Agustia Sebut Adik Ipar Wako Ahmadi Pembohong Terkait SPBU Kumun

Ket Foto: Adrizal Adnan alias Pak Delza Ipar Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir. SPBU yang Berlokasi di Kecamatan Kumun Debai.(Dok)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Kasus dugaan korupsi jual beli jabatan dan Pungutan Fee proyek di lingkup Pemerintah Kota Sungai Penuh yang diduga kuat dilakukan Ahmadi Zubir selaku Walikota Sungai Penuh yang pernah dilaporkan mahasiswa dan masyarakat ke KPK juga Polda Jambi terus menuai sorotan.

Padahal sejumlah pihak telah dilakukan pemanggilan dan Pemeriksaan, salah satunya Adrizal Adnan alias Pak Delza yang merupakan adik ipar Ahmadi Zubir Walikota Sungai Penuh. Namun kasus tersebut hingga kini belum juga ada titik terang dan kepastian hukumnya. Apakah kasus ini berlanjut atau dihentikan?

Bacaan Lainnya

Berdasarkan keterangan Adrizal Adnan, bahwa dirinya telah diperiksa oleh pihak Polda Jambi. Pemeriksaan terhadap dirinya terkait dengan surat kepemilikan Saham Walikota Ahmadi Zubir pada SPBU Kumun, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh.

“Iya, tim Polda datang ke Kota Sungai Penuh, saya diperiksa selama 1 (satu) jam di Cafe Bunda,” terang Adrizal dikonfirmasikan wartawan melalui telepon Selulernya.

Tim Polda Jambi memanggil saya untuk dimintai keterangan terkait dengan adanya surat kepemilikan saham SPBU Kumun. Karena didalam surat-surat tersebut ada tanda tangan saya, ujarnya.

“Terkait dengan tandatangan saya dalam surat, saya tidak tau isi surat tersebut kok ada tanda tangan saya,” ujarnya dengan nada terbata-bata.

Menanggapi hal tersebut, Agustia Gafar salah satu pelapor kasus dugaan Jual beli jabatan dan Pungutan Fee proyek serta kepemilikan SPBU Kumun yang diduga dilakukan oleh Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir, kepada gegeronline.co.id Rabu (18/10/2023) mengatakan, bahwa Adrizal alias Pak Delza adik ipar Wako Ahmadi itu Pembohong, kata Agustia.

Berdasarkan dokumen yang kita miliki Adrizal terlihat jelas menandatangani surat yang berkaitan dengan SPBU Kumun. Kalau dia (Adrizal red) tidak mengaku berarti dia sudah bohong atau memberi keterangan palsu, bebernya.

“Iya, kita punya dokumen Adrizal Adnan menandatangani surat terkait SPBU Kumun, jika ia tidak mengakui berarti adik ipar Wako Ahmadi itu bohong,” jelas Agustia.

Diberitakan sebelumnya, Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir resmi dilaporkan mahasiswa Jambi ke Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) Selasa (18/07/2023) sekitar pukul 13:30 WIB.

Ahmadi Zubir dilaporkan terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Jual Beli Jabatan dan Pungutan Fee Proyek di Lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi.

Laporan tersebut diterima oleh KPK melalui Eka Candra BU bagian penerimaan laporan pengaduan masyarakat, Selasa (18/07/2023).

Agustia Gafar pelapor dari mahasiswa Jambi usai menyerahkan laporan kasus dugaan korupsi Walikota Sungai Penuh kepada gegeronline, Selasa (18/07/2023) membenarkan adanya informasi ini.

Laporan tersebut disampaikan langsung ke KPK pada Selasa, 28 Juli 2023 sekira pukul 13:30 WIB.

“Iya, secara resmi kita sudah melaporkan kasus dugaan korupsi Wako Ahmadi Zubir secara langsung ke KPK terkait Kepemilikan SPBU Kumun yang diduga dari hasil jual beli jabatan dan pungutan Fee proyek di lingkup Pemkot Sungai Penuh,” terangnya..

Terkait laporan pengaduan yang telah Kami sampaikan tersebut, kami minta kepada KPK untuk segera memeriksa SPBU Kumun yang diduga merupakan harta kekayaan tidak wajar milik Wako Ahmadi Zubir dan Selanjutnya melakukan penyelidikan terkait dengan bukti-bukti yang telah diserahkan langsung kepada pihak KPK, tegas Agustia.

“Iya, selain itu kami juga minta KPK agar memanggil pihak-pihak terkait lainnya yang diduga kuat terlibat dalam kasus jual beli jabatan dan pungutan Fee proyek di lingkup Pemerintah Kota Sungai Penuh,” harap Agustia. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *