Selain Terindikasi Pencurian Volume, Proyek Buka Jalan Baru di Kerinci Serobot Hutan Produksi

Ket Foto: Dafril selaku PPK sekaligus sebagai Kabid PSP (Kiri), Radium Halis Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kerinci dan Kondisi Proyek Buka Jalan Baru Berlokasi di Hutan Produksi Desa Danau Tinggi Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. (Dok)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Carut Marut pekerjaan proyek buka jalan baru di Hutan Produksi Desa Danau Tinggi Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi ternyata pekerjaannya melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan (Dishub).

Selain terlibat pekerjaan fisik, oknum ASN tersebut sebagai pendana diduga ada persekongkolan Radium Halis selaku Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kerinci.

Bacaan Lainnya

Menurut informasi berhasil dihimpun, Jum’at (20/10/23), kasus dugaan kecurangan volume dari panjang jalan 1300 meter malah dikerjakan hanya 950 meter, lalu sisanya 350 meter malah mencuri hitungan panjang jalan telah lama dikerjakan.

“Mereka konsultan pengawas menghitung panjang jalan dari seberang sungai Air Baan yang telah lama dikerjakan kontraktor lain sepanjang 350 meter itu dicuri untuk memenuhi hitungan pekerjaan sekarang.

Sudah jelas ada pencurian volume kerja terhadap jalan yang sudah dibangun beberapa tahun lalu.”

“Proyek ini juga telah melanggar hukum karena membuat jalan di lokasi hutan produksi yang bisa dipenjara,” kata sumber yang nama tidak dipublikasikan.

Lebih parah lagi, Dafril selaku PPK sekaligus sebagai Kabid PSP dituding tidak melakukan survei penentuan lokasi kerja lapangan terlebih dahulu.

Akibatnya, selain menerobos jalan hutan produksi, mereka mengangkangi aturan kehutanan yang dapat terjerat hukum pidana sesuai dengan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang kehutanan, yakni Pasal 50 ayat 1, melakukan kegiatan dalam kawasan hutan produksi dapat dipidana 10 tahun den 1 miliar.

Ironis lagi, pasca dikerjakan malah tidak bermanfaat bagi warga, karena jalan tersebut buntu tanpa bisa dilewati warga perladangan.

Terpisah M Naik mengatakan, masyarakat sangat kecewa terhadap kontraktor dan menolak pekerjaan jalan tersebut serta meminta pihak hukum memproses kontraktor nakal yang merugikan keuangan negara,” tuturnya.

Dikatakan Arman salah satu warga perladangan mengakui bahwa proyek buka jalan baru tersebut berada dalam kawasan Hutan Produksi.

Ketika ada kegiatan didalam kawasan hutan produksi harus mendapatkan izin dari Kementerian Kehutanan,” ungkap Arman.

Ditambahkan Mat Dani Warga Danau Tinggi meminta agar pihak Aparat Penegak Hukum di Kabupaten Kerinci memproses persolan ini. Agar masyarakat tidak lagi dirugikan oleh oknum yang memperkaya diri.

“Apa lagi kontraktor nya melibatkan ASN yang diduga adanya kongkalikong dengan Kepala Dinas,” ucapnya.

Sementara itu Radium Halis, Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kerinci disambangi di kantornya sedang berada diluar daerah. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *