Terkait Proyek Swakelola SMKN 2 Kerinci Rp 5 M, Kepsek Bantah Korupsi

Ket Foto: Pembangunan SMKN 2 Kabupaten Kerinci Jambi di Siulak Mukai. Kepsek SMKN 2 Reza. (DOK)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Terkait hebohnya pemberitaan proyek pembangunan gedung SMKN 2 Kerinci yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2023 Provinsi Jambi sekitar Rp. 5 Miliar dilaksanakan secara swakelola oleh Kepala Sekolah (Kepsek) Reza Fakhlevi mulai ditanggapi.

Untuk diketahui, pekerjaan fisik proyek Swakelola SMKN 2 Kerinci itu, tepatnya berlokasi di Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi itu terindikasi kecurangan pada pelaksanaan pekerjaannya.

Bacaan Lainnya

Setelah menuai sorotan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, PPK, PPTK  diminta turun langsung ke lokasi proyek pembangunan SMKN 2 Kerinci Provinsi Jambi, karena diduga kuat terjadi penyimpangan dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Spesifikasi Teknis yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun Gegeronline dan Siasatinfo.co.id, Senin (18/9/2023), bahwa ditemukan kejanggalan pengadaan material seperti ukuran besi, komposisi masakan semen, bahan kayu, Batu Pondasi diduga tak sesuai spesifikasi dalam RAB.

“Fisik bangunan dikerjakan yakni, ruang Labor Fisika, Kimia, Biologi dan Toilet bersumber dari dana DAK kurang lebih sekitar Rp 5 Milyar itu, dikerjakan secara Swakelola oleh pihak Kepala Sekolah,” ungkap sumber dari LSM.

Menyikapi pemberitaan ini, Reza Fakhlevi selaku Kepsek SMKN2 Kerinci melakukan klarifikasi sekaligus sebagai hak jawab kepada media Gegeronline,co.id dan Siasatinfo.co.id.

Atas pemberitaan yang telah dipublikasikan Sangat Perlu Kami Klarifikasi sekaligus Menjadi Hak Jawab, dari kami Panitia Pembangunan terutama Saya Kepala Sekolah SMKN 2  Kerinci selaku Penanggungjawab Kegiatan Dana DAK Fisik Bidang Pendidikan Tahun 2023, Diantaranya:

1. Saya Sangat Berharap Judul Berita yang diterbitkan Media Geger Online, “Pekerjaan Pembangunan SMK N 2 Kerinci Rp.5 M Terindikasi Korupsi” Demikian Pula Dengan Media Siasatinfo.co.id Dengan Judul “Proyek 5 M di SMK N 2 Kerinci Berpotensi Rugikan Negara, Kadis
Pendidikan Prov. Jambi Di sorot” .

“Selaku Kepala Sekolah Penanggungjawab Kegiatan Menjadi Bingung, Jika Dikatakan Korupsi Sementara Pekerjaan Sedang Berjalan/dilaksanakan kegiatan
Pembangunan Dengan Mengunakan Anggaran Dana DAK Tahap I, Sehingga Kami sangat Berharap Dapat diperbaiki Kembali.

2. Sebagaimana isi pemberitaan tentang Pelaksanaan Dana DAK 2023 SMK N 2 Kab. Kerinci. Yang Menduga-Duga menyalahi/Menyimpang dari Rencana, dll.

Selaku pihak atau Objek Yang
diberitakan, kami tidak Pernah dikonfirmasikan Oleh Wartawan Gegeronline ataupun Media Siasat Info, Baik secara Lisan (tatap Muka) ataupun dengan secara tertulis sebagaimana
Ketentuan tertuang dalam UU Pers No. 40 tahun 1999.

Dan perlu kami Jelaskan/ Jawab kembali
Terkait Informasi tersebut kami Nilai wajar dan Menjadi sebuah masukan Bagi Kami Selaku Penerima Bantuan dari pemerintah.

3. Dalam Melaksanakan Dana Alokasi Khusus terlebih Awal kami Para Penerima sudah dibekali dengan Sosialisasi dari Dinas Pendidikan Prov. Jambi, dan dalam Melaksanakan pekerjaan Konstruksi tetap Mengacu Kepada Gambar Rencana dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) di setiap
langkah akan dimulainya Pekerjaan serta kami selalu diarahkan oleh Konsultan Pengawas/Fasilitator agar terwujudnya Mutu Pekerjaan Bangunan Yang dilaksanakan.

Demikianlah yang dapat Kami sampaikan dan sangat Berharap apa yang kami uraikan diatas dapat Dipublikasikan Kembali Sebagai Hak Jawab kami selaku Pihak Yang diberitakan dan ini sesuai dengan amanat UU PERS Nomor 40 Tahun 1999.

Namun sayangnya, surat klarifikasi diatas yang dikirim via PDF oleh Kepsek SMKN 2 ke WhatsApp Redaksi Gegeronline, lalu diteruskan ke Redaksi Siasat Info beberapa hari lalu tanpa melampirkan RAB dan gambar kerja.

Anehnya, Selain RAB pelaksanaan pekerjaan, Reza Fakhlevi selaku Kepsek malah dengan sengaja tidak menyebutkan anggaran biaya DAK yang dikucurkan ke Proyek Bangunan Gedung SMKN 2 Kerinci.

“Mohon Maaf pak, RAB hanya bisa kami berikan kepada pihak pengawas, panitia, Dinas pdd dan pemeriksa keuangan, itu petunjuk dari Dinas, kata Reza melalui WhatsApp nya.

Pernyataan Reza tersebut tidak berdasarkan aturan hukum, karena RAB dan gambar kerja proyek SMKN 2 Kerinci bukan lah dokumen rahasia Negara, justru merupakan petunjuk untuk melakukan kontrol sosial, “kita menilai Reza selaku Kepala Sekolah Tak tahu Aturan, atau sengaja untuk menutupi kasus dugaan korupsi di SMKN 2 Kerinci” ungkap Dede. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *