Diduga Terima Fee Proyek Rp 2,4 M, Kepala UKPBJ Kerinci Didemo

Ket Foto: LSM Semut Merah Melakukan Aksi Unjuk Rasa di Halaman Kantor Bupati Kerinci, Senin 25 September 2023. (Foto BZ)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Sejumlah massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Semut Merah menggelar Aksi Unjuk Rasa di halaman kantor Bupati Kerinci di Bukit Tengah, Senin (25/09/2023) Pukul 10:30 WIB.

Demo tersebut terkait dengan kasus dugaan penerimaan Fee proyek di Lingkup Pemkab Kerinci sebesar Rp 2,4 miliar yang diduga kuat dilakukan oleh Almi Yandri selaku Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kabupaten Kerinci.

Bacaan Lainnya

Aldi Agnopiandi Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Semut Merah dikonfirmasi gegeronline, Senin (25/09/2023) membenarkan, bahwa sejumlah massa yang tergabung dalam LSM Semut Merah menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Bupati Kerinci, Senin (25/09/2023).

“Iya, hari ini kami menggelar demo di kantor Bupati Kerinci terkait kasus dugaan penerimaan Fee proyek di UKPBJ Kerinci sebesar Rp 2,4 M yang diduga kuat dilakukan oleh Almi Yandri selaku Kepala UKPBJ Kabupaten Kerinci,” kata Aldi.

Berdasarkan bukti yang kita miliki Almi Yandri selaku Kabag UKPBJ di Pemkab Kerinci diduga kuat menerima Fee proyek sebesar 1,5 persen yang nilainya mencapai 148 403 57 USD atau Rp 2,4 M dari rekanan yang akan memenangkan tender proyek di lingkup Pemkab Kerinci, tambah Aldi.

Adapun tuntutan kami dari LSM Semut Merah sebagai berikut:

1. Kami mendesak Bupati Kerinci memanggil dan memberi sanksi baik sanksi hukum maupun sanksi administrasi terhadap ALMI YANDRI selaku Kepala UKPBJ dan bertanggung jawab terhadap penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dan jabatan.

2. Kami meminta kepada ALMI YANDRI agar segera mengembalikan ke kas Negara uang yang diduga Fee 1,5 persen terhadap peserta tender.

3. Dari hasil pemungutan Fee dari ratusan paket senilai miliaran rupiah segera dikembalikan dan bertanggung jawab secara hukum yang berlaku, tandas Aldi.

Selama berjalannya Demo, Bupati Kerinci Adirozal ataupun yang mewakilinya yang diharapkan dapat menemui para pendemo tak kunjung keluar dari ruangannya. Akhirnya massa membubarkan diri pukul 12:30 WIB dengan tertib dan damai. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *