Almitas selaku Ketua KONI, tetapi juga melaporkan 3 (tiga) Petinggi Pemkab Kerinci, yakni, Adirozal selaku Bupati Kerinci, Ami Taher (Wabup) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Zainal Efendi, lantaran diduga menerima aliran uang KONI setiap bulan.

“Ketiga pejabat ini memang harus diperiksa penyidik, mereka menerima uang bulanan dari dana hibah berdasarkan apa? KONI lembaga mandiri bukan Dinas Pemerintah Daerah.”

Dan ini bukan dana kegiatan seperti SKPD ada honorer Bupati dan Wakil Bupati, apalagi Pejabat ASN yang terima honor, ini patut diduga mereka menerima gaji ganda dan perlu diperiksa oleh penyidik Polres, Kerinci”tegas sumber dalam KONI. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *