Dewan Sebut Lahan Gedung DPRD Kerinci Seperti Tempat Jin Buang Anak

Ket Foto: Lokasi Pembangunan Kantor DPRD Kabupaten Kerinci. Erduan Anggota DPRD Kabupaten Kerinci dari Fraksi Gerindra. (Foto BZ)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Salah satu anggota DPRD Kabupaten Kerinci sebut lokasi lahan pembangunan Gedung DPRD Kerinci tahun anggaran 2023, dengan harga lebih kurang Rp. 2 Miliar, berlokasi di Jalur II Bukit Tengah, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi seperti tempat Jin Buang Anak.

Hal ini dikatakan Erduan, S.AP DPT anggota DPRD Kabupaten Kerinci kepada gegeronline.co.id Selasa (03/10/2023) menyebutkan bahwa lahan untuk pembangunan gedung DPRD Kabupaten Kerinci tidak layak karena lokasinya seperti tempat Jin Buang Anak, sebut Erduan.

Bacaan Lainnya

“Iya, saya menilai lokasi lahan pembangunan gedung DPRD Kabupaten Kerinci tidak layak karena lokasinya tidak strategis dan jauh dari jangkauan masyarakat,” ungkapnya.

Parahnya lagi, lokasi pembangunan kantor DPRD Kabupaten Kerinci dinilai paling ekstrim di dunia. Pasalnya tanjakan menuju lokasi mencapai 70 meter. Disarankan kepada anggota DPRD Kerinci yang akan ke lokasi agar memakai kendaraan roda empat Doble gardan, tegas Erduan yang juga mantan TNI AL ini.

Diberitakan sebelumnya, Informasi berhasil diperoleh gegeronline.Co.id Selasa (26/9/2023) sekitar pukul 11:00 WIB, Pasca jual beli tanah lahan itu pelaksanaan kegiatan sudah dikerjakan CV. Adyan Jaya Mandiri dengan nilai kontrak sebesar Rp.8,1 Miliar, diketahui belum bersertifikat.

Tidak hanya disorot NJOP nya, namun disorot juga tanah tersebut masih menuai masalah. Sebab, masih ada komplain dengan batas dan pembebasan lahan atau Ganti rugi dari pihak Pemerintah.

Kabar diperoleh dilapangan, bahwa pengadaan tanah ini dilaksanakan oleh Dinas PUPR dan yang ditunjuk sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) adalah Hendri Donel.

Ironisnya, ada salah satu warga Siulak, Kamis (21/09/2023) kepada sejumlah Wartawan mengatakan, bahwa tanah yang dijadikan Pemkab Kerinci untuk pelaksanaan pembangunan gedung DPRD adalah milik dan hak pribadi dirinya,” kata warga yang enggan dituliskan namanya.

“Iya, tanah ini milik kami, dan sampai saat ini belum ada Penyelesaian ganti rugi tetapi sudah dibangun oleh Pemerintah untuk gedung DPRD Kabupaten Kerinci,,” ungkap warga.

“Waktu kami ke lokasi ada warga mengakui tanah tersebut miliknya dan belum diganti rugi oleh pihak Pemkab Kerinci,” Hendri.

Sementara Kabid Aset Pemkab Kerinci dimintai keterangan via handphone, Selasa (26/9/2023) pukul 11:00 WIB, menyebutkan bahwa pengadaan tanah lokasi kantor DPRD ini dilakukan oleh Dinas PUPR Kerinci.

“Kami di aset hanya mencatat saja asetnya, soal sertifikat memang sudah ada atas nama Sukarwan.”

Sekarang lagi pengurusan balik nama dari nama Sukarwan ke Pemda, PPTK nya Donel selaku PPTK di Cipta Karya, Dia yang lebih tau,” ujar Yaser Arafat. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *