Kepsek SMKN 5 Kerinci Diduga Gelapkan Anggaran

Ket Foto: Susmarlita Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Kabupaten Kerinci. (Foto BZ)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Kasus dugaan penggelapan anggaran dan Pungutan Liar (Pungli), bahkan dengan cara licik mencurangi uang kegiatan untuk penunjang kemajuan pendidikan Siswa -Siswi SMKN 5 Kerinci yang berlokasi di Desa Pahlawan Belui Kecamatan Depati Tujuh, Provinsi Jambi.

Terungkapnya kasus ini sontak bikin gerah para Siswa-siswi, Wali Murid dan para tenaga Pendidik setempat serta lingkungan sekitar Sekolah, namun sepertinya tak dihiraukan Susmarlita selaku Kepsek SMKN 5 Kerinci.

Bacaan Lainnya

Informasi berhasil dihimpun beberapa hari lalu, Minggu (24/9/2023), menyebutkan bahwa banyak kejanggalan penggunaan uang kegiatan sekolah di SMKN 5 Kerinci yang bikin resah dan mencurangi Siswa-siswi.

“Selama Susmarlita memimpin sekolah ini banyak sekali kecurangan dilakukannya, beda sekali dengan Kepala Sekolah sebelumnya.

“Seperti biaya untuk bahan praktek SMKN 5 Kerinci, selama kepemimpinan ibuk ini dibayar sendiri oleh peserta didik, harusnya dibayar dari anggaran BOS atau sekarang dengan istilah BOSP.

“Kelakuan Kepsek ini sangat merugikan Siswa-siswi, mereka para wali murid terpaksa merogoh saku untuk biaya kegiatan sekolah.” ungkap sumber yang namanya tidak dipublis.

Lanjut sumber, selain soal biaya bahan praktek dibeli. Siswa sendiri, uang komite dari wali murid sepertinya hanya habis tanpa mampu menunjang kegiatan bagi para siswa-siswi.

“Dana Komite yang mestinya untuk menunjang Pendidikan di SMKN 5 tidak pernah dipergunakan untuk siswa. Contohnya, untuk Tata Busana Siswa terpaksa membeli sendiri bahan Praktek,” ungkapnya.

Lebih parahnya, Kepsek SMKN 5, Susmarita tega memotong anggaran per setiap Siswa yang diberangkatkan ke luar daerah untuk ikuti pelatihan.

“Siswa dikirim ke luar daerah hanya menggunakan uang pribadi untuk mengikuti pelatihan tanpa bantuan uang semestinya.

“Katanya, Ibu Kepsek hanya memberi uang bantuan ongkos dan uang saku selama kegiatan hanya Rp.50.000 per siswa.

Padahal dana untuk kegiatan siswa sudah dianggarkan dari BOSP dengan jumlah sebesar Rp.1.800.000 per siswa.”

Patut diduga, anggaran uang kegiatan praktek Siswa, Komite, BOSP, sepertinya hanya melenggang di kantongnya Kepsek, tanpa memikirkan serta membantu anak didiknya.

Sementara hingga berita ini Rabu (27/9/2023) pukul 09:00 WIB, Susmarlita selaku Kepsek SMKN 5 Kerinci masih bungkam atas konfirmasi tertulis via WhatsApp pribadi Kepsek. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *