Pokja II UKPBJ Kota Sungai Penuh diduga Terima Suap Dari Pemenang Tender Pembangunan Taman 17

Ket Foto: Kantor LPSE Kota Sungai Penuh. (Dok)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Kelompok Kerja (Pokja) Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi diduga kuat menerima suap dari pemenang tender proyek pembangunan Taman Tugu 17.

Pasalnya, Pokja UKPBJ diduga bersekongkol dengan Kadis Perkim dan peserta tender lainnya untuk memenangkan CV Tirta Arum pada pekerjaan Pembangunan Taman Tugu 17 Kota Sungai Penuh.

Bacaan Lainnya

Menurut sumber terpercaya Gegeronline, Sabtu (07/10/2023) mengatakan, bahwa Pokja UKPBJ Kota Sungai Penuh memenangkan CV Tirta Arum yang terbukti melampirkan Sertifikat Badan Usaha (SBU) Bidang Spesialis Kode PB 010 (pekerjaan Landskap, Pertamina, dan Penanaman Vegatasi) dalam dokumen penawarannya yang diduga kuat palsu, ujar sumber.

Ia menambahkan, SBU tersebut dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Perkumpulan Pelaksana Konstruksi Nasional (Asperknas). Padahal yang berwenang Mengeluarkan dan menetapkan keabsahan SBU bidang Spesialis Kode PB 010 (pekerjaan Landskap, Pertamanan dan Penanaman Vegatasi) menurut Peraturan Perundang-undangan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), bukan Asperknas, tambah sumber yang minta namanya dirahasiakan.

“Iya, Pokja II UKPBJ Kota Sungai Penuh kurang cermat dan tidak teliti Dalam melakukan Evaluasi terhadap SBU bidang Spesialis PB 010 tersebut, kuat dugaan adanya unsur kesengajaan Pokja II bersekongkol dengan Kadis Perkim Kota Sungai Penuh, Sutrisno untuk memenangkan CV Tirta Arum pada paket proyek Dinas Perkim Kota Sungai Penuh,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Pokja II UKPBJ Kota Sungai Penuh dalam menentukan CV Tirta Arum sebagai pemenang tender Pembangungunan Taman Tugu 17 Kota Sungai Penuh diduga kuat Cacat Hukum dan bertentangan dengan Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku, terangnya.

Doni Permawira Pokja II UKPBJ Kota Sungai Penuh dikonfirmasi gegeronline Jum’at (06/10/2023) menyebutkan, Kalau pun memang palsu perusahaan pasti akan menuntut yang mengeluarkan dokumen (SBU). Dan kami masih menunggu langkah perusahaan terhadap yang mengeluarkan dokumen, sebut Doni.

“Iya, kami masih menunggu langkah perusahaan yang mengeluarkan dokumen, Kalau memang tidak memungkinkan, pasti kami mengambil keputusan terbaik,” tutup Doni. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *